Sunday, December 21, 2008

Death Metal


Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman (death growl). Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut "Cookie Monster vocals".

Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell (1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Carcass, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan Grave.

Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an dengan band thrash metal Rotor di Jakarta dan beberapa band pioneer Death Metal lainnya di daerah lain, seperti Adaptor dari Jakarta , Insanity dan Hallucination dari Bandung, Death Vomit dari Jogjakarta , Slow Death dari Surabaya, kemudian berkembang dengan band band berbahaya dan bereputasi internasional, Jasad , Disinfected,dan Ancur dari Bandung , Siksa Kubur , Funeral Inception dari Jakarta dan Cranial Incisored dari Jogjakarta

Beberapa subgenre death metal:

  • Melodic death metal - heavy metal dicampur dengan beberapa unsur death metal, misalnya death growl dan blastbeat
  • Progressive death metal - gabungan antara death metal dan progressive metal
  • Brutal death metal - gabungan antara grindcore dan death metal
  • Slam death metal - gabungan antara metalcore/groove metal dan death metal
  • Death/Doom - gabungan antara doom metal dan death metal
  • Blackened death metal - gabungan antara black metal dan death metal
"Sebagian besar penggemar musik umumnya sulit memahami karakter musik death metal,..... juga gak tahan terhadap intensitas cabikan gitar, gebugan drum yg ngebuuuut...... aransemen dan perubahan kecepatan irama musik yang kompleks, ..... serta intensitas suara tenggorok yang ekstrim.... Wajar jika musik death metal tidak ditujukan untuk pasar komersial."
Malevolent Creation sebagaimana musik sejenis memang memiliki komunitas sendiri yang jauh dari publikasi dan umumnya bergerak dibawah tanah.... namanya juga musik kuburan....whuaaahhh....aarrrrgghhhh .....Your body is not your own... corpse still warm lying still...die mother***kerrrr !!!! Whhhoooaaahhhhh.... (Satu deretan kata2 vocals MC, Brett Hoffman)......
Black metal : vokal hi pitch kadang juga low banget, sedikit orkestra, dan suasana lagu mencekam dan gak selalu bertempo cepat (180 bpm keatas). band contohnya Cradle of filth, dimmu borgir.
Death metal : vokal growl ato teriak berjenis rendah, dominasi gitar kental, dan bertempo cepat (150bpm keatas) ben contohnya six feet under, sucofation.
Brutal metal (ato lebih umumnya brutal death metal) : hampir sama dengan death metal, tapi lebih ngawur (dibaca: terlalu canggih maennya) drumnya, tempo kerap berubah ubah ditengah2 lagu band contohnya napalm death, black dahlia murder
Melodic metal (biasanya sih melodic death metal) : vokalnya growl, kadang kadang ada part yang sing along, lebih bernyanyi, gitar gak cuma di 1 chord seperti death metal ato trash metal. drum lebih ke grove ketimbang teknik kecepatan band contohnya : inflames, soil work,...
Kalo mau lebih jelasnya liat aja sejarah perkembangannya, Black metal berawal dari eropa yah lu pasti tau semua lah Burzum, mayhem dan sebangsanya dari finlandia dan karena pemberitaan media massa yang heboh berhasil menembus amerika dan termasuk salah satu aliran yang diakui. Ciri2nya : voc high pitched kayak kekelawar kejepit, musik distorsi tanpa putus cenderung non groove, beat 4/4 (rada2 slayer ) yah gampanknya liat aja fotonya klo mukanya pake cat2 putih 90% black metal. Tapi tetep ujung2nya band 2 black metal awalnya terinspirasi dari band amerika kayak venom, celtic frost , dll.
Death metal : aliran yang ngetop awal 90'an merupakan perkembangan dari thrash metal, musiknya tidak terlalu cepat, belum ada blastbeat, gitarnya low tune suara growl, dan isinya tidak selalu menentang agama, atau nyembah setan, tetapi bicara tentang kematian atau yng gelap2 gitulah, namanya juga aliran death, band2nya :Obituary, Death, sadus, entombed 2 album pertama, dll.
Brutal death metal : yah awalnya liat aja pelopor2nya yg juga sukses secara komersil : DEICIDE, Cannibal Corpse, Morbid angel, gabungan dari grind core ( napalm death's scum ) terus dibawa ke amerika tepatnya di florida diformula sedemikian rupa tambah unsur 666 setan dikit, ditambah keinginan untuk lebih ekstrem dari band2 yang sebelumnya ngebawain death metal, muncullah aliran yg satu ini sebetulnya sub2 aliran ini gak penting amat, zaman 90an dulu orang tidak sedetil sekarang, ya cuman death metal, thrash metal, grindcore, metal , udah itu aja, biarpun band2 yg disebut sebelumnya udah pada muncul.
Melodic metal : wah yg satu ini jadinya lebih luas banget, mungkin deketnya swedish metal barangkali, pelopornya klo gitu, ya...band kayak: At The Gates ( band wajib nih ), Amon amarth,
yah tapi gak tau juga, mungkin power metal kayak : Hammerfall, PrimalFear, dllatau klo dengerin band baru kayak 'Daath' yang jadinya memunculkan aliran baru melodic death metal (musiknya banyak memasukkan unsur klasik dan jangan lupa dengan Kevin talley eks Misery Index, Dying Fetus, Chimaira yang jadi drummernya).
"Metal never Die"

