Wednesday, May 11, 2011

Kata Rasa Cinta (Kok Jadi Curhat! II)

Disini saya ingin sedikit berbagi tentang pemikiran asal saya tentang Kata, Rasa Cinta.

Saya ingin berbicara tentang 'kata'. Dalam segi bahasa, pengertian kata adalah morfem atau kombinasi morfem yang oleh bahasawan dianggap sebagai satuan terkecil yang dapat diujarkan sebagai bentuk yang bebas. Menurut saya “kata” adalah unsur bahasa yang diucapkan atau dituliskan yang merupakan perwujudan kesatuan perasaan dan pikiran yang dapat di gunakan dalam berbahasa.

Terdapat makna dalam setiap kata. Salah dalam berkata dalam sebuah kalimat dapat mengandung makna yang berbeda. Kata sendiri dalam keluar baik dalam ucapan ataupun tulisan, baik secara diplomatis atau tidak diplomatis, puitis atau tidak puitis tapi menurut saya yang terpenting dari kata adalah jujur/tulusnya dia berkata. Karena yang paling bermakna dari sebuah kata adalah jujur bukan dusta.

Dalam rasa sebenernya bersangkutan dengan cinta, yang di sebut rasa cinta. Soalnya menurut wikipedia cinta adalah sebuah emosi dari kasih sayang yang kuat dan ketertarikan pribadi. Jadi, kalau di simpulkan cinta itu adalah sebuah rasa tepatnya rasa hati (perasaan). Nah, seperti dengan perasaan saya yang lagi gak menentu saat ini. hehe.

Saya pernah tulis sebelumnya "Persetan! dengan cinta yang tak harus memiliki. Karena perasaan cinta atau rasa sayang itu harus bertimbal balik, kalau gak ada timbal balik, mungkin lebih baik gak usah mencintai. Buat apa ngasih rasa sayang buat orang yang nggak mau menyayangi balik?". [Kalau belum baca, silahkan baca artikel saya "Kok Jadi Curhat!"]. Setelah menulis artikel itu disini malah menjadi bermunculan pertanyaan dari diri saya sendiri. [Karena mungkin waktu itu kondisinya berbeda dengan saat ini saya rasakan] "Apa dia masih mencintai saya?", "Apa dia masih ada rasa sayang untuk saya?", Jika iya "kenapa harus berakhir?", dan jika tidak "Apa saya harus menunggu sampai dia benar-benar yakin dengan perasaannya?" atau "Mungkin lebih baik saya yang berhenti?". Membingungkan? Memang. Susah juga memang untuk tidak mencintai orang yang benar-benar kita cintai dengan tulus kalau belum ada pengantinya. Yang pasti sampai saat ini saya masih cinta dan sayang sama dia. Hehe.

Semua pertanyaan ini seakan menjadi misteri. Yang akan terungkap jika saya menanyakannya langsung. Tapi butuh waktu yang tepat untuk menanyakannya. Ingin sebenarnya saya nanya langsung, tapi terkadang saya berfikir memang lebih baik saya diam. Karena percumah juga saya nanya, soalnya kalau dia emang sayang kenapa harus berakhir? Berarti kalau begitu jawabannya 'Tidak'. Tapi di lain sisi saya merasa penasaran dengan pertanyaan pertanyaan tersebut. Kerena sudah cukup lama juga saya diam. [sekali lagi kondisi waktu itu berbeda dengan saat ini yang saya rasakan].

Jadi yang pasti di sini adalah jika mencintai seseorang itu harus di perjuangin, bersyukur kalau bisa memiliki. Tapi kalau udah berjuang masih gak ada rasa timbal balik, jangan di paksain! karena kalau di paksa belum tentu nanti hasilnya baik. Jadi, lebih baik berhenti.

ingin sungguh aku bicara satu kali saja
sebagai ungkapan kata perasaanku padamu
telah cukup lama ku diam di dalam keheningan ini
kebekuan di bibirku, tak berdayanya tubuhku
[Anji - Ternyata Cinta]

kan butuh waktu tuk membuktikannya
semua rasa yang ada di antara kita
senang selalu memulai semua kisah cinta
walau pun di antara sedih kan menyapa
[Drive - Seakan di surga]

Aku tak beranjak menatap hidupmu

Meski kau tak lagi bersamaku
Saat kau tak bisa hadapi semua
Perih yang mendera karenanya
Datang kepadaku sandarkan hatimu
Kapanpun kau mau kan ku tunggu
Ku menunggu
[Drive - Disini]

Itu beberapa kutipan lirik yang cukup mewakili perasaan saya saat ini. Disini saya hanya sekedar berbagi [unek-unek] saya saja. Dan, maaf kalau malah jadi curhat lagi. Hehe. Daripada tambah ngaco dan karena sudah gak sabar untuk memposting tulisan ini, jadi tulisan ini saya akhiri saja.

Semoga dengan saya menulis postingan ini, ada yang sebuah jawaban dari pertanyaan-pertanyaan saya tadi. Amin :D

No comments: