Saturday, September 28, 2013
Selamat 28, September.
Tuesday, July 23, 2013
Memanusiakan Manusia, Memuliakan Sesama
Saturday, July 13, 2013
LOKANANTA: Harta Karun Musik Indonesia
[artikel ini belom selesai sepenuhnya, nanti akan saya post versi lengkapnya ;D]
Friday, May 10, 2013
Pengalaman Berharga
Monday, April 2, 2012
Teruntuk Masa Lalu
Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).
Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.
Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.
Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.
Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.
Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..
Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.
Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--
Monday, February 27, 2012
Liburan Ke Bali
Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.
Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.
Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.
Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.
Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.
Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.
Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.
Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.
Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.
Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh
Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.
Friday, November 11, 2011
11-11-11
Spesial nulis blog di hari sepesial. Hehe. Ya, sengaja memang saya meluangkan sedikit waktu saya untuk menulis blog dari kesibukan dan rentetan waktu bermain saya. Hehe.
Ini merupakan hari yang spesial untuk banyak orang di dunia, berhubung hari ini adalah tanggal 11, bulan 11, tahun 2011. Mungkin hari ini menjadi hari yang paling indah di tahun ini. Dikarenakan seluruh anggkanya terdiri dari angka 11 dan pastinya banyak sekali orang2 yang menjadikan hari ini sebagai momment indah mereka.
Hari yang spesial untuk orang lain tapi bukan berarti ini juga menjadi hari yang spesial untuk saya pribadi. Sebenernya ini bisa saja menjadi hari yang sangat spesial untuk saya, jika saja saat ini saya masih mempunyai kekasih (berhubung waktu itu tanggal jadian saya tanggal 11) hehe. Namun, spertinya hari ini adalah menjadi hari yang biasa-biasa saja untuk saya. Tak ada momment yang bisa diabadikan di tanggal ini. Tak ada kata 'happy 10th anniv' yang bisa di ucapkan. Yang ada hanya doa tulus. Doa untuk dia kembali. Dan doa agar dia dijodohkan untuk saya. Amin. Hehe.
Melupakan orang terkasih memang sulit. Bahkan hingga saat ini masih belum ada yang bisa menggantikannya. Meskipun sempat tersakiti, pasti orang yang kita cintai tetap saja baik di pandangan kita. Saya sendiri juga gak tau hati dia masih ada untuk saya atau nggak. Jika tidak, ya setidaknya semoga saja saya selalu ada dalam ingatannya. Hehe. Manusia memang tak ada yang sempurna. Aku dan dia pun demikian. Serta cerita kita dulu? Pastinya cerita kita tiada yang bisa gantikan. Sebegitu dalamnya sosok 'kamu' di dalam aku. Orang yang tidur satu kamar, satu kasur, bahkan satu bantalpun belum tentu bisa memiliki mimpi yang sama. Sama halnya seperti orang yang sudah pacaran sekian lama, belum tentu juga mereka berjodoh. Tapi kalau kata Anji di dalam salah satu judul lagunya sejauh ini "hatiku (berhenti) di kamu".
"#KepadaS Di dunia ini aku adalah orang yang sangat membutuhkanmu untuk aku cintai dan mewarnai hari-hariku".
Salam--
Thursday, October 13, 2011
Sebulan di Ibu Kota Jakarta
Udah lama juga saya gak nulis blog, sekitar 2 bulan lebih saya gak nulis di blog tercinta ini (maaf kalau agak lebay). Hehe. Mungkin ini disebabkan oleh kesibukan baru saya menjadi mahasiswa, jadi gak ada waktu buat nulis blog. Hehe.
Ya, kurang lebih sudah hampir satu bulan saya berada di Ibukota Jakarta. Pertama-tama pasti merasa asing berada di kota orang dengan orang-orang yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Tapi ini membuat saya belajar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kalau biasanya saya kenalan dari temen ke temen baru (dikenalin). Kali ini saya harus benar-benar berkenalan dengan cara lebih aktif.
Cukup banyak hal-hal menyenangkan yang terjadi disini (mungkin karena baru, jadi yang ada ya seneng-seneng aja). Hehe. Teman-teman baru saya juga asik-asik. Mereka cepat akrab dengan saya dan saya juga cukup cepat akrab dengan mereka. Padahal saya merupakan salah satu orang yang sedikit pasif kalau berada di lingkungan baru, dan cenderung agak lama untuk beradaptasi.
Diantara teman-teman kelas saya, mungkin saya bisa dibilang paling muda diantara yang lainnya (meskipun ada juga beberapa yang seumuran, tapi itu hanya beberapa orang saja). Ini disebabkan karena saya mengambil kelas malam, jadi otomatis mayoritas penghuni kelas tersebut adalah para pekerja. Jadi, saran saya jika kalian ingin merasa muda, bergabunglah dengan mereka yang tua. Hehe :p.
Pokoknya banyak banget pengalaman baru dan seru yang saya dapat di kota Jakarta saat ini. Kota Jakarta yang jauh berbeda dengan yang dulu waktu kecil saya tinggali. Kalau dulu appartemen itu hanya beberapa saja, sekarang banyak sekali appartement di bangun dengan megah. Gedung-gedung tinggi, dan kemacetan kota yang tambah parah di saat jam2 kerja khususnya.
Untuk sementara segitu dulu aja yang saya share tentang sebulan di ibukota Jakarta. Soalnya mata juga udah mulai ngantuk, dan sekarang juga udah pagi. Hehe.