source : wikipedia

Serba - Serbi Musik Metal


Musik yang ditampilkan grup band Bezide di Bandung, Jawa Barat, masuk dalam aliran underground. Musik superkeras ini berasal dari luar negeri, tepatnya Amerika Serikat. Kendati jenis musiknya sulit dicerna masyarakat umum, underground selalu punya pengikut fanatik.
Jenis musik underground memiliki beberapa aliran di antaranya black metal, death metal, brutal death, grincore, gothic, punk, dan hard core.
Komunitas penggila musik underground di negeri ini mulai berkembang sekitar tahun 1990-an. Saat itu muncul grup-grup underground yang beberapa di antaranya kini menjadi 'superstar' di dunia underground Tanah Air. Misalnya saja Tengkorak, Siksa Kubur, Jenazah, Santet, Trauma, Thrasline, Noxa, Purgatory, dan Inner Beauty.
Di tahun-tahun itu pula, di Jakarta, konser musik underground digelar hampir setiap minggu. Konser biasanya diadakan di kampus atau kafe, seperti Guinea (Cikini), Parkit (Sabang), Kampus Jayabaya (Pulomas), Kampus Gunadarma (Depok), ABA-ABI (Matraman), Kafe Poster (Museum Satria Mandala), dan banyak tempat lainnya.
Konser tersebut juga jadi ajang pertemuan penggemar musik ini. Mereka datang dengan pakaian dan atribut yang didominasi warna hitam. Tampang mereka pun kelihatan kucel, lusuh, dan acak-acakan. Saat ini, di Jakarta konser seperti itu sudah jarang, bahkan sama sekali tidak terdengar gaungnya. Kendati begitu peminatnya masih banyak.
Kembali ke soal musik underground, jenis atau aliran yang paling keras di kelompok ini adalah aliran black metal dan death metal. Lirik lagu black metal biasanya berbau kegelapan, memuja setan, mistik, dan sihir. Tidak jauh beda dengan death metal yang selalu mengangkat tentang kematian atau alam kubur dalam lirik lagunya.
Karakter vokal kedua aliran tersebut hampir sama dan sangat unik karena syair yang diucapkan oleh vokalis tidak terdengar jelas. Bahkan, cenderung sekadar teriakan atau mirip suara monster. Performa mereka di panggung pun cukup ekstrem dan sedikit sadis, misalnya menggigit burung atau kelinci hidup.
Soal permainan musik, aliran underground lumayan sulit karena ritmenya yang sangat cepat. Jadi, untuk menguasai musik underground, dibutuhkan skill permainan cepat dan butuh latihan yang lumayan lama.
Untuk skala dalam negeri, underground masih sulit masuk industri rekaman. Hal itu disebabkan sebagian orang menganggap citra underground sebagai musik yang keras dan sulit dicerna pendengar umum.
Musik underground biasanya tidak memasarkan produk mereka melalui major label atau perusahaan rekaman besar seperti Sony BMG, Warner Music, EMI, atau Musica Studio. Mereka merekam dan mengedarkan album mereka secara independent atau indie label dan diedarkan sendiri dengan cara menjalin kemitraan dengan bisnis serupa yang ada di dalam negeri atau bahkan mancanegara.
Hal ini dilakukan, misalnya, oleh grup Tengkorak. Dalam sebuah situs diungkapkan, grup ini merajut kerja sama dengan pebisnis Jepang, Jerman, Perancis, Spanyol, dan sebagainya. Pola pemasaran ini dinilai lebih efektif. Itu terbukti dari larisnya karya Tengkorak yang dijual dalam bentuk CD ataupun kaset serta beragam merchandise yang mereka produksi.
Produk kelompok-kelompok musik seperti Tengkorak mudah dijumpai di distro-distro. Di sana juga dijual aneka produk yang berhubungan dengan musik underground, bukan cuma kaset atau CD tapi juga aksesori seperti kaus, sepatu, gelang, kalung, dan atribut lainnya.
Komunitas underground adalah komunitas pemusik yang agresif, namun terhambat oleh nilai-nilai dan norma yang berkembang dalam keluarga dan masyarakat. Mereka melepaskannya lewat musik ini.
Namun, satu hal yang cukup membanggakan buat anak-anak underground. Mereka amat solid dan saling menghargai satu sama lain, serta saling memberi dan mengisi dalam kebersamaan.

