Showing posts with label my life. Show all posts
Showing posts with label my life. Show all posts

Saturday, September 28, 2013

Selamat 28, September.

Selamat 28, Septermber.
Saat ini adalah hari dimana saya dilahirkan, hari dimana saya merasakan kefanaan di dunia keluar dari rahim seorang ibu yang sebelumnya mengalami proses yang cukup lama. Terimakasih, Ibu, Ibu, Ibu, Ayah.

Menurut saya, tidak ada yang harus dirayakan untuk bertambahnya usia. Kita hanya harus menghargainya. Biasanya saya menghargai hari kelahiran dengan perenungan dan nyepi. Ini adalah saat dimana saya semakin gelisah untuk menjalani hidup. Semakin merasakan tanggung jawab dalam menjalani hidup. Bertambahnya usia yang semakin tua atau pemikiran yang tidak bisa menjadi dewasa bukanlah suatu masalah. Tetapi yang menjadi masalah adalah berpikir jika hidup saya tidak bermanfaat untuk sesama. Dan itu yang sering ada dalam hidup saya. Saya tidak tahu sisa umur saya berapa. Tetapi, hidup berbicara tentang perjuangan. Berarti sudah cukup lama saya untuk merasakan hidup. Setelah melewati usia belasan, sekarang saya mulai untuk memasuki usia puluhan. Dan ini merupakan awal dari saya untuk merasakan usia puluhan. Merasakan awal dari kehidupan mulai dari fase Nol kembali.

Saya percaya bahwa Nol adalah awal untuk kita ketahap berikutnya mulai dari awal kembali. Menurut saya, 0-10 merupakan masa kecil, 10-20 merupakan masa remaja, 20-30 masuk kedalam masa dewasa hingga kematangan, 30-40 berada sampai di usia matang, 40-50 masuk kedalam usia matang menuju usia tua kita, 50-60 saat dimana kita harusnya semakin merindukan kepada yang menciptakan kita menjadi manusia seutuhnya. Lebih dari usia tersebut itu adalah bonus untuk kita lebih menikmati kehidupan. Kita mempunyai lima tahapan dalam hidup. Tapi saya hanya membagi menjadi empat bagian: Remaja, Dewasa, Matang, Tua. Karena masa kecil (anak-anak) merupakan masa pembentukan diri kita, belum seutuhnya mengetahui kehidupan. Atau dalam bahasa agama disebut dengan akil-baligh. Selain itu, empat bagian ini pun saya ambil dalam karakter diri dalam tokoh pewayangan Punakawan, yaitu Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong.

Lagi, menurut saya kita harus menanamkan diri Punakawan dalam diri yang terdiri dari Cipta, Rasa, Karsa, dan Karya. Pada usia remaja kita memasuki proses Cipta (pemikiran dan akal), dewasa kita memasuki proses Rasa (memakai hasil pemikiran dan akal dengan perasaan), Karsa adalah tahap dimana kita memasuki usia matang (niat dan kemauan), dan sampai pada puncaknya Karya (pencapaian dari Cipta, Rasa, dan Karsa menjadi sesuatu yang menghasilkan). Atau jika ingin menemukan siapa diri kita dari dalam. Kita harus melalui jalan yang sepi, menuju jalan yang sunyi, lalu menuju ke jalan hening, hingga sampai pada akhirnya mencapai jalan suwung. Jalan sepi adalah jalan menyendiri dan jauh dari keramaian rame ing sepi, disini pemikiran dan akal diolah. Menuju kedalam jalan hening atau sunyi dengan kembali ke keramaian rame ing rame, maka disini rasa akan diasah dengan keseharian. Lalu, kita melalui jalan hening yang dimana kita menyepi dalam keramaian sepi ing rame. Hingga pada akhirnya kita menempuh jalan suwung, dimana sepi dan ramai tidak ada bedanya. Mencipta disemua keadaan. Berkarya sepanjang masa. Tetapi, semua ini tidak harus terpatok pada usia yang saya sebut diatas. Jika Anda baru mengetahui pelajaran yang seperti ini dan ingin mengetahui kesejatian diri, bisa memulai dari awal. J

Pada waktu SMP atau proses setelah saya mengalami masa kecil, saya mengalami proses awal kegelisahan dalam diri. Kegelisahan disini bukan berarti galau. Menurut saya, kegelisahan adalah suatu keresahan yang mimiliki poros, tetapi kalau galau itu tidak. Dalam kegelisahan saya mulai mempertanyakan siapa sesungguhnya diri saya. Mempelajari asal muasal diri saya (asal muasal perwujudan diri saya). Darimana saya diciptakan, untuk apa, dan nanti akan kembali kemana setelah saya mati. “Karena sesungguhnya sesuatu yang hidup sudah pasti akan mati, tetapi yang mati belum tentu akan dimatikan”. Pertanyaan demi pertanyaan muncul dari akal pemikiran saya. Dengan awal kegelisahan tersebut, saya mengalami yang namanya proses berkembang. Saya mencoba berkembang dengan diri saya sendiri. Mencari tahu rahasia (jawaban) dari setiap pertanyaan. Dan pertanyaan sudah membuat saya menjadi berkembang. Dalam hidup pertanyaan bagaikan batu bata yang dibangun untuk menjadi suatu rumah. Disusun sekian banyak dan sedemikian rupa hingga rumah tersebut itu jadi. Pertanyaan juga suatu proses pembelajaran kita. Untuk itu mengapa dalam hidup kita diharuskan untuk selalu belajar. Apapun, dimanapun, kapanpun, oleh siapapun, dan dengan cara bagaimanapun. 

Sejak SMA saya juga mulai mempertanyakan kesejatian hidup. Saya mulai merindukan yang namanya kematian. Merindukan pencipta saya. Saya bukan orang yang takut untuk mati. Saya merupakan orang yang takut untuk hidup di dunia. Tapi dunia juga telah mengajarkan saya untuk berkelana dalam hidup. Berserah. Mencari keseimbangan dalam diri. Mengisi ketiadaan dalam diri. Meyakini diri dalam diri sendiri. Belajar. Diskusi. Tidak untuk sukses. Tidak untuk bahagia. Toh nanti juga kita akan mati. Selain itu, sejauh ini saya pun masih belum mendapatkan makna dari sukses dunia yang seungguhnya/kesejatian, begitupun bahagia. Karena yang saya dapat di dunia hanyalah kegembiraan dan kesenangan semata. Sedangkan yang saya cari adalah bahagia yang sejati. Mungkin ini bisa menjadi bahan pembelajaran saya selanjutnya. Tetapi sesungguhnya bukannya hidup di dunia ini hanya senda gurau belaka? Ya, sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau [QS Muhammad [47]:36]. Hidup adalah permainan sandiwara. Didalamnya terdapat kisah, babak, plot, adegan, skenario, karakter dan ide. Dia yang menjadi Sutradara, yaitu empunya ide. Dia menghidupkan karakter. Dari karakter muncul skenario, yang sedari-mula telah dituliskan. Tiap aktor atau aktris adalah perwujudan dari karakter yang kisah hidupnya dalam babak demi babak telah ditentukan dalam plot atau alurnya. Sesempurna mungkin ditiap adegan dan tidak mungkin keluar dari skenario. Matilah sandiwara, kisah, babak, plot, adegan dan skenario jika Sutradara menghendaki. Berubah plot jika Sutradara menghendaki. Namun Ide tidak akan pernah mati. Ia hidup sejak bermula hidup. Hidup yang tidak berakhir.

Saya menyadari bahwa saya terlahir sebagai janin sendiri-bukan berarti tanpa bantuan dan pertolongan orang lain-maka nanti menjadi mayat pun sendiri. Hingga sekarang saya menganggap diri saya di dunia ini tidak ada. Bukan siapa-siapa, bukan apa-apa, tidak mempunyai apa-apa untuk dunia. Tetapi apa-apa yang ada hanyalah Dia, Allah Yang Maha Ada. Meski tidak tampak, sesungguhnya Ada-Nya ada. Seperti angka yang dimulai dari 1-9, Dia adalah 0. Tidak berada didalam, tidak berada diluar dari angka. Seperti saya yang tidak bisa melihat telinga, jantung, paru-paru dan semua organ yang berada didalam diri saya atau tidak tampak di dalam saya sendiri, saya meyakini Ada-Nya. Karena buktinya saya bisa mendengar, bernafas, dan hidup. Seperti agama Islam yang berkedudukan sebagai agama penyempurna dari semua agama. Saya pun ingin menjadi penyempurna untuk semesta dan diri saya. Penyempurna harus ada yang disempurnakan, pun sebaliknya. Jika tidak ada yang disempurnakan lalu apa fungsi penyempurna. Penyempurna pun bukan berarti paling sempurna. Maka dari itu Islam tidak berdiri sendiri, saling menguatkan dengan agama-agama lain. Begitupun hidup dan diri saya. Selain dengan orang-orang yang berada disekitar saya sebagai penyempurna untuk diri saya. Pemberdayaan akal, hati, dan pemikiran saya tetap harus disempurnakan. Jasmani-rohani dan raga-jiwa harus seimbang agar saling menguatkan. Bukan hanya raga yang harus diolah. Begitupun hati, rasa dan ilmu juga perlu untuk diolah.

Nol adalah awal dari segalanya. Saya dalam proses untuk mencoba bunuh diri. Bunuh diri bukan berarti membunuh diri (raga). Tetapi membunuh segala rasa penyakit hati (sirik, dengki, iri, dendam, munafik, dusta, dsb) untuk menjadi terlahir kembali. Berkenala kembali dari titik nol di tahap berikutnya.  Menjadi manusia yang berbudaya-manusia yang mengambil suatu makna- bukan manusia pragmatis-manusia realistis yang mengambil nilai guna- dalam hidup di dunia. Mungkin dengan ini saya bisa menemukan bahagia yang sejati sebelum berlanjut untuk mencapai Kesadaran asal-muasal kejadian. Lalu Menemukan Cahaya. Cahaya di atas Cahaya. Semoga.

Tidak untuk bermaksud untuk menggurui, tetapi saya disini hanya berbagi bagaimana saya belajar. Bersyukur jika bermanfaat. Tidak pun tidak apa-apa. Tidak ada paksaan. Maafkan segala kesalahan saya dalam berkata.
Salam--

Tuesday, July 23, 2013

Memanusiakan Manusia, Memuliakan Sesama

Setiap manusia adalah mahluk, namun tidak setiap mahluk adalah manusia. Bahkan ada pula manusia yang belum menjadi manusia yang seutuhnya. Kita bisa belajar untuk memanusiakan manusia, memuliakan sesama. Manusia merupakan mahluk sosial. Manusia merupakan mahluk yang tidak bisa hidup sendiri. Bahkan untuk membenci seseorang pun kita harus membutuhkan orang lain untuk dibenci, begitupun sebaliknya, untuk mencintai seseorang kita pun harus membutuhkan orang lain yang harus kita cintai. Demi massa sesungguhnya manusia itu merugi. Maka dari itu, alangkah baiknya jika kita untuk selalu mencintai antar sesama. Bermanfaat dan berguna bagi sesama.

Pada waktu kecil saya pernah mempertanyakan bahwa kenapa manusia di dunia itu harus membeli tanah kepada pihak tertentu, padahal sejatinya tempat yang kita tinggali ini merupakan bumi Tuhan? Dari pertanyaan tersebut saya mencari jawabannya, saya belajar untuk memahami kehidupan. Saya belajar melalui pelajaran di sekolah, berdiskusi dengan teman atau siapapun itu yang bisa untuk diajak berdiskusi. Karena sesungguhnya di dunia ini tidak ada yang lebih tahu diantara kita. Hanya lebih dahulu tahu, tidak kurang, tidak lebih. Siapapun adalah murid siapapun. Guru pada mulanya merupakan seorang murid. Namun, seorang murid pada akhirnya belum tentu bisa menjadi seorang guru.  Maka dari itulah guru adalah sebaik-baiknya murid, karena guru mampu menjaga dan memastikan ilmu untuk tetap bisa mengalir. Dan sebaik-baiknya guru adalah ia yang masih belajar bahkan kepada muridnya.

Kembali kepada pertanyaan saya diatas. Ketika saya belajar di sekolah, seorang guru menjelaskan kepada saya tentang fungsi negara didirikan. Ketika itu pula saya menemukan jawaban dari pertanyaan saya. Bahwa suatu negara berfungsi agar suatu wilayah itu bisa berkembang serta memakmurkan rakyatnya. Agar siklus perekomonian terus berputar dan negara tersebut bisa tetap bertahan. Negara melakukannya dengan cara mengambil pajak dari rakyat, memanfaatkan kekayaan alam untuk diolah, dan sebagainya. Alam dan manusia memang erat kaitannya. Manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa mahluk-mahluk yang mendukungnya. Akar dan batang tanpa air dan tanah, tiada berdaya. Daunan tanpa sinar matahari, layu dan mati. Bunga tanpa lebah, alur ekosistem terganggu dan bahkan terhenti. Seperti itulah kita berada di dunia. Saling membutuhkan satu sama lain.

Tapi pada kenyataannya kini, manusia seolah-olah tidak peduli kepada alam. Saya berpendapat bahwa Tuhan menciptakan manusia memang untuk merusak. Karena manusia untuk mengolah tambang minyak, manusia harus mengebor bumi terlebih dahulu. Menghasilkan kertas atau alat-alat property rumah, manusia harus menebang banyak pohon. Ekploitasi alam secara berlebihan terus dilakukan oleh manusia hingga saat ini. Manusia seolah tidak pernah puas akan materi untuk memperkaya diri sendiri. Mall, Apartment, hingga perumahan mewah semakin banyak dibangun tanpa memperdulikan wilayah lingkungan hijau dan sesama manusia disekitarnya. Manusia seolah tidak seperti manusia. Manusia bahkan kalah mulia dengan binatang. Jika binatang bisa berhenti dikala perut mereka telah kenyang, tapi manusia seakan-akan tidak pernah merasa kenyang untuk memperbesar perut mereka. Terus mengejar harta dan tahta tanpa pernah merasa cukup. Padahal Tuhan menciptakan manusia sebagai mahluk paling mulia dengan memberikan manusia akal budi. Bukan hanya merusak alam, manusia juga merusak dirinya sendiri. Manusia merusak dirinya sendiri dengan sifat-sifat iri, dengki, sirik, dll. Merusak. Membuat konflik dengan permusuhan. Kekerasan mengatasnamakan agama. Sifat yang bisa menimbulkan penyakit untuk dirinya sendiri.

Tetapi disini kita dapat terus belajar, bahwa dalam setiap keburukan pasti terdapat kebaikan. Kita harus terus belajar untuk bagaimana cara bisa menjadi manusia sutuhnya. Memanusiakan manusia, memuliakan sesama.  Karena, sebaik-baik manusia adalah sesiapa yang memberikan manfaat kepada sesamanya. Dan, sebaik-baik manusia yang bermanfaat bagi sesamanya adalah ia yang tidak pernah merasa perlu untuk merasa berjasa, ia yang berbuat baik bukan untuk membuat orang lain merasa berhutang budi, dan ia yang tidak menuntut balas budi dari apa yang telah dilakukannya. Berderma untuk mengharapkan pahala memang baik, tapi jauh lebih baik lagi jika kita berderma karena kebaikan peduli antar sesama.  Kebaikan mengabadi sebagai kebaikan jika dan hanya diterima dengan baik pula, bukan dengan buruk dan merusak. Kebaikan terancam berubah menjadi keburukan jika diterima dengan buruk dan untuk merusak. Kita tetap bisa belajar dari kebaikan maupun keburukan untuk tumbuh arif dan bijak. Dari keburukan, kita belajar untuk menjadi baik. Dari kebaikan, kita belajar untuk menjadi lebih baik. Terimalah kebaikan dan keburukan dengan baik, jangan memperburuk keadaan. Jadi, jangan pernah merasa kesal ketika kita merasa ada orang yang hanya membutuhkan kita hanya disaat mereka perlu saja. Karena memang sudah kodrat kita diciptakan sebagai manusia adalah untuk bisa terus bermanfaat kepada sesama.

Apakah kita sudah menjadi manusia yang seutuhnya? Yuk, mari kita bercermin bersama dengan sama-sama mawas diri. Agar kita bisa menjadi manusia yang seutuhnya, manusia yang memanusiakan manusia, manusia yang memulikan sesama.

Salam--


Saturday, July 13, 2013

LOKANANTA: Harta Karun Musik Indonesia

 LOKANANTA; Harta Karun Musik Indonesia

(foto: koleksi pribadi)

Lokananta merupakan studio rekaman pertama di Indonesia milik pemerintah yang didirikan oleh R. Maladi pada tahun 1956. Tujuan dari didirikan Lokananta oleh R. Maladi adalah berawal untuk  kepentingan siaran RRI.  Radio Republik Indonesia yang tersebar di berbagai kota Indonesia, memiliki berbagai macam  lagu daerahnya masing-masing. Oleh karena itu R. Maladi berinisiatif untuk mendirikan Lokananta sebagai pusat tempat rekaman dan pengarsipan lagu-lagu daerah. Pada awalnya sebelum memiliki nama Lokananta, Lokananta memiliki nama ‘Indra Fox’. Indra merupakan singkatan dari kata Indonesia Raya dan fox diambil dari Bahasa Belanda. Namun  ketika nama Indra Fox diusulkan kepada Presiden Soekarno, nama tersebut tidak di setujui kerena tidak memiliki arti yang jelas. Kemudian nama Lokananta  dipilih dan diusulkan kembali kepada Presiden Soekarno. Lalu, beliaupun langsung menyetujui nama Lokananta. Lokananta memiliki arti “Gamelan dari kayangan yang bisa berbunyi sendiri tanpa penabuh”. Nama adalah doa! Konon katanya Gamelan Sri Kuncoro Mulyo yang dibuat pada zaman pangeran Diponogoro ini kerap berbunyi sendiri. Dipilihnya letak Lokananta di Kota Solo pun ternyata ada alasannya, ini dikarenakan Kota Solo yang merupakan Kota Kebudayaan Indonesia.

Kesuksesan R. Maladi mendirikan Lokananta ternyata bisa dibilang sangat sukses. Lokananta sebagai studio rekaman satu-satunya milik pemerintah dibawah naungan Departemen Penerangan Republik Indonesia pada saat itu menjadi pusat kebudayaan lagu-lagu daerah. Selain itu, Lokananta juga sebagai label rekaman besar yang banyak mencetak artis-artis lawas yang saat ini telah menjadi maestro, yaitu Waljinah, Gesang, Titik Puspa, Bing Slamet, Jack Lesmana, dll. Hingga saat ini, Lokananta masih menyimpan lebih dari 40.000 piringan hitam. Piringan hitam tersebut terdiri dari berbagai lagu-lagu daerah di Indonesia, pidato kenegaraan Presiden Soekarno, Proklamasi, hingga lagu Indonesia Raya 3 Stanza direkam di Lokananta. Studio rekaman dan peralatan yang ada di Lokananta juga masih menjadi jawara hingga saat ini. Akustik ruangan studio Lokananta bisa dibilang tidak ada tandingannya di Indonesia. Ruangan studio pun memiliki luas seukuran 2x lapangan futsal. Mixer TRIDENT buatan (London, Inggris) yang hanya ada 4 di dunia salah satunya terdapat di Lokananta. Mixer analog 32 channel ini, sampai sekarang masih berfungsi dengan cukup baik.
*****
Pada sekitar tahun 2000-an, semenjak Departemen Penerangan Republik Indonesia di likuidasi oleh pemerintah. Lokananta berada dibawah naungan Perum PNRI sebagai Perum PNRI cabang Surakarta (LOKANANTA). “Semenjak likuidasi DEPEN, pegawai Lokananta yang telah menjadi pegawai negri kembali ke induknya masing-masing dan pegawai yang bertahan di Lokananta saat ini adalah pegawai yang tersisa di jaman dulu”, ucap Titi pegawai Lokananta yang sudah berdedikasi selama 18 tahun di Lokananta. Jadi, meskipun Lokananta berada dibawah naungan perusahaan pemerintah, tetapi ternyata pegawai yang berada di Lokananta status kepegawaiannya bukan pegawai negri. Sangat membingungkan memang, ketika kita mengetahui bahwa Lokananta merupakan instansi dibawah naungan pemerintah, namun pada kenyataannya status kepegawaian para pegawai yang berada di Lokananta bukan seorang pegawai negri.

Lokananta sekarang bertahan. Biaya oprasional Lokananta saat ini lebih mandiri. Penjualan album dari produksi lagu-lagu lama kembali didistribusikan dengan bentuk kepingan CD dan pembayaran sewa lahan oleh pihak ke-3. Selain itu, lahan yang dulunya berfungsi sebagai gudang seng sekarang dialih fungsi sebagai lapangan futsal. Menurut Direktur Lokananta Pendi Heryadi dari hasil sewa lahan tersebut memberikan income yang cukup untuk biaya oprasional gaji pegawai saat ini.

Penyimpanan piringan hitam di Lokananta sebenarnya bisa dibilang kurang layak. Ruangan yang seharusnya terdapat pendingin udara (AC) untuk menjaga piringan hitam tidak berjamur, ternyata tidak terlihat di ruangan arsip. Agar suhu ruangan tetap terjaga, setiap harinya pegawai Lokananta hanya membuka-tutup jendela. Lalu menggunakan kopi bubuk dan kapur barus untuk menghilangkan bau lembab. Padahal, arsip ini merupakan identitas musik Indonesia. Indentitas kebudayaan Indonesia. Tapi pemerintah seolah tidak peduli dengan keadaan Lokananta sebagai aset berharga budaya bangsa.

*****
Lokananta seperti ayam kehilangan induknya. Ibarat kata seperti “Hidup Segan Matipun Tak Mau”. Tapi didalamnya ternyata Lokananta masih memiliki semangat. Masih terdapat pegawai yang dengan loyalitas tinggi mengabdikan dirinya untuk Lokananta. Menjaga aset berharga bangsa. Kita harus mengetahui sejarah [khususnya untuk musik Indonesia]. Lokananta merupakan rumah musik Indonesia. Akar musik Indonesia berawal dari Lokananta. Jangan sampai musik Indonesia menjadi yatim piatu yang tidak diketahui asal usulnya. Setidaknya dengan saya menulis tentang Lokananta. Untuk kalian yang tadinya tidak mengetahui darimana Musik Indonesia berasal, kalian menjadi tahu. Syukur kalau kalian bisa membantu untuk membangun kembali masa kejayaan Lokananta menjadi seperti dulu. Caranya? Dengan mempromosikan kembali aset budaya bangsa [Lokananta] ke dunia. Mengajak musisi-musisi muda melakukan rekaman atau sekadar berkunjung dan melihat gedung tua yang bersejarah bercerita dijamannya [Lokananta]. Ingat kata Bung Karno, “Never Leave History [Jangan Pernah Meninggalkan Sejarah!] Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mencintai dan tidak pernah meninggalkan kebudayaannya”.

[artikel ini belom selesai sepenuhnya, nanti akan saya post versi lengkapnya ;D]

Friday, May 10, 2013

Pengalaman Berharga

Beberapa hari yang lalu, tepatnya (7/5) baru saja saya bertemu dengan Wendi Putranto, seorang Executive Editor Rolling Stone Magazine. Seorang jurnalis yang menginspirasi saya dengan cara pemikirannya. Kepentingan saya bertemu dengan dia adalah bertujuan untuk menjadikan dia sebagai narasumber film dokumenter yang sedang saya garap dengan tim tentang studio musik Lokananta. Pilihan saya jatuh kepada seorang Wendi Putranto karena dia merupakan seorang jurnalis musik yang berkecimpung sangat lama di dunia jurnalistik musik Indonesia.

Awal mula cerita, saya telah mempunyai konsep film dokumenter telah tersusun dengan rapih. Tapi saya hanya mengetahui dia lewat twitter. Dari sekian banyak followers twitter akun @wenzrawk, saya merupakan salah satu followers-nya. Ketika saya iseng membuka timeline dari @wenzrawk, kebetulan akun email dia waktu itu terdapat di dalam timeline-nya. Jadi saya tidak perlu lagi repot-repot untuk menanyakannya. Nah! Email sudah dapat. Langkah selanjutnya jelas saja saya langsung mengirimkan email yang bertujuan untuk membuat janji agar saya dan tim bisa melakukan peliputan. Bersyukur Mas Wend merupakan orang yang cukup responsif dengan email saya. Akhirnya ditentukanlah tanggal yang diatas saya sebutkan tadi.

Pertemuan saya dengan Mas Wend berlangsung tidak cukup lama. Saya tiba di kantor Rolling Stone tempat dia bekerja sekitar pukul 18:30 (padahal seharusnya saya janjian sekitar pukul 18:00. Hehe). Untung Mas Wend sangat memaklumi hal ini dan saya berharap semoga dia sedang sibuk pada jam tersebut. Setiba di kantor Rolling Stone, saya disapa hangat oleh satpam yang berjaga di kantor tersebut. Di persilahkan saya pada sebuah ruangan yang cukup tenang yang sesuai untuk standart pengambilan gambar. Tanpa buang waktu, saya langsung set kamera yang saya bawa. Melakukan uji coba pada kamera beberapa kali agar gambar yang dihasilkan cukup baik. Setelah sekitar 15 menit berselang, datanglah jurnalis inspirator saya. Wow! Saya sempat terdiam sejenak. Entah apa yang harus saya katakan. Saya hanya tersenyum sampai saya lupa untuk mengenalkan nama saya sendiri. Hehe. Sapaan hangat dari dia membuat saya sedikit tersadar. Tapi tetep rasa grogi dan deg-degan masih terasa sangat jelas. (ini pertama kalinya saya mewawancari seorang inspirator hidup saya). Obrolan-obrolan pembuka dilontarkan untuk mencairkan suasana. Minuman dingin dan ruangan AC membuat pikiran menjadi dingin. Setelah semuanya siap. Mulailah saya dalam sesi wawancara. Seperti yang saya ucapkan diawal. Jawaban yang terucap dari seorang Wendi Putranto lagi-lagi membuat saya cuma bisa membuat saya bengong dan berkata "wow". Itu terjadi karena jawaban dia yang luar biasa ngehek dan cerdas. Pemikiran-pemikiran aneh sang Jurnalis tertumpahkan hanya dalam hitungan detik seusai pertanyaan dilontarkan. Yaa, inilah yang membuat saya terinspirasi oleh dia. Pemikiran aneh yang nyeleneh tapi cerdas.

Sekitar 45 menit wawancara selesai. Seluruh pertanyaan telah habis dilahap oleh Mas Wend. Diselang waktu, saya mencoba isi dengan diskusi kecil tentang musik Indonesia. Sementara teman saya mengemasi peralatan kamera satu demi satu. Hanya satu jam saya berhadapan dengan sang jurnalis ngehek inspirator saya itu. Sebentar memang. Tapi menurut saya itu merupakan momment yang cukup lama. Mungkin karena grogi dan ruangan AC membuat saya terasa membeku. Sebelum pamit saya mencoba mengabadikan momment dengan dia. Yeah! Ini hari yang istimewa.. Hehe.

Monday, April 2, 2012

Teruntuk Masa Lalu

Hallo, kamu apa kabar? Baik-baik sajakah? Semoga selalu baik-baik saja ya. Aku juga ga lupa untuk selalu mendoakanmu kok. Oiya, kamu sekarang berjilbab ya. Pasti kamu terlihat lebih cantik ya. Hehe. Kabarku sekarang baik-baik saja. Aku masih sama seperti terakhir kita bertemu. Iya terakhir kita bertemu. Apa kamu ingat? Yang waktu itu kamu meminjam handphoneku. Lalu kamu gak mau kasih tau aku untuk apa kamu meminjam handphoneku. Ingat? Semoga saja ya..

Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).

Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.

Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.

Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.

Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.

Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..

Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.

Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--

Monday, February 27, 2012

Liburan Ke Bali

Hallo blogspot..

Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.

Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.

Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.

Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.

Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.

Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.

Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.

Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.

Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.

Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh

Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.

Friday, November 11, 2011

11-11-11

Haloo 11-11-11 :)

Spesial nulis blog di hari sepesial. Hehe. Ya, sengaja memang saya meluangkan sedikit waktu saya untuk menulis blog dari kesibukan dan rentetan waktu bermain saya. Hehe.

Ini merupakan hari yang spesial untuk banyak orang di dunia, berhubung hari ini adalah tanggal 11, bulan 11, tahun 2011. Mungkin hari ini menjadi hari yang paling indah di tahun ini. Dikarenakan seluruh anggkanya terdiri dari angka 11 dan pastinya banyak sekali orang2 yang menjadikan hari ini sebagai momment indah mereka.

Hari yang spesial untuk orang lain tapi bukan berarti ini juga menjadi hari yang spesial untuk saya pribadi. Sebenernya ini bisa saja menjadi hari yang sangat spesial untuk saya, jika saja saat ini saya masih mempunyai kekasih (berhubung waktu itu tanggal jadian saya tanggal 11) hehe. Namun, spertinya hari ini adalah menjadi hari yang biasa-biasa saja untuk saya. Tak ada momment yang bisa diabadikan di tanggal ini. Tak ada kata 'happy 10th anniv' yang bisa di ucapkan. Yang ada hanya doa tulus. Doa untuk dia kembali. Dan doa agar dia dijodohkan untuk saya. Amin. Hehe.

Melupakan orang terkasih memang sulit. Bahkan hingga saat ini masih belum ada yang bisa menggantikannya. Meskipun sempat tersakiti, pasti orang yang kita cintai tetap saja baik di pandangan kita. Saya sendiri juga gak tau hati dia masih ada untuk saya atau nggak. Jika tidak, ya setidaknya semoga saja saya selalu ada dalam ingatannya. Hehe. Manusia memang tak ada yang sempurna. Aku dan dia pun demikian. Serta cerita kita dulu? Pastinya cerita kita tiada yang bisa gantikan. Sebegitu dalamnya sosok 'kamu' di dalam aku. Orang yang tidur satu kamar, satu kasur, bahkan satu bantalpun belum tentu bisa memiliki mimpi yang sama. Sama halnya seperti orang yang sudah pacaran sekian lama, belum tentu juga mereka berjodoh. Tapi kalau kata Anji di dalam salah satu judul lagunya sejauh ini "hatiku (berhenti) di kamu".

"#KepadaS Di dunia ini aku adalah orang yang sangat membutuhkanmu untuk aku cintai dan mewarnai hari-hariku".

Salam--

Thursday, October 13, 2011

Sebulan di Ibu Kota Jakarta

Sebulan berada di Ibu Kota Jakarta.

Udah lama juga saya gak nulis blog, sekitar 2 bulan lebih saya gak nulis di blog tercinta ini (maaf kalau agak lebay). Hehe. Mungkin ini disebabkan oleh kesibukan baru saya menjadi mahasiswa, jadi gak ada waktu buat nulis blog. Hehe.

Ya, kurang lebih sudah hampir satu bulan saya berada di Ibukota Jakarta. Pertama-tama pasti merasa asing berada di kota orang dengan orang-orang yang belum pernah saya jumpai sebelumnya. Tapi ini membuat saya belajar untuk bersosialisasi dengan orang lain. Kalau biasanya saya kenalan dari temen ke temen baru (dikenalin). Kali ini saya harus benar-benar berkenalan dengan cara lebih aktif.

Cukup banyak hal-hal menyenangkan yang terjadi disini (mungkin karena baru, jadi yang ada ya seneng-seneng aja). Hehe. Teman-teman baru saya juga asik-asik. Mereka cepat akrab dengan saya dan saya juga cukup cepat akrab dengan mereka. Padahal saya merupakan salah satu orang yang sedikit pasif kalau berada di lingkungan baru, dan cenderung agak lama untuk beradaptasi.

Diantara teman-teman kelas saya, mungkin saya bisa dibilang paling muda diantara yang lainnya (meskipun ada juga beberapa yang seumuran, tapi itu hanya beberapa orang saja). Ini disebabkan karena saya mengambil kelas malam, jadi otomatis mayoritas penghuni kelas tersebut adalah para pekerja. Jadi, saran saya jika kalian ingin merasa muda, bergabunglah dengan mereka yang tua. Hehe :p.

Pokoknya banyak banget pengalaman baru dan seru yang saya dapat di kota Jakarta saat ini. Kota Jakarta yang jauh berbeda dengan yang dulu waktu kecil saya tinggali. Kalau dulu appartemen itu hanya beberapa saja, sekarang banyak sekali appartement di bangun dengan megah. Gedung-gedung tinggi, dan kemacetan kota yang tambah parah di saat jam2 kerja khususnya.

Untuk sementara segitu dulu aja yang saya share tentang sebulan di ibukota Jakarta. Soalnya mata juga udah mulai ngantuk, dan sekarang juga udah pagi. Hehe.

Salam--

Thursday, July 14, 2011

Saya Berbicara Tentang Musik

Hallo, yihaaa! Akhirnya ada waktu juga untuk menulis blog, dan saya juga merasa kangen untuk menulis setelah saya cukup kehilangan inspirasi untuk saya tulis *halah. Hehe.

Oke, bosen kalau nulis yang cinta-cintaan melulu dan juga gak tau lagi mau nulis tentang cinta-cintaan saat ini. Mungkin kali ini saya akan sedikit nulis tentang musik. Yang pasti musik Cutting Eadge, dan perlu di ketahui kalau saya itu musisi Cutting Eadge juga. Hehe.

Dimulai dari "Apa pendapat saya tentang musik?"

Menurut saya musik adalah Jiwa, sama halnya dengan Agama. Kalau di agama ada ibadah Sholat 5 waktu, menurut saya di musik juga seperti itu dalam kehidupan saya. Seperti banyak orang-orang yang bilang, kalau dalam hidup itu harus seimbang. Dan menurut saya "hablu minawllah dan hablu minawmusik". Hehe.

"Musik apa sih yang saya suka?"

Saya cukup menghargai semua genre musik, apalagi dalam musik rock atau musik-musik Cutting Eadge. Mungkin di sini perlu diketahui juga kalau saya sebenernya kurang suka dengan musik yang menye-menye/mendayu-dayu, atau musik populer yang lagi trend di Industri musik Indonesia a.k.a (Pop Melayu). Dan saya juga masih bingung, kenapa musik seperti itu bisa trend di Indonesia? Hehe.

Oke masih ngomongin dalam kontek genre musik. Saya termasuk manusia yang addict sama musik metal, berhubung musik ini sudah melekat dari kecil dari dalam diri saya. Pertama-tama mah sih saya di perkenalkan musik ini dari sepupu saya yang juga addict sama musik metal. Mungkin untuk sebagian orang pas baru pertama kali denger pasti pada bilang musik ini aneh. Dengan ciri vokal yang 'jejerowokan'. Tapi saya rasa musik ini unik. Berbeda dari yang lain. Dan pastinya memiliki ciri khas yang berbeda dari genre-genre yang lain.

Terus, "Bagaimana dengan Musik Indonesia?"

Menurut saya musik Indonesia lagi sakit. Saya yakin yang memerhatikan musik di Indonesia juga sependapat dengan saya. Dan bisa di bilang sebenarnya musik Indonesia itu kaya dan beragam. Tapi, banyak sekali genre musik yang kurang di perhatikan oleh media-media di Indonesia. Ditambah lagi Industri Musik di Indonesia (Label Musik) yang egois dan hanya mementingkan materi semata untuk kebesaran mata mereka. Maka dari itu makanya gak aneh kalau di TV banyak sekali band-band yang menye-menye, yang menyanyi playback, dan band yang 'itu-itu' saja yang sering kita jumpai di TV. Bukan berarti saya bilang mereka yang itu jelek. Tapi wajar saja kalau kita bosan dengan 'mereka'. Soalnya kalau mau di lihat lagi lebih luas, masih banyak musisi Indonesia yang lebih bagus dan bermutu, seperti Gugun Blues Shelter yang beberapa waktu lalu mereka baru saya main di HardRock Calling di London. Selain itu juga ada band Metal yang namanya sudah kemancanegara seperti Burgerkill. Dan masih banyak lagi band-band Indonesia yang namanya sudah ada kemancanegara. Tapi sangat di sayangkan mereka kurang di expose oleh media di Indonesia.

Semoga saja kita doakan agar musik Indonesia menjadi lebih baik lagi, dan lekas sembuh dari sakitnya. Amin.

Respect! \mm/

Saturday, June 18, 2011

Pilihan dan Pilihan

Lagi-lagi harus di hadapkan dengan pilihan.

Ya, terkadang kita memang harus di hadapkan dengan pilihan-pilihan dan pertanyaan-pertanyaan. Dan sekarang saya sedang di posisikan untuk memilih sebuah pilihan. Dikarenakan hidup adalah pilihan. Pilihan adalah tuntutan dan terkadang memang sangat membingungkan sekaligus memusingkan. Hehe.

Waktu itu saya sempat bilang dan pernah saya tulis juga artikelnya di blog ini. Yang dimana saya harus di bingungkan dengan memilih SMA atau SMK pada saat saya lulus SMP. Silahkan baca artikel saya yang "'Beruntung Memilih SMK'. Dan sekarang saya lagi-lagi harus di bingungkan dengan memilih kuliah atau kerja. Ini memang pilihan yang sangat membingungkan dan saya yakin ada beberapa di antara kalian juga sempat di bingungkan dengan pilihan ini setelah kalian lulus dari SMA/SMK.

Antara kuliah atau kerja.

Pilihan ini sempat menghantui pikiran saya setiap hari. Di satu sisi saya menginginkan untuk kerja terlebih dahulu, agar bisa hidup lebih mandiri. Lagian saya takut kalau nanti kuliah yang ada malahan buang-buang uang. Berhubung saya sekolah aja gak bener. Walaupun memang nilai yang saya raih gak jelek-jelek amat. Hehe. Tapi di lain sisi orang tua menuntut saya untuk meneruskan dulu ke kuliah. Membingungkan? Memang.

Masalah ini sempat saya bicarakan kepada beberapa teman saya. "Ada teman saya yang bilang kalau belum mau kuliah mendingan nanti dulu aja. Daripada nantinya buang-buang uang". Nah, kalau yang ini sependapat dengan saya. Tapi, di lain sisi ada juga yang bilang. "Mendingan kuliah aja dulu. Kapan lagi ada kesempatan untuk kuliah. Lagian juga aku yakin kamu pasti bisa serius kok. Apalagi kan kamu cowo harus cepet berhasil nantinya kan bertanggung jawab untuk keluarga". WOW! Pernyataan ini cukup membuat saya tercengang. Tapi kalau di pikir-pikir memang bener juga pernyataannya.

Sebenernya sih kalau di bilang masalah kuliah saya gak keberatan. Selama kuliahnya juga masih di daerah Bogor. Tapi keadaannya sekarang saya harus kuliah di Jakarta. Memang ini kota kelahiran saya. Tapi pastinya saya merasa asing dengan suasana Jakarta. Ini dikarenakan saya yang memang besar di Bogor. Tapi ada bagusnya juga saya merasa asing di Jakarta, soalnya kalau menurut Sarah justru disini pointnya biar saya bisa bener-bener kuliahnya. Hehe.

Loh kok Sarah? Hehe, iya saya memang waktu itu meminta saran sama dia. Dan ternyata memang dapat membuat saya tercengang sekaligus tertantang mendengar nasihatnya. Dan sepertinya saya akan mencoba tantangan dari dia. Waktu itu saya juga sempat berjanji sama dia. Dan semoga aja saya bisa menepatinya dengan cepat. Sarah kamu inget janjinya? semoga aja inget ya. Hehe.

Jadi, inti dari tulisan saya adalah jika di hadapkan oleh pilihan alangkah baiknya untuk meminta pendapat kepada beberapa orang untuk meyakinkannya. Dan Sarah adalah orang yang bisa meyakinkan saya waktu itu. Hehe. Terimakasih ya Sarah :). Ehm, tapi ada di lain sisi juga. Kalau ternyata gak ada yang bisa ngeyakinin kalian. Ya, yakini sajalah apa yang kalian yakini. Selama kalian yakin sama pilihan yang kalian pilih. Ya, ada baiknya juga untuk di coba.

Sekali lagi bukan bermaksud untuk mengurui atau apapun. Ini saya hanya ingin berbagi pikiran saya aja sama kalian. Boleh setuju tapi boleh juga tidak. Terserah. Hehe.

Salam --

Thursday, June 16, 2011

Agustus Membisu

Pagi : Aku tak sempat bertemu denganmu.
Siang : Aku tak ingin berbicara padamu.
Malam : Aku tak mampu berkata di hadapanmu.

Saat waktu itu aku menjadi manusia bisu. Tak ada kata-kata yang ku ucapkan padamu. Di saat kau mencariku. Aku menghampirimu tapi aku tak ingin berbicara padamu. Di saat kau dalam situasi sulit. Aku dengan sendirinya menghampirimu tapi aku tak mampu berkata-kata di hadapanmu.

Bibirku membisu, mataku berkaca-kaca haru, dan sesekali mengeluarkan air mata karenamu. Tak berdayanya aku melihatmu. Aku menemanimu dan berada di dekatmu. Lalu, kau menyampaikan pesan padaku dengan sebuah isyarat. Dan aku mengerti apa makna yg tersirat.

Hingga akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang ada di diriku. Setelah keesokan harinya, aku membaca papan kayu yang ada di hadapanku bertuliskan:
STANLEY ARIANTO BALZAR BIN MARTINUS FERDINAND BALZAR, wafat: Bogor, 8 Agustus 2008.

Ya, itulah makammu. Tempat peristirahatan terakhirmu. Aku sadar, ternyata kau telah meninggalkanku dan aku pasti akan menyusulmu. Pasti, suatu saat nanti!

Waktu terus bergulir.
Kita akan pergi dan ditinggal pergi.
Redalah tangis redalah tawa.
Tunas tunas muda bersemi.
(Iwan Fals - Satu-satu)

Tertanda: Aku 'JORDY GIOVANNI BALZAR'

Wednesday, June 15, 2011

Akhirnya Wisuda Juga

Wisuda apa? Ini wisuda saya di SMK. Sangat menyenangkan sekaligus mengharukan.

Menyanangkan kenapa?

Menyenagkan akhirnya saya tidak terlibat lagi di sekolahan tersebut. Soalnya saya cukup muak dengan pelajaran dan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. heheh.

Mengharukan?

Mengharukan karena saya harus mulai berpisah dengan teman-teman sepermainan saya. Bisa di bilang soalnya yang ngangenin dari masa-masa sekolah itu bandelnya daripada rajinnya. Soalnya kalau sekolah gak ada bandelnya kurang asik saudara-saudara. hehe.

(Ini dia foto saya dengan memakai toga, cukup tampan tapi toga yang saya pakai kegedean)


Tepat pada tanggal 4 Juni 2011 saya resmi di wisuda dari sekolah saya belajar. Dimulai dari pukul 07.00 saya bergegas ke Gedung Megantara untuk menjadi Wisudawan. Pertama-tama memang membingungkan, soalnya saya gak ikut gladiresik pada sehari sebelumnya di karenakan malas. hehe.

Pada saat sampai di sana, saya bingung harus mengambil toga saya di mana, soalnya teman-teman saya yang lain sudah mendapatkan toga pada saat gladiresik tersebut. Karena panik, saya pun jadi sibuk sendiri cari sana sini, mundar mandir cari toga. Setelah bertanya sana sini ternyata toga ada di panitia. Saya minta toga saya, tapi ternyata toga untuk saya gak ada, toga yang seharusnya saya pakai ketuker oleh orang lain. Lagi-lagi karena panik, waktu juga udah mepet. Akhirnya saya putuskan untuk memakai toga yang ada/tersisa.

Berhubung saya gak ikut gladiresik sehari sebelumnya. Saya pikir semua toga itu sama. Ternyata saya dapet toga jurusan TKJ, sedangkan saya jurusam MM. Di mana begadanya? Toga MM itu seharusnya warna biru, sedangkan saya mendapat yang berwarna merah. Karena berbeda saya komplain ke panitia kalau ternyata toga yang saya dapet itu beda jurusan. Tapi, ini gak di gubris oleh panitia. Saya pikir saya udah tenang, ternyata harus di sibukan lagi dengan toga yang berbeda.

Tapi kok itu foto di atas berwarna biru? Berhubung saya gak PD pake toga yang berbeda warna dari teman-teman satu jurusan. Ya, saya berusaha untuk merayu dan membodoh-bodohi teman saya, ternyata berhasil. Akhirnya saya pun tukeran dengan toga teman saya. Padahal dia satu jurusan sama saya. Jahat? mungkin. hehe.

Saya gak mau banyak cerita, mungkin ini ada beberapa foto2 saya bersama teman-teman yang lain yang di ambil setelah acara:



(Ini foto saya bersama band MLM. Arwin, Hadi, Riki, dan saya)



(Ini foto saya bersama Olok-olok/teman sepermainan di kelas saya. Sebenarnya ada 2 orang lagi tapi pada saat itu dia sedang entah berada di mana. Ndaru, Angga, Alan, Saya, dan Aji)

(Ini foto saya bersama teman-teman saya yang lain, bisa di bilang namanya Laskar Petir. Sebenarnya masih banyak yang lain tapi entah mereka sedang berada di mana saat itu. Rivan, Agus, Saya, Denny, Tomi, dan Andri)

(Ini foto saya bersama Laskar Petir versi lebih banyak. Denny, Alan, Angga, Ndaru, Odoy, Saya, Agus, Mamay, dan Wais)

(Ini foto saya bersama Laskar Petir dan Pak Haji guru agama. Dialah salah satu guru favorite anak-anak. Mohon maaf namanya gak bisa saya sebutin satu persatu, soalnya terlalu banyak hehe)

(Ini foto saya bersama MLM dan adek-adek kelas saya. Pada saat ini saya baru selesai manggung, ternyata saya dikagetkan dengan di ajakin foto bareng mereka. Saya pikir mereka cuma mau foto sama personel dari MLM, tapi ternyata saya juga di ajak/mungkin di antara mereka ada yang ngefans sama saya. Hehe. Maaf saya gak bisa nyebutin namanya, soalnya saya gak terlalu kenal tau siapa aja. Nanti yang ada malahan salah sebut. Hehe)

Foto yang saya punya baru segitu, mungkin nanti kalau ada lagi saya edit artikel ini. Sekian!

Salam --

Wednesday, May 11, 2011

Kata Rasa Cinta (Kok Jadi Curhat! II)

Disini saya ingin sedikit berbagi tentang pemikiran asal saya tentang Kata, Rasa Cinta.

Saya ingin berbicara tentang 'kata'. Dalam segi bahasa, pengertian kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Menurut saya “kata” adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat di gunakan dalam berbahasa.

Terdapat makna dalam setiap kata. Salah dalam berkata dalam sebuah kalimat dapat mengandung makna yang berbeda. Kata sendiri dalam keluar baik dalam ucapan ataupun tulisan, baik secara diplomatis atau tidak diplomatis, puitis atau tidak puitis tapi menurut saya yang terpenting dari kata adalah jujur/tulusnya dia berkata. Karena yang paling bermakna dari sebuah kata adalah jujur bukan dusta.

Dalam rasa sebenernya bersangkutan dengan cinta, yang di sebut rasa cinta. Soalnya menurut wikipedia cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Jadi, kalau di simpulkan cinta itu adalah sebuah rasa tepatnya rasa hati (perasaan). Nah, seperti dengan perasaan saya yang lagi gak menentu saat ini. hehe.