Salam--
Thursday, July 14, 2011
Saya Berbicara Tentang Musik
Oke, bosen kalau nulis yang cinta-cintaan melulu dan juga gak tau lagi mau nulis tentang cinta-cintaan saat ini. Mungkin kali ini saya akan sedikit nulis tentang musik. Yang pasti musik Cutting Eadge, dan perlu di ketahui kalau saya itu musisi Cutting Eadge juga. Hehe.
Dimulai dari "Apa pendapat saya tentang musik?"
Menurut saya musik adalah Jiwa, sama halnya dengan Agama. Kalau di agama ada ibadah Sholat 5 waktu, menurut saya di musik juga seperti itu dalam kehidupan saya. Seperti banyak orang-orang yang bilang, kalau dalam hidup itu harus seimbang. Dan menurut saya "hablu minawllah dan hablu minawmusik". Hehe.
"Musik apa sih yang saya suka?"
Saya cukup menghargai semua genre musik, apalagi dalam musik rock atau musik-musik Cutting Eadge. Mungkin di sini perlu diketahui juga kalau saya sebenernya kurang suka dengan musik yang menye-menye/mendayu-dayu, atau musik populer yang lagi trend di Industri musik Indonesia a.k.a (Pop Melayu). Dan saya juga masih bingung, kenapa musik seperti itu bisa trend di Indonesia? Hehe.
Oke masih ngomongin dalam kontek genre musik. Saya termasuk manusia yang addict sama musik metal, berhubung musik ini sudah melekat dari kecil dari dalam diri saya. Pertama-tama mah sih saya di perkenalkan musik ini dari sepupu saya yang juga addict sama musik metal. Mungkin untuk sebagian orang pas baru pertama kali denger pasti pada bilang musik ini aneh. Dengan ciri vokal yang 'jejerowokan'. Tapi saya rasa musik ini unik. Berbeda dari yang lain. Dan pastinya memiliki ciri khas yang berbeda dari genre-genre yang lain.
Terus, "Bagaimana dengan Musik Indonesia?"
Menurut saya musik Indonesia lagi sakit. Saya yakin yang memerhatikan musik di Indonesia juga sependapat dengan saya. Dan bisa di bilang sebenarnya musik Indonesia itu kaya dan beragam. Tapi, banyak sekali genre musik yang kurang di perhatikan oleh media-media di Indonesia. Ditambah lagi Industri Musik di Indonesia (Label Musik) yang egois dan hanya mementingkan materi semata untuk kebesaran mata mereka. Maka dari itu makanya gak aneh kalau di TV banyak sekali band-band yang menye-menye, yang menyanyi playback, dan band yang 'itu-itu' saja yang sering kita jumpai di TV. Bukan berarti saya bilang mereka yang itu jelek. Tapi wajar saja kalau kita bosan dengan 'mereka'. Soalnya kalau mau di lihat lagi lebih luas, masih banyak musisi Indonesia yang lebih bagus dan bermutu, seperti Gugun Blues Shelter yang beberapa waktu lalu mereka baru saya main di HardRock Calling di London. Selain itu juga ada band Metal yang namanya sudah kemancanegara seperti Burgerkill. Dan masih banyak lagi band-band Indonesia yang namanya sudah ada kemancanegara. Tapi sangat di sayangkan mereka kurang di expose oleh media di Indonesia.
Semoga saja kita doakan agar musik Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan lekas sembuh dari sakitnya. Amin.
Respect! \mm/
Saturday, June 18, 2011
Pilihan dan Pilihan
Thursday, June 16, 2011
Agustus Membisu
Siang : Aku tak ingin berbicara padamu.
Malam : Aku tak mampu berkata di hadapanmu.
Saat waktu itu aku menjadi manusia bisu. Tak ada kata-kata yang ku ucapkan padamu. Di saat kau mencariku. Aku menghampirimu tapi aku tak ingin berbicara padamu. Di saat kau dalam situasi sulit. Aku dengan sendirinya menghampirimu tapi aku tak mampu berkata-kata di hadapanmu.
Bibirku membisu, mataku berkaca-kaca haru, dan sesekali mengeluarkan air mata karenamu. Tak berdayanya aku melihatmu. Aku menemanimu dan berada di dekatmu. Lalu, kau menyampaikan pesan padaku dengan sebuah isyarat. Dan aku mengerti apa makna yg tersirat.
Hingga akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang ada di diriku. Setelah keesokan harinya, aku membaca papan kayu yang ada di hadapanku bertuliskan:
STANLEY ARIANTO BALZAR BIN MARTINUS FERDINAND BALZAR, wafat: Bogor, 8 Agustus 2008.
Ya, itulah makammu. Tempat peristirahatan terakhirmu. Aku sadar, ternyata kau telah meninggalkanku dan aku pasti akan menyusulmu. Pasti, suatu saat nanti!
Waktu terus bergulir.
Kita akan pergi dan ditinggal pergi.
Redalah tangis redalah tawa.
Tunas tunas muda bersemi.
(Iwan Fals - Satu-satu)
Tertanda: Aku 'JORDY GIOVANNI BALZAR'
Wednesday, June 15, 2011
Akhirnya Wisuda Juga
Menyanangkan kenapa?
Menyenagkan akhirnya saya tidak terlibat lagi di sekolahan tersebut. Soalnya saya cukup muak dengan pelajaran dan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. heheh.
Mengharukan?
Mengharukan karena saya harus mulai berpisah dengan teman-teman sepermainan saya. Bisa di bilang soalnya yang ngangenin dari masa-masa sekolah itu bandelnya daripada rajinnya. Soalnya kalau sekolah gak ada bandelnya kurang asik saudara-saudara. hehe.