SiksaKubur


SIKSAKUBUR pertama kali di bentuk pada 6 july 1996. nama ini diambil dari band yang menjadi tolak ukur mereka dalam bermusik yaitu SEPULTURA yang berarti kuburan band memulai debut nya dari event-event UNDERGROUND mulai menarik perhatian para pecinta musik DEATH METAL dibulan july hingga september tahun 1996 SIKSAKUBUR mulai masuk studio rekaman yang bernama K-studio yang mengemas 9 lagu yang dituangkan dalam sebuah album THE CARNAGE yang dirilis dan didistribusikan oleh EXTREME SOUL PRODUCTION dalam sebuah kaset & CD. Album ini mendapat tanggapan yang positif dari kalangan pemerhati musik UNDERGROUND khususnya album ini terjual 1000 keping CD & 500 copy kaset, walaupun kwalitas dari album ini sangat kurang dikarenakan minimnya perlengkapan studio rekaman. Sukses dengan album pertamanya bulan November 2001 SIKSAKUBUR merekam 9 lagu dan dibubuhi 1 (intro) yang dituangkan kedalam album kedua BACK TO VENGEANCE yang didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam sebuah format kaset, penjualan album ini termasuk fantastis dalam kurun waktu 1 bulan telah terjual 750 copy kaset walaupun hasil rekaman inipun masih kurang sempurna tapi lebih baik dari album pertama. SIKSAKUBUR mulai merambah event-event di Indonesia khususnya dipulau jawa hingga bali. Formasi album THE CARNAGE and BACK TO VENGEANCE adalah Japra (vocal), Andyan gorust (Drum), Ade godel (gitar), Burgenk (Bass) tapi setelah album kedua dirilis ADE GODEL mengundurkan diri dari SIKSAKUBUR karena tidak bisa membagi waktunya dengan band, disusul dengan BURGENK yang mengundurkan diri dari band karena harus melanjutkan study keluar negeri. Posisi ini di gantikan oleh Andre yang juga gitaris REVITOL dan Yudhi bebek ex- AUTHORITY, dengan formasi ini SIKSAKUBUR mengeluarkan album ke tiga yang bertitel EYE CRY album ini dirilis dan didistribusikan oleh ROTTREVORE records dalam format CD dan KASET album inilah yang membuat SIKSAKUBUR mendapat perhatian lebih dari media massa dan elektronik.

SIKSAKUBUR merambah event-event bukan hanya event UNDERGROUND saja tapi event yang bukan UNDERGROUND sampai pentas seni sekolah SIKSAKUBUR menjadi headliner dalam acara tersebut ini sebagai bukti bahwa musik DEATH METAL yang dimainkan oleh SIKSAKUBUR mulai mendapat perhatian lebih, bukan hanya di Indonesia tapi hingga mancanegara khususnya SINGAPURA dan MALAYSIA. Karena july tahun 2005 lalu SIKSAKUBUR menjadi headline pada sebuah event metal di singapura. Album THE CARNAGE dan BACK TO VENGEANCE akhirnya dirilis oleh FROM BEYOND record (belanda) ini adalah sub label dari DISPLASEDrec yang merupakan salah satu label METAL besar di amerika album ini dikemas kedalam bentuk CD yang didistribusikan Bukan hanya di ASIA tapi benua EROPA dan AMERIKA. > Setelah lebih dari 10 thn berkiprah di Blantika musik metal Indonesia SIKSAKUBUR telah merilis 4 AlbumPodi yaitu THE CARNAGE, BACK TO VENGEANCE, EYE CRY dan PODIUM yang juga merupakan album terakhir dari drummer sekaligus pendiri SIKSAKUBUR yaitu ANDYAN GORUST. Namun setelah mengalami masa2 sulit dan masa pencarian pemain drum, akhirnya SIKSAKUBUR mendapatkan drummer baru yaitu PRAMA [ ex- ALEXANDER.LAST SUFFER] . Namun masalah belum selesai, YUDI BEBEK pun mengundurkan diri karena masalah pekerjaan, namun EWIN (Eks, Bloody Gore/C.O.B/Extracensory) langsung menggantikan nya. dan SIKSAKUBUR pun siap untuk kembali dengan formasi baru ini….so WATCH OUT !!!!

Source : http://rottrevorerecords.wordpress.com/