Pagi : Aku tak sempat bertemu denganmu.
Siang : Aku tak ingin berbicara padamu.
Malam : Aku tak mampu berkata di hadapanmu.
Saat waktu itu aku menjadi manusia bisu. Tak ada kata-kata yang ku ucapkan padamu. Di saat kau mencariku. Aku menghampirimu tapi aku tak ingin berbicara padamu. Di saat kau dalam situasi sulit. Aku dengan sendirinya menghampirimu tapi aku tak mampu berkata-kata di hadapanmu.
Bibirku membisu, mataku berkaca-kaca haru, dan sesekali mengeluarkan air mata karenamu. Tak berdayanya aku melihatmu. Aku menemanimu dan berada di dekatmu. Lalu, kau menyampaikan pesan padaku dengan sebuah isyarat. Dan aku mengerti apa makna yg tersirat.
Hingga akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang ada di diriku. Setelah keesokan harinya, aku membaca papan kayu yang ada di hadapanku bertuliskan:
STANLEY ARIANTO BALZAR BIN MARTINUS FERDINAND BALZAR, wafat: Bogor, 8 Agustus 2008.
Ya, itulah makammu. Tempat peristirahatan terakhirmu. Aku sadar, ternyata kau telah meninggalkanku dan aku pasti akan menyusulmu. Pasti, suatu saat nanti!
Waktu terus bergulir.
Kita akan pergi dan ditinggal pergi.
Redalah tangis redalah tawa.
Tunas tunas muda bersemi.
(Iwan Fals - Satu-satu)
Tertanda: Aku 'JORDY GIOVANNI BALZAR'
Siang : Aku tak ingin berbicara padamu.
Malam : Aku tak mampu berkata di hadapanmu.
Saat waktu itu aku menjadi manusia bisu. Tak ada kata-kata yang ku ucapkan padamu. Di saat kau mencariku. Aku menghampirimu tapi aku tak ingin berbicara padamu. Di saat kau dalam situasi sulit. Aku dengan sendirinya menghampirimu tapi aku tak mampu berkata-kata di hadapanmu.
Bibirku membisu, mataku berkaca-kaca haru, dan sesekali mengeluarkan air mata karenamu. Tak berdayanya aku melihatmu. Aku menemanimu dan berada di dekatmu. Lalu, kau menyampaikan pesan padaku dengan sebuah isyarat. Dan aku mengerti apa makna yg tersirat.
Hingga akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang ada di diriku. Setelah keesokan harinya, aku membaca papan kayu yang ada di hadapanku bertuliskan:
STANLEY ARIANTO BALZAR BIN MARTINUS FERDINAND BALZAR, wafat: Bogor, 8 Agustus 2008.
Ya, itulah makammu. Tempat peristirahatan terakhirmu. Aku sadar, ternyata kau telah meninggalkanku dan aku pasti akan menyusulmu. Pasti, suatu saat nanti!
Waktu terus bergulir.
Kita akan pergi dan ditinggal pergi.
Redalah tangis redalah tawa.
Tunas tunas muda bersemi.
(Iwan Fals - Satu-satu)
Tertanda: Aku 'JORDY GIOVANNI BALZAR'
No comments:
Post a Comment