Pada saat sampai di sana, saya bingung harus mengambil toga saya di mana, soalnya teman-teman saya yang lain sudah mendapatkan toga pada saat gladiresik tersebut. Karena panik, saya pun jadi sibuk sendiri cari sana sini, mundar mandir cari toga. Setelah bertanya sana sini ternyata toga ada di panitia. Saya minta toga saya, tapi ternyata toga untuk saya gak ada, toga yang seharusnya saya pakai ketuker oleh orang lain. Lagi-lagi karena panik, waktu juga udah mepet. Akhirnya saya putuskan untuk memakai toga yang ada/tersisa.
Berhubung saya gak ikut gladiresik sehari sebelumnya. Saya pikir semua toga itu sama. Ternyata saya dapet toga jurusan TKJ, sedangkan saya jurusam MM. Di mana begadanya? Toga MM itu seharusnya warna biru, sedangkan saya mendapat yang berwarna merah. Karena berbeda saya komplain ke panitia kalau ternyata toga yang saya dapet itu beda jurusan. Tapi, ini gak di gubris oleh panitia. Saya pikir saya udah tenang, ternyata harus di sibukan lagi dengan toga yang berbeda.
Tapi kok itu foto di atas berwarna biru? Berhubung saya gak PD pake toga yang berbeda warna dari teman-teman satu jurusan. Ya, saya berusaha untuk merayu dan membodoh-bodohi teman saya, ternyata berhasil. Akhirnya saya pun tukeran dengan toga teman saya. Padahal dia satu jurusan sama saya. Jahat? mungkin. hehe.
Saya gak mau banyak cerita, mungkin ini ada beberapa foto2 saya bersama teman-teman yang lain yang di ambil setelah acara:

(Ini foto saya bersama teman-teman saya yang lain, bisa di bilang namanya Laskar Petir. Sebenarnya masih banyak yang lain tapi entah mereka sedang berada di mana saat itu. Rivan, Agus, Saya, Denny, Tomi, dan Andri)
(Ini foto saya bersama Laskar Petir versi lebih banyak. Denny, Alan, Angga, Ndaru, Odoy, Saya, Agus, Mamay, dan Wais)
(Ini foto saya bersama Laskar Petir dan Pak Haji guru agama. Dialah salah satu guru favorite anak-anak. Mohon maaf namanya gak bisa saya sebutin satu persatu, soalnya terlalu banyak hehe)
(Ini foto saya bersama MLM dan adek-adek kelas saya. Pada saat ini saya baru selesai manggung, ternyata saya dikagetkan dengan di ajakin foto bareng mereka. Saya pikir mereka cuma mau foto sama personel dari MLM, tapi ternyata saya juga di ajak/mungkin di antara mereka ada yang ngefans sama saya. Hehe. Maaf saya gak bisa nyebutin namanya, soalnya saya gak terlalu kenal tau siapa aja. Nanti yang ada malahan salah sebut. Hehe)Salam --
Wednesday, May 11, 2011
Kata Rasa Cinta (Kok Jadi Curhat! II)
Saya ingin berbicara tentang 'kata'. Dalam segi bahasa, pengertian kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Menurut saya “kata” adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat di gunakan dalam berbahasa.
Terdapat makna dalam setiap kata. Salah dalam berkata dalam sebuah kalimat dapat mengandung makna yang berbeda. Kata sendiri dalam keluar baik dalam ucapan ataupun tulisan, baik secara diplomatis atau tidak diplomatis, puitis atau tidak puitis tapi menurut saya yang terpenting dari kata adalah jujur/tulusnya dia berkata. Karena yang paling bermakna dari sebuah kata adalah jujur bukan dusta.
Dalam rasa sebenernya bersangkutan dengan cinta, yang di sebut rasa cinta. Soalnya menurut wikipedia cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Jadi, kalau di simpulkan cinta itu adalah sebuah rasa tepatnya rasa hati (perasaan). Nah, seperti dengan perasaan saya yang lagi gak menentu saat ini. hehe.
Saya pernah tulis sebelumnya "Persetan! dengan cinta yang tak harus memiliki. Karena perasaan cinta atau rasa sayang itu harus bertimbal balik, kalau gak ada timbal balik, mungkin lebih baik gak usah mencintai. Buat apa ngasih rasa sayang buat orang yang nggak mau menyayangi balik?". [Kalau belum baca, silahkan baca artikel saya "Kok Jadi Curhat!"]. Setelah menulis artikel itu disini malah menjadi bermunculan pertanyaan dari diri saya sendiri. [Karena mungkin waktu itu kondisinya berbeda dengan saat ini saya rasakan] "Apa dia masih mencintai saya?", "Apa dia masih ada rasa sayang untuk saya?", Jika iya "kenapa harus berakhir?", dan jika tidak "Apa saya harus menunggu sampai dia benar-benar yakin dengan perasaannya?" atau "Mungkin lebih baik saya yang berhenti?". Membingungkan? Memang. Susah juga memang untuk tidak mencintai orang yang benar-benar kita cintai dengan tulus kalau belum ada pengantinya. Yang pasti sampai saat ini saya masih cinta dan sayang sama dia. Hehe.
Semua pertanyaan ini seakan menjadi misteri. Yang akan terungkap jika saya menanyakannya langsung. Tapi butuh waktu yang tepat untuk menanyakannya. Ingin sebenarnya saya nanya langsung, tapi terkadang saya berfikir memang lebih baik saya diam. Karena percumah juga saya nanya, soalnya kalau dia emang sayang kenapa harus berakhir? Berarti kalau begitu jawabannya 'Tidak'. Tapi di lain sisi saya merasa penasaran dengan pertanyaan pertanyaan tersebut. Kerena sudah cukup lama juga saya diam. [sekali lagi kondisi waktu itu berbeda dengan saat ini yang saya rasakan].
Jadi yang pasti di sini adalah jika mencintai seseorang itu harus di perjuangin, bersyukur kalau bisa memiliki. Tapi kalau udah berjuang masih gak ada rasa timbal balik, jangan di paksain! karena kalau di paksa belum tentu nanti hasilnya baik. Jadi, lebih baik berhenti.
ingin sungguh aku bicara satu kali saja
sebagai ungkapan kata perasaanku padamu
telah cukup lama ku diam di dalam keheningan ini
kebekuan di bibirku, tak berdayanya tubuhku
[Anji - Ternyata Cinta]
kan butuh waktu tuk membuktikannya
semua rasa yang ada di antara kita
senang selalu memulai semua kisah cinta
walau pun di antara sedih kan menyapa
[Drive - Seakan di surga]
Aku tak beranjak menatap hidupmu
Meski kau tak lagi bersamaku
Saat kau tak bisa hadapi semua
Perih yang mendera karenanya
Datang kepadaku sandarkan hatimu
Kapanpun kau mau kan ku tunggu
Ku menunggu
[Drive - Disini]
Itu beberapa kutipan lirik yang cukup mewakili perasaan saya saat ini. Disini saya hanya sekedar berbagi [unek-unek] saya saja. Dan, maaf kalau malah jadi curhat lagi. Hehe. Daripada tambah ngaco dan karena sudah gak sabar untuk memposting tulisan ini, jadi tulisan ini saya akhiri saja.
Semoga dengan saya menulis postingan ini, ada yang sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya tadi. Amin :D
Monday, April 18, 2011
Kok jadi Curhat!
Dengan tiba-tiba di putusin degan alasan yang sebenernya belum saya mengerti. [Maklum masih ada perasaan luka. Mungkin karena belum ada pengganti]. Hehe. Tapi, kalau ngomongin salah atau nggknya mah emang gak perlu si laki-laki berbuat salah untuk di putusin cewe. Apa saya selingkuh? Nggk ah! Memang terkadang, banyak cewe yang mutusin cowoknya tanpa adanya kesalahan. Mungkin, itu karena si cewe udah ilang aja persaannya alias udah gak sayang!
Loh kok lu bisa ngomong gini, Jor?
Ini sebenernya dari pengalaman saya sendiri. Ketika ada suatu hari seorang temen perempuan saya sms saya dengan kata "Jor, kata-kata buat mutusin yang bagus gimana ya? Gue pengen pegat sama cowo gua". Tersontak saya pun bingung dengan pertanyaan dia. "Waduh, lu ngarang aja sendiri deh. Emang putus kenapa?" pertanyaan saya untuk dia. Terus dia bales "Sebenernya gak apa-apa sih. Cuman gue bosen aja". Entah dia jujur atau nggk. Yang langsung terpikir di pikiran saya adalah "Waduh! berabe juga nih kalau kaya gini kejadiannya". Hehe. Maka dari itu, setelah saya pikir-pikir itu, saya jadi sadar kalau laki-laki itu gak harus punya kesalahan untuk di putusin.
"Cinta itu gak harus memiliki"
Persetan! dengan kalimat itu. Dulu saya emang percaya dgn kata-kata itu. Karena dulu saya berpikir kalau dia perempuan yang tepat. Yang selama ini saya cari. Tipe saya banget. Tapi saya sadar, kalo perasaan saya itu semu! Kalo dia emang sayang sama saya, nggak akan dia ninggalin tanpa alasan yang jelas! Dan, ternyata percumah juga saya mencintai tanpa rasa timbal balik. Karena rasa sayang itu harus ada timbal balik. Buat apa ngasih rasa sayang buat orang yang nggak mau menyayangi balik? Mending cari lagi perempuan lain yang ingin menyayangi dengan apa adanya. Meskipun memang berat untuk melupakan dan sebenernya masih ada rasa berharap. Hehe. Ya, tapi urusan hati dan perasaan mah emang sulit untuk ditebaknya. Terima dan nikmatin ajalah semuanya. Dan, bersyukur kalau hubungan yang sebelumnya bisa diperbaiki untuk lebih baik.
Jadi, intinya adalah. Bukan maksud menggurui, atau sok bijak ya. Buat kamu yang sekarang disakiti orang. Urusan percintaan maksudnya. Tenang saja. Semua ada saatnya. Nanti juga dapat yang lebih baik. Nanti juga kamu menemukan kebahagiaan yang kamu cari. Dan saya percaya itu.
Tuhan itu maha Adil.
Saturday, April 16, 2011
Masa Indah Putih Abu
Ya, dalam hitungan hari masa depan saya di tentukan. Bersekolah selama 3 tahun, dan hanya ditentukan dengan 3 hari dan 3 pelajaran saja. Adil? Menurut saya sih tidak tapi apa boleh buat ini udah jadi keputusan pemerintah. Ikuti dan nikmati aja. hehe.
Tapi buka masalah UN yang saya ingin ceritakan. Disini saya akan sedikit menceritakan tentang saya sekolah di SMK selamat 3 Tahun. Sudah 3 tahun bersama dengan teman-teman di sekolah. Gak kerasa ternyata sebentar lagi kita harus berpisah. Dan pasti kita akan menentukan masa depannya masing-masing. Meraih mimpi kita masing-masing.