Saya pernah tulis sebelumnya "Persetan! dengan cinta yang tak harus memiliki. Karena perasaan cinta atau rasa sayang itu harus bertimbal balik, kalau gak ada timbal balik, mungkin lebih baik gak usah mencintai. Buat apa ngasih rasa sayang buat orang yang nggak mau menyayangi balik?". [Kalau belum baca, silahkan baca artikel saya "Kok Jadi Curhat!"]. Setelah menulis artikel itu disini malah menjadi bermunculan pertanyaan dari diri saya sendiri. [Karena mungkin waktu itu kondisinya berbeda dengan saat ini saya rasakan] "Apa dia masih mencintai saya?", "Apa dia masih ada rasa sayang untuk saya?", Jika iya "kenapa harus berakhir?", dan jika tidak "Apa saya harus menunggu sampai dia benar-benar yakin dengan perasaannya?" atau "Mungkin lebih baik saya yang berhenti?". Membingungkan? Memang. Susah juga memang untuk tidak mencintai orang yang benar-benar kita cintai dengan tulus kalau belum ada pengantinya. Yang pasti sampai saat ini saya masih cinta dan sayang sama dia. Hehe.

Semua pertanyaan ini seakan menjadi misteri. Yang akan terungkap jika saya menanyakannya langsung. Tapi butuh waktu yang tepat untuk menanyakannya. Ingin sebenarnya saya nanya langsung, tapi terkadang saya berfikir memang lebih baik saya diam. Karena percumah juga saya nanya, soalnya kalau dia emang sayang kenapa harus berakhir? Berarti kalau begitu jawabannya 'Tidak'. Tapi di lain sisi saya merasa penasaran dengan pertanyaan pertanyaan tersebut. Kerena sudah cukup lama juga saya diam. [sekali lagi kondisi waktu itu berbeda dengan saat ini yang saya rasakan].

Jadi yang pasti di sini adalah jika mencintai seseorang itu harus di perjuangin, bersyukur kalau bisa memiliki. Tapi kalau udah berjuang masih gak ada rasa timbal balik, jangan di paksain! karena kalau di paksa belum tentu nanti hasilnya baik. Jadi, lebih baik berhenti.

ingin sungguh aku bicara satu kali saja
sebagai ungkapan kata perasaanku padamu
telah cukup lama ku diam di dalam keheningan ini
kebekuan di bibirku, tak berdayanya tubuhku
[Anji - Ternyata Cinta]

kan butuh waktu tuk membuktikannya
semua rasa yang ada di antara kita
senang selalu memulai semua kisah cinta
walau pun di antara sedih kan menyapa
[Drive - Seakan di surga]

Aku tak beranjak menatap hidupmu

Meski kau tak lagi bersamaku
Saat kau tak bisa hadapi semua
Perih yang mendera karenanya
Datang kepadaku sandarkan hatimu
Kapanpun kau mau kan ku tunggu
Ku menunggu
[Drive - Disini]

Itu beberapa kutipan lirik yang cukup mewakili perasaan saya saat ini. Disini saya hanya sekedar berbagi [unek-unek] saya saja. Dan, maaf kalau malah jadi curhat lagi. Hehe. Daripada tambah ngaco dan karena sudah gak sabar untuk memposting tulisan ini, jadi tulisan ini saya akhiri saja.

Semoga dengan saya menulis postingan ini, ada yang sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya tadi. Amin :D

Monday, April 18, 2011

Kok jadi Curhat!

Apa salah saya?

Dengan tiba-tiba di putusin degan alasan yang sebenernya belum saya mengerti. [Maklum masih ada perasaan luka. Mungkin karena belum ada pengganti]. Hehe. Tapi, kalau ngomongin salah atau nggknya mah emang gak perlu si laki-laki berbuat salah untuk di putusin cewe. Apa saya selingkuh? Nggk ah! Memang terkadang, banyak cewe yang mutusin cowoknya tanpa adanya kesalahan. Mungkin, itu karena si cewe udah ilang aja persaannya alias udah gak sayang!

Loh kok lu bisa ngomong gini, Jor?

Ini sebenernya dari pengalaman saya sendiri. Ketika ada suatu hari seorang temen perempuan saya sms saya dengan kata "Jor, kata-kata buat mutusin yang bagus gimana ya? Gue pengen pegat sama cowo gua". Tersontak saya pun bingung dengan pertanyaan dia. "Waduh, lu ngarang aja sendiri deh. Emang putus kenapa?" pertanyaan saya untuk dia. Terus dia bales "Sebenernya gak apa-apa sih. Cuman gue bosen aja". Entah dia jujur atau nggk. Yang langsung terpikir di pikiran saya adalah "Waduh! berabe juga nih kalau kaya gini kejadiannya". Hehe. Maka dari itu, setelah saya pikir-pikir itu, saya jadi sadar kalau laki-laki itu gak harus punya kesalahan untuk di putusin.

"Cinta itu gak harus memiliki"

Persetan! dengan kalimat itu. Dulu saya emang percaya dgn kata-kata itu. Karena dulu saya berpikir kalau dia perempuan yang tepat. Yang selama ini saya cari. Tipe saya banget. Tapi saya sadar, kalo perasaan saya itu semu! Kalo dia emang sayang sama saya, nggak akan dia ninggalin tanpa alasan yang jelas! Dan, ternyata percumah juga saya mencintai tanpa rasa timbal balik. Karena rasa sayang itu harus ada timbal balik. Buat apa ngasih rasa sayang buat orang yang nggak mau menyayangi balik? Mending cari lagi perempuan lain yang ingin menyayangi dengan apa adanya. Meskipun memang berat untuk melupakan dan sebenernya masih ada rasa berharap. Hehe. Ya, tapi urusan hati dan perasaan mah emang sulit untuk ditebaknya. Terima dan nikmatin ajalah semuanya. Dan, bersyukur kalau hubungan yang sebelumnya bisa diperbaiki untuk lebih baik.

Jadi, intinya adalah. Bukan maksud menggurui, atau sok bijak ya. Buat kamu yang sekarang disakiti orang. Urusan percintaan maksudnya. Tenang saja. Semua ada saatnya. Nanti juga dapat yang lebih baik. Nanti juga kamu menemukan kebahagiaan yang kamu cari. Dan saya percaya itu.

Tuhan itu maha Adil.

Saturday, April 16, 2011

Masa Indah Putih Abu

Ujian sudah di depan mata. Sebentar lagi menuju kelulusan.

Ya, dalam hitungan hari masa depan saya di tentukan. Bersekolah selama 3 tahun, dan hanya ditentukan dengan 3 hari dan 3 pelajaran saja. Adil? Menurut saya sih tidak tapi apa boleh buat ini udah jadi keputusan pemerintah. Ikuti dan nikmati aja. hehe.

Tapi buka masalah UN yang saya ingin ceritakan. Disini saya akan sedikit menceritakan tentang saya sekolah di SMK selamat 3 Tahun. Sudah 3 tahun bersama dengan teman-teman di sekolah. Gak kerasa ternyata sebentar lagi kita harus berpisah. Dan pasti kita akan menentukan masa depannya masing-masing. Meraih mimpi kita masing-masing.

Banyak sekali kenangan indah di masa sekolah. Mungkin kenangan ini hanya dapat saya ceritakan nanti dengan anak atau cucu saya kelak. Dari yang Suka, Duka, dan Nakalnya saya di sekolah. hehe.

Pertama kali masuk SMK mungkin saya merupakan orang yang kurang bergaul dengan. Hanya ada beberapa teman deket saja. Kalau misalnya di tanya siapa aja teman-teman di angkatan saya waktu itu, mungkin hanya beberapa saja yang saya kenal. Entah karena apa saya gak terlalu senang bergaul di sekolahan. Soalnya saya lebih banyak bergaul di lingkungan luar sekolah. Hehehe.

Di kelas 1 saya hanya bergaul dengan teman-teman sekelas aja. Kalau yang bukan teman sekelas, saya mungkin gak kenal dengan mereka. Atau karena saya orangnya pendiem jadi orang-orang juga segan untuk berbicara dengan saya. Padahal kalau di ajak ngobrol mah saya gak keberatan. Tapi ini cukup aneh menurut saya, kalau mereka yang tidak saya kenal ternyata mereka kenal dengan saya. hehe.

Mulai naik ke kelas 2, pertemanan saya mulai sedikit meluas. Tapi gak sepenuhnya saya bergaul di sekolah. Lagi-lagi hanya teman sekelas aja. Berhubung kelas baru dan penghuninya (teman-teman) pun pasti baru. Tapi hampir dari 60% penghuninya adalah teman saya yang sudah saya kenal di kelas 1. Hanya ada beberapa saja penghuni barunya. Hehe.

Tapi di kelas 2 ini cukup banyak kenangan. Berhubung di kelas 2 ini saya sedang di tugaskan untuk magang di salah satu kantor Asuransi di Jakarta. Ada 4 orang yang saya ajak untuk magang ini. Soalnya ini perusahaan dulu Ibu saya bekerja. Jadi saya di kasih kesempatan untuk magang di kantor ini. 5 orang yang manang di Jakarta itu adalah Saya, Nurhadi, Deri, Andri, dan Muhidin. Kalau Nurhadi dan Deri memang teman dekat saya di Sekolahdari kelas 1. Berhubung kalau si Nurhadi teman deket saya untuk Nebeng pulang bareng dari kelas 1 sampe kelas 2. Hehe. Dan kalau si Deri temen kelompok saya dalam urusan kerja kelompok. Sedangkan yang dua lagu Andri dan Muhidin adalah teman saya yang waktu itu belum mendapatkan tempat magang jadi ya saya ajak mereka. Soalnya saya waktu di minta 5 orang untuk magang di sana.

Pada saat saya magang di sana, saya benar-benar merasakan yang namanya kerja meskipun baru sekedar magang saja. Abis subuh itu yang biasanya saya masih santai-santai/tidur di rumah, tapi pas magang saya harus segera pergi untuk magang. Kenangan dari mata ngantuk karena kurang tidur yang akhirnya saya sering ketiduran di ruangan kantor kalau kerjaan udah selesai. Desek-desekan di kereta dengan orang banyak. Setiap hari makan masakan padang pas istirahat. Pulang sore naik bis ke rumah tante saya dengan kemacetan yang ada di Jakarta.

Dan adalagi hal yang gak mungkin untuk saya lupakan dan hal ini menjadi hal terlucu menurut saya. Jadi, ketika saya lagi jalan dari stasiun menuju kantor. Dengan tiba-tiba teman saya yang bernama Nurhadi di cium pipinya oleh seorang pria yang sedikit melambai. Entah karena muka dia yang imut seperti Maho atau Dia cukup menggairahkan buat banci itu atau Entahlah. Tapi yang pasti pada saat kejadian ini saya ketawa ngakak di pinggir jalan dan lupa akan segalanya. Hehe. Dan masih banyak lagi hal yang menesankan lainnya.

Mulai beranjak naik ke kelas 3, nah di sini saya mulai berbaur dengan yang lain. Lagi-lagi karena kelas baru dan penghuni baru. Dan di kelas baru ini 80 %nya adalah teman-teman yang belum saya kenal sebelumnya. Mulai dari sinilah di kelas 3 saya lebih sering menghabiskan waktu dengan teman-teman sekolah. Dan di kelas 3 ini juga gak kalah mengesankan dari kelas 2. Hehe.

Di kelas 3 ini saya memiliki kelompok yang bernama "olok-olok". Entah dari mana nama ini di ambil, tapi yang pasti kita ini senang sekali mengolok-olok orang lain, jadi orang sering di sebut "olok-olok". Kelompok ini bukan kelompok belajar bareng tapi kumpulan anak-anak pemberontak dan kritis. Olok- olok sendiri terdiri dari 7 orang: Saya, Ndaru, Alan, Angga, Agus, Aji, Denny. Tempat nongkrong kami gak lain dan gak bukan adalah di rumah Alan. Hampir setiap hari dan setiap pulang sekolah kami kumpul di rumah si Alan. Berhubung juga karena rumahnya gak terlalu jauh dari sekolah.

Semakin banyak yang nongkrong di rumah Alan. Di sini juga saya jadi kenal dengan teman-teman yang lain. Dari yang dulu hanya sekedar kenal di kelas 3 jadi deket karena sering nongkrong bareng. Ini dikarenakan kakanya si alan yang masi satu sekolah dengan saya dan satu angkatan juga namaya Mamay sering ngajak nongkrong bareng temen kelasnya di rumahnya. Jadi kami berbaur bersama. Sehingga gabungan kumpulan ini sering di sebut Laskar Petir (Penghuni Terakhir). Lagi-lagi saya gak tau dapet dari mana nama ini. Hehe.

Teman-teman di laskar petir terdiri dari banyak anggota: Alan dan Mamay sebagai tuan rumah, Saya, Ndaru,Angga, Agus, Aji, Denny, Ginda, Eno, Fahmi, Bamabang, Odoy, Deri, Tommy, Wais, Fajar, dll. Kebersamaan dan kesederhanaan di sini sangat terasa. Dari kumpul bareng, ngopi bareng, main kartu bareng, ngolok-ngolok bareng, becanda bareng, cabut sekolah bareng, semuanya hampir di lakukan bareng-bareng. Dan yang pasti dari kumpulan ini yang gak bisa saya lupakan adalah taruhan futsal. Soalnya hampir dari semua kumpulan yang ada di sekolah saya, dari mereka gak ada yang bisa ngalahin tim futsal saya (sombong). Hehe. Dan dari hasil menang tersebut, langsung di pake hura-hura di rumah Alan (Petir).

Gak kerasa ternyata sebentar lagi udah kelulusan. Masa Putih Abu tinggal beberapa hari lagi. Setelah itu mementukan masa depan sendiri-sendiri. Gak ada lagi kalau cabut sekolah ke ngumpul di rumah Alan, pesta phora bareng abis maen futsal, ketawa bareng, mengolok-ngolok yang satu dengan yang lain, di kelas nyontek bareng, dll. Pokoknya banyak sekali hal-hal yang mengesankan dari masa Putih Abu.

"Tiada lagi canda tawa di antara kita. Mungkin nanti suatu masa. Kita kan bersua kembali". Cukup sedih memang kalau harus berpisah dengan kalian. Tapi di lain sisi juga pastinya kita semua pengen lulus dan menggapai cita-cita masing-masing. Semoga aja kelak kita bertemu dan menjadi orang yang sukses semuanya. AMIN.

Monday, April 11, 2011

Sekarang 11 April 2011

Sekarang tanggal 11 April.

Ya, sekarang tanggal 11 April, seharusnya hari ini adalah 3 bulan Anniversary saya dengannya. Namun ternyata ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang. Mengapa?

Karena tepat pada tanggal 2 April kemarin kurang lebih pada pukul 14.30 ada pesan singkat yang masuk ke hp saya. Pesan singkat ini rasanya tak ingin saya terima dan seharusnya pesan singkat ini gak masuk ke hp saya. Tapi apa boleh buat. Tercengang, kaget, diam tak berdaya seketika sambil di selimuti rasa tak percaya saat saya membacanya. "Apa hubungan saya sesingkat ini?". "Kenapa?". "Apa tak ada yang bisa di perbaiki?". Itulah pertanyaan yang langsung menyelimuti saya.

Ya, Pesan itu ternyata masuk dengan kalimat yang sangat mengagetkan saya. Ternyata hubungan saya harus berakhir cukup sampai di sini. Mood main PB hilang dengan seketika. Karena pada saat pesan itu masuk saya sedang main PB dengan teman2 saya. Yang tadinya tertawa lepas tiba-tiba berubah dengan rasa kepedihan. Gak pikir panjang saya langsung mencoba meminta penjelasannya. Sebenernya saya pengen langsung dengar langsung dari mulutnya. Tapi saya mencoba untuk menelpon, ternyata nomer saya dialihkan olehnya saat itu. Entah kenapa.

Akhirnya saya balas pesan singkat dari dia, dan meminta sedikit penjelasannya. Setelah mendengar penjelasan darinya, saya pun mencoba untuk mengerti. Walaupun sungguh berat dan sulit untuk merelakannya. Tapi, lagi-lagi apa boleh buat. Mungkin memang cinta sejati belum berpihak pada saya. hehe :D. Saya menghargai keputusan yang telah dia ambil. Ini memang bukan keputusan yang benar menurut saya, tapi mungkin ini keputusan terbaik menurut dia dan semoga bisa membuat dia merasa bahagia.

Kecewa? Ya, memang kecewa. Benci? Tidak. Buat apa kita membenci orang apalagi orang yang saya sayangi. Saya malahan sangat senang jika bisa berkomunikasi dengan sangat baik dengannya. Karena hubungan yang diawali dengan baik-baik kenapa harus diakhiri dengan saling membenci. Menurut saya membenci orang lain itu gak ada gunanya. Ya, Inilah resikonya. Cinta bisa datang kapan saja, di mana saja dan dengan cara apa saja. Begitupun sebaliknya. Jadi kalau kita siap untuk menjalin hubungan kita pun harus siap kalau tiba-tiba hubungan itu berakhir, meskipun sulit untuk melupakannya.

Masih berharap? Ya, Karena saya masih sangat mencintainya. Tapi saya pun gak mau berharap dengan begitu besar. Karena kalau terlalu besar saya takut nantinya malah makan hati kalau gak tercapai. Menyerah? Tidak, tapi saya hanya ingin menjaga diri saya sendiri dari kekecewaan. Untuk saat ini nikmati saja keadaan ini. Dalam kesepian, kesendirian, dan kerinduan.. Menunggu? Ya. Mungkin saya menggugu dia untuk benar-benar yakin dulu dengan perasaannya. Karena saya juga gak mau memaksakan kehendak dia. Kalau ternyata dia gak mau lagi untuk melanjutkan hubungan ini, sudahlah. Karena saya gak mau menjalankan hanya dengan keterpaksaan.

"Saat kau merasa bahagia, ku disini kan merasa bahagia. Meskipun kau bukan lagi miliku, tapi kau tersimpan di hatiku. Aku masih sangat mencintaimu, tak bisa tuk ku melupakanmu. Tapi ku kan coba untuk mengerti keputusanmu". Terima kasih untuk semuanya. Meskipun sekarang hubungan kita berakhir, aku harap kamu mau mengenang aku seumur hidup kamu. Gak ada yang perlu di sesali. Jangan di tangisi. Biarlah ini menjadi pembelajaran kita untuk di masa depan ˘⌣˘. Jaga diri baik-baik ya. Gapai cita-cita kamu. Aku hanya bisa mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.

Ya, saya sadar memang nasib cinta siapa yang tau. Dan, dia pernah bilang sama saya "kalau jodoh itu gak akan kemana-mana". Ehm, kalau memang ternyata nanti kita berjodoh? Kita liat aja nanti ˘⌣˘. I''ll always love you #KepadaS.

Udahan ah. Maaf nih kalau jadi sedikit curhat. hehe :D.

Akhir yang Tak Akan Berakhir

Dari semua rangkaian kisah cerita cinta.
Perpisahan memang sungguh menyiksa.
Di benakku bayangan dirimu selalu ada.
Dan aku hanya dapat tersenyum menikmatinya.

Dalam kesendirian yang sungguh menyiksa.
Aku tak mampu untuk banyak berkata.
Cinta yang dulu indah terasa.
Mengapa harus berujung dengan kecewa.

Tapi aku tak ingin menjadikan kau kenangan.
Akan ku jadikan ini sebuah pembelajaran.
Mungkin untuk nanti kita lanjutkan.
Ya, kita lanjutkan di masa depan.

Friday, March 11, 2011

You’re The One For Me

Hari ini tanggal 11.

Ya hari ini tanggal 11 dan itu merupakan tanggal jadian saya bersama pacar. Pertamanya saya gak sadar kalau hari ini tanggal 11. Mungkin ini di sebabkan karena saya kurang memperhatikan tanggalan. Bukan berarti saya gak punya tanggalan di rumah. Hehhe. Saya baru menyadarinya setelah beberapa jam bangun tidur lalu saya melihat jadwal UTS, dan ternyata saya libur hari ini. Untuk itu saya menyempatkan menulis ini.

Ya 2 Bulan saya berpacaran bersama Sarah Destia. Itulah nama sang kekasih. 2 Bulan memang waktu yang belum begitu lama. Masih panjang perjalanan saya dengannya. Semoga semuanya berjalan lancar dan baik2 saja. Kalau bisa sampai menikah, lalu tua. Hehe.

Pertama saya tahu dia itu waktu saya SD. Karena saya dengan dia satu SD waktu itu. Pertama mah sih biasa aja, gak ada kesan yang mendalam tentang dia. Tapi jujur saya sudah mengagguminya saat itu. Hehhe.

Hingga akhirnya saya bertemu kembali saat SMP, lagi-lagi saya satu sekolah sama dia. Entah secara kebetulan atau memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan saya juga gak tau. Hehe. Tapi waktu pertama kali masuk SMP saya masih belum kenal dekat dengan dia. Hanya sekedar kenal dan tau saja.

"Cantik Juga Ternyata" pikir saya lagi.

Beberapa bulan sebelum saya jadian memang sudah pendekatan dengan dia, tapi saya lupa bagaimana proses pendekatan tersebut. Seingat saya kalau gak salah waktu itu saya jadian sama dia di masa SMP tanggal 15-07-07. Di sebuah bioskop sambil nonton Film. Entah film apa saya lupa. Ya waktu itu saya pastinya meminta dia jadi pacar saya, memang tak seindah yang direncanakan. Karena kata-kata manis yang sebelumnya sudah ada di kepala langsung hilang entah kemana, sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, di tengah-tengah menikmati Film dan ngalor ngidul, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy?"

Yang namanya waktu itu saya masih bocah SMP dan cintanya juga masih cinta-cintaan, hubungan ini gak berjalan lama. Hanya beberapa bulan saja. Saya gak tau tepatnya berapa bulan, karena saya lupa kejadiannya kapan saya putus dengan dia. Meskipun saya sudah putus dengannya tapi hubungan saya masih berjalan baik.

Setelah lulus SMP, kita masuk SMA yang berbeda. Saya lebih memilik SMK IT dan dia memilih SMA Swasta di Bogor. Saya kira saya akan satu sekolah lagi dengan dia tapi ternyata tidak. Hehe. Saat SMK saya gak begitu tertarik untuk berpacaran, di karenakan saya gak ada yang cocok menurut saya. Ini di karenakan sebenarnya saya masih ada perasaan sama dia. Saya berharap bisa kembali bersama dia. Komunikasi kita saat itu sempat putus, mungkin karena kesibukan masing-masing. Saya yang sibuk dengan dunia saya dan dia yang sibuk dengan dunia dia.

Tak di sangka dan tak di nyana. Setelah beberapa tahun gak berkomunikasi. Saya sempat SMSan sama dia tapi hanya sesaat saja. Gak berlebihan. Dan berhubung waktu itu bertepatan dengan ulang tahunnya, saya dengan sengaja mengirim ucapan ulang tahun untuknya di tengah malam. Ternyata responnya positif dari dia.

Alhasil, saya kembali pendekatan dengannya. Hingga akhirnya setelah beberapa bulan saya pendekatan. Tak perlu saya jelaskan bagaimana pendekatannya bagaimana. Karena sangat panjang dan penuh dengan lika liku. Hehe. Akhirnya, saya meminta dia untuk menjadi pacar saya lagi. Tepatnya pada 11-1-11. Seperti yang sebelumnya, tak seindah yang direncanakan. Rencana yang sudah saya rancang sidikit berantakan waktu itu. Entah karena apa. Saya berikan dia bunga dan Coklat. Karena sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, setelah saya memberikan itu semua dan setelah ngalor-ngidul gak jelas lagi, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy lagi?"

Sarah seorang penari. Dia ikut sanggar tari. Setahu saya tari yang dia pilih bukan Modern tapi Tradisional. Saya pernah melihat dia menari, memang bagus. Tapi saya bingung dia menari apa, karena saya gak ngerti dengan tarian dia. Hehe. Dan, ternyata dia bercita-cita menjadi Guru bukan penari. Setahu saya memang dia rajin sekali belajar. Ini berbeda dengan saya yang sangat malas untuk belajar.

Sarah juga menyukai RAN, dia menyukai salah satu personil dari RAN. Rayi, kalau saya gak salah. Yah, selera musik memang berbeda-beda. Dia yang lebih menyukai Jazz atau lagu-lagu slow. Saya sendiri lebih menyukai lagu-lagu Metal atau keras. Bukan berarti saya gak suka lagu-lagu Slow. Tapi saya gak tau dia suka Metal atau tidak. Menurut saya sih tidak. Hehe.

Kami jarang bertengkar, meskipun saya suka sedikit kesal kalau dia sedang bermain dengan teman-temannya lalu lama bales SMS saya. Ini disebabkan karena saya khawatir dengan dia. Tapi itu hanya kesel-kesel kecil yang hilang dengan sendirinya.

Saya kurang tahu tentang Keluarga dia karena saya belum pernah bertemu dengan keluarganya. Tapi, yang penting Sarah mau mengerti saya dan saya mengerti dia. Dia mengerti, bahwa saya sayang padanya, dan saya butuh di sayangi juga :p. Banyak pembelajaran hidup yang saya dapat dari dia. Mengutip lagu Maliq & D'Essentials "you’re the one for me".

Udah ah, ternyata lapar juga membuat artikel ini. Doakan kami biar terus berjalan lancar dan hubungan kami baik-baik saja.

Selamat 2 Bulanan ya, sayang :*

Wednesday, March 2, 2011

Diriku, Aku dan Kamu

Diriku adalah aku, yang menulis untuk membaca diriku sendiri.
Diriku adalah aku, yang selalu ingin melakukan sesuatu untukmu, agar kamu dapat tersenyum.
Diriku adalah aku, yang selalu terdapat dirimu di dalamnya.
Diriku adalah aku, yang bisa tahu bagaimana caranya yang benar untuk mengisi hariku, karena mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang dimana setiap hembusan nafasku itu menandakan aku mencintaimu. Sampai aku tak tau lg bagaimana caranya bernafas.
Diriku adalah aku, yang tak bisa untuk tidak mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang mencintaimu dgn caraku sendiri.
Diriku adalah aku, yang telah berjanji kepada Tuhan untuk membuatmu bahagia.
Diriku adalah aku, yang selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah menciptakanmu.
Diriku adalah aku, yang selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.
Aku Kamu yg saling mencinta, dgn cara saling menjaga, dalam setiap doa.
Kita adalah dua yang berada di dalam rasa yang sama.


: <-- Aku + ) <-- Kamu. Aku + Kamu = :) <-- Kita

Aku + Kamu = Kita = Satu

Tuesday, February 22, 2011

Ya Beginilah Saya

Sekitar jam 22.00. Nunggu pesan singkat dari pacar. Tapi, mata udah ngantuk. Pengen tidur. Tapi takut nanti tengah malam bangun. Di usahain biar gak tidur. Dengerin mp3. Eh gak taunya malah ketiduran.

Gak taunya bener. Tengah malam. Terbangun. Perut lapar. Kasak kusuk kedapur. Berharap ada makanan. Eh, ternyata ada bihun. Gak mikir panjang. Langsung aja dimakan. Dan sekarang udah kenyang. Pengen tidur lagi. Tapi gak bisa. Ambil sebatang. Nyalain korek. Stel tv. Eh ada green day. Nonton dulu ah.

Acara green day udah selesai. Bertepatan sama habisnya sebatang. Nyoba untuk tidur. Ternyata gak tidur2 juga. Nyari acra tv yg bagus. Tapi gak ada. Bingung mau ngapain. Saya twitteran. Bosen. Akhirnya, matiin tv. Pasang mp3 di hp. Semoga aja ketiduran.

Udah beberapa lagu. Ternyata belum juga bisa tidur. Liat jam. Udah jam 03.00. Iseng buka twitter lagi. Bosen lagi. Saya mengkhayal sebentar. Ahhirnya mata udah mulai ngantuk. Nyoba lagi buat tidur. Dan akhirnya ketiduran juga.

Pasti Anda bingung apa maksud dari tulisan saya? Sama, saya juga bingung dengan apa yang saya tulis. Tapi, ya beginilah yang saya lakukan di tengah malam tadi. Yang membuat saya sedikit kesal karena terbangun di tengah malam. Perut yang lapar cukup membuat saya bingung. Kenapa setiap kali saya lapar saya pasti terbangun di tengah malam? Padahal saya ingin sekali tidur pulas. Dan hal yang paling menyebalkan. Ialah di saat perut udah kenyang tapi masih aja gak bisa untuk ngelanjutin tidur. Padahal besoknya saya harus bangun pagi untuk sekolah.

Ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi beberapa kali. Mungkin inilah salah satu sebabnya kalau saya itu suka males untuk bangun pagi. Atau mungkin karena saya sudah terbiasa begadang? Atau memang pada dasarnya saya itu orang yang di takdirkan untuk malas bangun pagi? Ah, bingung kalau di pikirkan. Dari pada saya nanti tambah bingung dan membuat anda juga bingung. Lebih baik, saya akhiri saja tulisan saya ini hehhe.