Ya, sekarang tanggal 11 April, seharusnya hari ini adalah 3 bulan Anniversary saya dengannya. Namun ternyata ini tidak sesuai dengan kenyataan yang ada sekarang. Mengapa?
Karena tepat pada tanggal 2 April kemarin kurang lebih pada pukul 14.30 ada pesan singkat yang masuk ke hp saya. Pesan singkat ini rasanya tak ingin saya terima dan seharusnya pesan singkat ini gak masuk ke hp saya. Tapi apa boleh buat. Tercengang, kaget, diam tak berdaya seketika sambil di selimuti rasa tak percaya saat saya membacanya. "Apa hubungan saya sesingkat ini?". "Kenapa?". "Apa tak ada yang bisa di perbaiki?". Itulah pertanyaan yang langsung menyelimuti saya.
Ya, Pesan itu ternyata masuk dengan kalimat yang sangat mengagetkan saya. Ternyata hubungan saya harus berakhir cukup sampai di sini. Mood main PB hilang dengan seketika. Karena pada saat pesan itu masuk saya sedang main PB dengan teman2 saya. Yang tadinya tertawa lepas tiba-tiba berubah dengan rasa kepedihan. Gak pikir panjang saya langsung mencoba meminta penjelasannya. Sebenernya saya pengen langsung dengar langsung dari mulutnya. Tapi saya mencoba untuk menelpon, ternyata nomer saya dialihkan olehnya saat itu. Entah kenapa.
Akhirnya saya balas pesan singkat dari dia, dan meminta sedikit penjelasannya. Setelah mendengar penjelasan darinya, saya pun mencoba untuk mengerti. Walaupun sungguh berat dan sulit untuk merelakannya. Tapi, lagi-lagi apa boleh buat. Mungkin memang cinta sejati belum berpihak pada saya. hehe :D. Saya menghargai keputusan yang telah dia ambil. Ini memang bukan keputusan yang benar menurut saya, tapi mungkin ini keputusan terbaik menurut dia dan semoga bisa membuat dia merasa bahagia.
Kecewa? Ya, memang kecewa. Benci? Tidak. Buat apa kita membenci orang apalagi orang yang saya sayangi. Saya malahan sangat senang jika bisa berkomunikasi dengan sangat baik dengannya. Karena hubungan yang diawali dengan baik-baik kenapa harus diakhiri dengan saling membenci. Menurut saya membenci orang lain itu gak ada gunanya. Ya, Inilah resikonya. Cinta bisa datang kapan saja, di mana saja dan dengan cara apa saja. Begitupun sebaliknya. Jadi kalau kita siap untuk menjalin hubungan kita pun harus siap kalau tiba-tiba hubungan itu berakhir, meskipun sulit untuk melupakannya.
Masih berharap? Ya, Karena saya masih sangat mencintainya. Tapi saya pun gak mau berharap dengan begitu besar. Karena kalau terlalu besar saya takut nantinya malah makan hati kalau gak tercapai. Menyerah? Tidak, tapi saya hanya ingin menjaga diri saya sendiri dari kekecewaan. Untuk saat ini nikmati saja keadaan ini. Dalam kesepian, kesendirian, dan kerinduan.. Menunggu? Ya. Mungkin saya menggugu dia untuk benar-benar yakin dulu dengan perasaannya. Karena saya juga gak mau memaksakan kehendak dia. Kalau ternyata dia gak mau lagi untuk melanjutkan hubungan ini, sudahlah. Karena saya gak mau menjalankan hanya dengan keterpaksaan.
"Saat kau merasa bahagia, ku disini kan merasa bahagia. Meskipun kau bukan lagi miliku, tapi kau tersimpan di hatiku. Aku masih sangat mencintaimu, tak bisa tuk ku melupakanmu. Tapi ku kan coba untuk mengerti keputusanmu". Terima kasih untuk semuanya. Meskipun sekarang hubungan kita berakhir, aku harap kamu mau mengenang aku seumur hidup kamu. Gak ada yang perlu di sesali. Jangan di tangisi. Biarlah ini menjadi pembelajaran kita untuk di masa depan ˘⌣˘. Jaga diri baik-baik ya. Gapai cita-cita kamu. Aku hanya bisa mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.
Ya, saya sadar memang nasib cinta siapa yang tau. Dan, dia pernah bilang sama saya "kalau jodoh itu gak akan kemana-mana". Ehm, kalau memang ternyata nanti kita berjodoh? Kita liat aja nanti ˘⌣˘. I''ll always love you #KepadaS.
Udahan ah. Maaf nih kalau jadi sedikit curhat. hehe :D.
No comments:
Post a Comment