Banyak sekali kenangan indah di masa sekolah. Mungkin kenangan ini hanya dapat saya ceritakan nanti dengan anak atau cucu saya kelak. Dari yang Suka, Duka, dan Nakalnya saya di sekolah. hehe.
Pertama kali masuk SMK mungkin saya merupakan orang yang kurang bergaul dengan. Hanya ada beberapa teman deket saja. Kalau misalnya di tanya siapa aja teman-teman di angkatan saya waktu itu, mungkin hanya beberapa saja yang saya kenal. Entah karena apa saya gak terlalu senang bergaul di sekolahan. Soalnya saya lebih banyak bergaul di lingkungan luar sekolah. Hehehe.
Di kelas 1 saya hanya bergaul dengan teman-teman sekelas aja. Kalau yang bukan teman sekelas, saya mungkin gak kenal dengan mereka. Atau karena saya orangnya pendiem jadi orang-orang juga segan untuk berbicara dengan saya. Padahal kalau di ajak ngobrol mah saya gak keberatan. Tapi ini cukup aneh menurut saya, kalau mereka yang tidak saya kenal ternyata mereka kenal dengan saya. hehe.
Mulai naik ke kelas 2, pertemanan saya mulai sedikit meluas. Tapi gak sepenuhnya saya bergaul di sekolah. Lagi-lagi hanya teman sekelas aja. Berhubung kelas baru dan penghuninya (teman-teman) pun pasti baru. Tapi hampir dari 60% penghuninya adalah teman saya yang sudah saya kenal di kelas 1. Hanya ada beberapa saja penghuni barunya. Hehe.
Tapi di kelas 2 ini cukup banyak kenangan. Berhubung di kelas 2 ini saya sedang di tugaskan untuk magang di salah satu kantor Asuransi di Jakarta. Ada 4 orang yang saya ajak untuk magang ini. Soalnya ini perusahaan dulu Ibu saya bekerja. Jadi saya di kasih kesempatan untuk magang di kantor ini. 5 orang yang manang di Jakarta itu adalah Saya, Nurhadi, Deri, Andri, dan Muhidin. Kalau Nurhadi dan Deri memang teman dekat saya di Sekolahdari kelas 1. Berhubung kalau si Nurhadi teman deket saya untuk Nebeng pulang bareng dari kelas 1 sampe kelas 2. Hehe. Dan kalau si Deri temen kelompok saya dalam urusan kerja kelompok. Sedangkan yang dua lagu Andri dan Muhidin adalah teman saya yang waktu itu belum mendapatkan tempat magang jadi ya saya ajak mereka. Soalnya saya waktu di minta 5 orang untuk magang di sana.
Pada saat saya magang di sana, saya benar-benar merasakan yang namanya kerja meskipun baru sekedar magang saja. Abis subuh itu yang biasanya saya masih santai-santai/tidur di rumah, tapi pas magang saya harus segera pergi untuk magang. Kenangan dari mata ngantuk karena kurang tidur yang akhirnya saya sering ketiduran di ruangan kantor kalau kerjaan udah selesai. Desek-desekan di kereta dengan orang banyak. Setiap hari makan masakan padang pas istirahat. Pulang sore naik bis ke rumah tante saya dengan kemacetan yang ada di Jakarta.
Dan adalagi hal yang gak mungkin untuk saya lupakan dan hal ini menjadi hal terlucu menurut saya. Jadi, ketika saya lagi jalan dari stasiun menuju kantor. Dengan tiba-tiba teman saya yang bernama Nurhadi di cium pipinya oleh seorang pria yang sedikit melambai. Entah karena muka dia yang imut seperti Maho atau Dia cukup menggairahkan buat banci itu atau Entahlah. Tapi yang pasti pada saat kejadian ini saya ketawa ngakak di pinggir jalan dan lupa akan segalanya. Hehe. Dan masih banyak lagi hal yang menesankan lainnya.
Mulai beranjak naik ke kelas 3, nah di sini saya mulai berbaur dengan yang lain. Lagi-lagi karena kelas baru dan penghuni baru. Dan di kelas baru ini 80 %nya adalah teman-teman yang belum saya kenal sebelumnya. Mulai dari sinilah di kelas 3 saya lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolah. Dan di kelas 3 ini juga gak kalah mengesankan dari kelas 2. Hehe.
Di kelas 3 ini saya memiliki kelompok yang bernama "olok-olok". Entah dari mana nama ini di ambil, tapi yang pasti kita ini senang sekali mengolok-olok orang lain, jadi orang sering di sebut "olok-olok". Kelompok ini bukan kelompok belajar bareng tapi kumpulan anak-anak pemberontak dan kritis. Olok- olok sendiri terdiri dari 7 orang: Saya, Ndaru, Alan, Angga, Agus, Aji, Denny. Tempat nongkrong kami gak lain dan gak bukan adalah di rumah Alan. Hampir setiap hari dan setiap pulang sekolah kami kumpul di rumah si Alan. Berhubung juga karena rumahnya gak terlalu jauh dari sekolah.
Semakin banyak yang nongkrong di rumah Alan. Di sini juga saya jadi kenal dengan teman-teman yang lain. Dari yang dulu hanya sekedar kenal di kelas 3 jadi deket karena sering nongkrong bareng. Ini dikarenakan kakanya si alan yang masi satu sekolah dengan saya dan satu angkatan juga namaya Mamay sering ngajak nongkrong bareng temen kelasnya di rumahnya. Jadi kami berbaur bersama. Sehingga gabungan kumpulan ini sering di sebut Laskar Petir (Penghuni Terakhir). Lagi-lagi saya gak tau dapet dari mana nama ini. Hehe.
