Hallo blogspot..
Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.
Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.
Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.
Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.
Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.
Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.
Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.
Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.
Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.
Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh
Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.
Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.
Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.
Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.
Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.
Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.
Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.
Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.
Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.
Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.
Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh
Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.