Teman-teman di laskar petir terdiri dari banyak anggota: Alan dan Mamay sebagai tuan rumah, Saya, Ndaru,Angga, Agus, Aji, Denny, Ginda, Eno, Fahmi, Bamabang, Odoy, Deri, Tommy, Wais, Fajar, dll. Kebersamaan dan kesederhanaan di sini sangat terasa. Dari kumpul bareng, ngopi bareng, main kartu bareng, ngolok-ngolok bareng, becanda bareng, cabut sekolah bareng, semuanya hampir di lakukan bareng-bareng. Dan yang pasti dari kumpulan ini yang gak bisa saya lupakan adalah taruhan futsal. Soalnya hampir dari semua kumpulan yang ada di sekolah saya, dari mereka gak ada yang bisa ngalahin tim futsal saya (sombong). Hehe. Dan dari hasil menang tersebut, langsung di pake hura-hura di rumah Alan (Petir).
Gak kerasa ternyata sebentar lagi udah kelulusan. Masa Putih Abu tinggal beberapa hari lagi. Setelah itu mementukan masa depan sendiri-sendiri. Gak ada lagi kalau cabut sekolah ke ngumpul di rumah Alan, pesta phora bareng abis maen futsal, ketawa bareng, mengolok-ngolok yang satu dengan yang lain, di kelas nyontek bareng, dll. Pokoknya banyak sekali hal-hal yang mengesankan dari masa Putih Abu.
"Tiada lagi canda tawa di antara kita. Mungkin nanti suatu masa. Kita kan bersua kembali". Cukup sedih memang kalau harus berpisah dengan kalian. Tapi di lain sisi juga pastinya kita semua pengen lulus dan menggapai cita-cita masing-masing. Semoga aja kelak kita bertemu dan menjadi orang yang sukses semuanya. AMIN.
Monday, April 11, 2011
Sekarang 11 April 2011
Ya, sekarang tanggal 11 April, seharusnya hari ini adalah 3 bulan Anniversary saya dengannya. Namun ternyata ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang. Mengapa?
Karena tepat pada tanggal 2 April kemarin kurang lebih pada pukul 14.30 ada pesan singkat yang masuk ke hp saya. Pesan singkat ini rasanya tak ingin saya terima dan seharusnya pesan singkat ini gak masuk ke hp saya. Tapi apa boleh buat. Tercengang, kaget, diam tak berdaya seketika sambil di selimuti rasa tak percaya saat saya membacanya. "Apa hubungan saya sesingkat ini?". "Kenapa?". "Apa tak ada yang bisa di perbaiki?". Itulah pertanyaan yang langsung menyelimuti saya.
Ya, Pesan itu ternyata masuk dengan kalimat yang sangat mengagetkan saya. Ternyata hubungan saya harus berakhir cukup sampai di sini. Mood main PB hilang dengan seketika. Karena pada saat pesan itu masuk saya sedang main PB dengan teman2 saya. Yang tadinya tertawa lepas tiba-tiba berubah dengan rasa kepedihan. Gak pikir panjang saya langsung mencoba meminta penjelasannya. Sebenernya saya pengen langsung dengar langsung dari mulutnya. Tapi saya mencoba untuk menelpon, ternyata nomer saya dialihkan olehnya saat itu. Entah kenapa.
Akhirnya saya balas pesan singkat dari dia, dan meminta sedikit penjelasannya. Setelah mendengar penjelasan darinya, saya pun mencoba untuk mengerti. Walaupun sungguh berat dan sulit untuk merelakannya. Tapi, lagi-lagi apa boleh buat. Mungkin memang cinta sejati belum berpihak pada saya. hehe :D. Saya menghargai keputusan yang telah dia ambil. Ini memang bukan keputusan yang benar menurut saya, tapi mungkin ini keputusan terbaik menurut dia dan semoga bisa membuat dia merasa bahagia.
Kecewa? Ya, memang kecewa. Benci? Tidak. Buat apa kita membenci orang apalagi orang yang saya sayangi. Saya malahan sangat senang jika bisa berkomunikasi dengan sangat baik dengannya. Karena hubungan yang diawali dengan baik-baik kenapa harus diakhiri dengan saling membenci. Menurut saya membenci orang lain itu gak ada gunanya. Ya, Inilah resikonya. Cinta bisa datang kapan saja, di mana saja dan dengan cara apa saja. Begitupun sebaliknya. Jadi kalau kita siap untuk menjalin hubungan kita pun harus siap kalau tiba-tiba hubungan itu berakhir, meskipun sulit untuk melupakannya.
Masih berharap? Ya, Karena saya masih sangat mencintainya. Tapi saya pun gak mau berharap dengan begitu besar. Karena kalau terlalu besar saya takut nantinya malah makan hati kalau gak tercapai. Menyerah? Tidak, tapi saya hanya ingin menjaga diri saya sendiri dari kekecewaan. Untuk saat ini nikmati saja keadaan ini. Dalam kesepian, kesendirian, dan kerinduan.. Menunggu? Ya. Mungkin saya menggugu dia untuk benar-benar yakin dulu dengan perasaannya. Karena saya juga gak mau memaksakan kehendak dia. Kalau ternyata dia gak mau lagi untuk melanjutkan hubungan ini, sudahlah. Karena saya gak mau menjalankan hanya dengan keterpaksaan.
"Saat kau merasa bahagia, ku disini kan merasa bahagia. Meskipun kau bukan lagi miliku, tapi kau tersimpan di hatiku. Aku masih sangat mencintaimu, tak bisa tuk ku melupakanmu. Tapi ku kan coba untuk mengerti keputusanmu". Terima kasih untuk semuanya. Meskipun sekarang hubungan kita berakhir, aku harap kamu mau mengenang aku seumur hidup kamu. Gak ada yang perlu di sesali. Jangan di tangisi. Biarlah ini menjadi pembelajaran kita untuk di masa depan ˘⌣˘. Jaga diri baik-baik ya. Gapai cita-cita kamu. Aku hanya bisa mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.
Ya, saya sadar memang nasib cinta siapa yang tau. Dan, dia pernah bilang sama saya "kalau jodoh itu gak akan kemana-mana". Ehm, kalau memang ternyata nanti kita berjodoh? Kita liat aja nanti ˘⌣˘. I''ll always love you #KepadaS.
Udahan ah. Maaf nih kalau jadi sedikit curhat. hehe :D.
Akhir yang Tak Akan Berakhir
Perpisahan memang sungguh menyiksa.
Di benakku bayangan dirimu selalu ada.
Dan aku hanya dapat tersenyum menikmatinya.
Dalam kesendirian yang sungguh menyiksa.
Aku tak mampu untuk banyak berkata.
Cinta yang dulu indah terasa.
Mengapa harus berujung dengan kecewa.
Tapi aku tak ingin menjadikan kau kenangan.
Akan ku jadikan ini sebuah pembelajaran.
Mungkin untuk nanti kita lanjutkan.
Ya, kita lanjutkan di masa depan.
Friday, March 11, 2011
You’re The One For Me
Ya hari ini tanggal 11 dan itu merupakan tanggal jadian saya bersama pacar. Pertamanya saya gak sadar kalau hari ini tanggal 11. Mungkin ini di sebabkan karena saya kurang memperhatikan tanggalan. Bukan berarti saya gak punya tanggalan di rumah. Hehhe. Saya baru menyadarinya setelah beberapa jam bangun tidur lalu saya melihat jadwal UTS, dan ternyata saya libur hari ini. Untuk itu saya menyempatkan menulis ini.
Ya 2 Bulan saya berpacaran bersama Sarah Destia. Itulah nama sang kekasih. 2 Bulan memang waktu yang belum begitu lama. Masih panjang perjalanan saya dengannya. Semoga semuanya berjalan lancar dan baik2 saja. Kalau bisa sampai menikah, lalu tua. Hehe.
Pertama saya tahu dia itu waktu saya SD. Karena saya dengan dia satu SD waktu itu. Pertama mah sih biasa aja, gak ada kesan yang mendalam tentang dia. Tapi jujur saya sudah mengagguminya saat itu. Hehhe.
Hingga akhirnya saya bertemu kembali saat SMP, lagi-lagi saya satu sekolah sama dia. Entah secara kebetulan atau memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan saya juga gak tau. Hehe. Tapi waktu pertama kali masuk SMP saya masih belum kenal dekat dengan dia. Hanya sekedar kenal dan tau saja.
"Cantik Juga Ternyata" pikir saya lagi.
Beberapa bulan sebelum saya jadian memang sudah pendekatan dengan dia, tapi saya lupa bagaimana proses pendekatan tersebut. Seingat saya kalau gak salah waktu itu saya jadian sama dia di masa SMP tanggal 15-07-07. Di sebuah bioskop sambil nonton Film. Entah film apa saya lupa. Ya waktu itu saya pastinya meminta dia jadi pacar saya, memang tak seindah yang direncanakan. Karena kata-kata manis yang sebelumnya sudah ada di kepala langsung hilang entah kemana, sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, di tengah-tengah menikmati Film dan ngalor ngidul, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy?"
Yang namanya waktu itu saya masih bocah SMP dan cintanya juga masih cinta-cintaan, hubungan ini gak berjalan lama. Hanya beberapa bulan saja. Saya gak tau tepatnya berapa bulan, karena saya lupa kejadiannya kapan saya putus dengan dia. Meskipun saya sudah putus dengannya tapi hubungan saya masih berjalan baik.
Setelah lulus SMP, kita masuk SMA yang berbeda. Saya lebih memilik SMK IT dan dia memilih SMA Swasta di Bogor. Saya kira saya akan satu sekolah lagi dengan dia tapi ternyata tidak. Hehe. Saat SMK saya gak begitu tertarik untuk berpacaran, di karenakan saya gak ada yang cocok menurut saya. Ini di karenakan sebenarnya saya masih ada perasaan sama dia. Saya berharap bisa kembali bersama dia. Komunikasi kita saat itu sempat putus, mungkin karena kesibukan masing-masing. Saya yang sibuk dengan dunia saya dan dia yang sibuk dengan dunia dia.
Tak di sangka dan tak di nyana. Setelah beberapa tahun gak berkomunikasi. Saya sempat SMSan sama dia tapi hanya sesaat saja. Gak berlebihan. Dan berhubung waktu itu bertepatan dengan ulang tahunnya, saya dengan sengaja mengirim ucapan ulang tahun untuknya di tengah malam. Ternyata responnya positif dari dia.
Alhasil, saya kembali pendekatan dengannya. Hingga akhirnya setelah beberapa bulan saya pendekatan. Tak perlu saya jelaskan bagaimana pendekatannya bagaimana. Karena sangat panjang dan penuh dengan lika liku. Hehe. Akhirnya, saya meminta dia untuk menjadi pacar saya lagi. Tepatnya pada 11-1-11. Seperti yang sebelumnya, tak seindah yang direncanakan. Rencana yang sudah saya rancang sidikit berantakan waktu itu. Entah karena apa. Saya berikan dia bunga dan Coklat. Karena sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, setelah saya memberikan itu semua dan setelah ngalor-ngidul gak jelas lagi, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy lagi?"
Sarah seorang penari. Dia ikut sanggar tari. Setahu saya tari yang dia pilih bukan Modern tapi Tradisional. Saya pernah melihat dia menari, memang bagus. Tapi saya bingung dia menari apa, karena saya gak ngerti dengan tarian dia. Hehe. Dan, ternyata dia bercita-cita menjadi Guru bukan penari. Setahu saya memang dia rajin sekali belajar. Ini berbeda dengan saya yang sangat malas untuk belajar.
Sarah juga menyukai RAN, dia menyukai salah satu personil dari RAN. Rayi, kalau saya gak salah. Yah, selera musik memang berbeda-beda. Dia yang lebih menyukai Jazz atau lagu-lagu slow. Saya sendiri lebih menyukai lagu-lagu Metal atau keras. Bukan berarti saya gak suka lagu-lagu Slow. Tapi saya gak tau dia suka Metal atau tidak. Menurut saya sih tidak. Hehe.
Kami jarang bertengkar, meskipun saya suka sedikit kesal kalau dia sedang bermain dengan teman-temannya lalu lama bales SMS saya. Ini disebabkan karena saya khawatir dengan dia. Tapi itu hanya kesel-kesel kecil yang hilang dengan sendirinya.
Saya kurang tahu tentang Keluarga dia karena saya belum pernah bertemu dengan keluarganya. Tapi, yang penting Sarah mau mengerti saya dan saya mengerti dia. Dia mengerti, bahwa saya sayang padanya, dan saya butuh di sayangi juga :p. Banyak pembelajaran hidup yang saya dapat dari dia. Mengutip lagu Maliq & D'Essentials "you’re the one for me".
Udah ah, ternyata lapar juga membuat artikel ini. Doakan kami biar terus berjalan lancar dan hubungan kami baik-baik saja.
Selamat 2 Bulanan ya, sayang :*
Wednesday, March 2, 2011
Diriku, Aku dan Kamu
Diriku adalah aku, yang selalu ingin melakukan sesuatu untukmu, agar kamu dapat tersenyum.
Diriku adalah aku, yang selalu terdapat dirimu di dalamnya.
Diriku adalah aku, yang bisa tahu bagaimana caranya yang benar untuk mengisi hariku, karena mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang dimana setiap hembusan nafasku itu menandakan aku mencintaimu. Sampai aku tak tau lg bagaimana caranya bernafas.
Diriku adalah aku, yang tak bisa untuk tidak mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang mencintaimu dgn caraku sendiri.
Diriku adalah aku, yang telah berjanji kepada Tuhan untuk membuatmu bahagia.
Diriku adalah aku, yang selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah menciptakanmu.
Diriku adalah aku, yang selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.
Aku Kamu yg saling mencinta, dgn cara saling menjaga, dalam setiap doa.
Kita adalah dua yang berada di dalam rasa yang sama.
: <-- Aku + ) <-- Kamu. Aku + Kamu = :) <-- Kita
Aku + Kamu = Kita = Satu
Tuesday, February 22, 2011
Ya Beginilah Saya
Gak taunya bener. Tengah malam. Terbangun. Perut lapar. Kasak kusuk kedapur. Berharap ada makanan. Eh, ternyata ada bihun. Gak mikir panjang. Langsung aja dimakan. Dan sekarang udah kenyang. Pengen tidur lagi. Tapi gak bisa. Ambil sebatang. Nyalain korek. Stel tv. Eh ada green day. Nonton dulu ah.
Acara green day udah selesai. Bertepatan sama habisnya sebatang. Nyoba untuk tidur. Ternyata gak tidur2 juga. Nyari acra tv yg bagus. Tapi gak ada. Bingung mau ngapain. Saya twitteran. Bosen. Akhirnya, matiin tv. Pasang mp3 di hp. Semoga aja ketiduran.
Udah beberapa lagu. Ternyata belum juga bisa tidur. Liat jam. Udah jam 03.00. Iseng buka twitter lagi. Bosen lagi. Saya mengkhayal sebentar. Ahhirnya mata udah mulai ngantuk. Nyoba lagi buat tidur. Dan akhirnya ketiduran juga.
Pasti Anda bingung apa maksud dari tulisan saya? Sama, saya juga bingung dengan apa yang saya tulis. Tapi, ya beginilah yang saya lakukan di tengah malam tadi. Yang membuat saya sedikit kesal karena terbangun di tengah malam. Perut yang lapar cukup membuat saya bingung. Kenapa setiap kali saya lapar saya pasti terbangun di tengah malam? Padahal saya ingin sekali tidur pulas. Dan hal yang paling menyebalkan. Ialah di saat perut udah kenyang tapi masih aja gak bisa untuk ngelanjutin tidur. Padahal besoknya saya harus bangun pagi untuk sekolah.
Ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi beberapa kali. Mungkin inilah salah satu sebabnya kalau saya itu suka males untuk bangun pagi. Atau mungkin karena saya sudah terbiasa begadang? Atau memang pada dasarnya saya itu orang yang di takdirkan untuk malas bangun pagi? Ah, bingung kalau di pikirkan. Dari pada saya nanti tambah bingung dan membuat anda juga bingung. Lebih baik, saya akhiri saja tulisan saya ini hehhe.


