Hallo, kamu apa kabar? Baik-baik sajakah? Semoga selalu baik-baik saja ya. Aku juga ga lupa untuk selalu mendoakanmu kok. Oiya, kamu sekarang berjilbab ya. Pasti kamu terlihat lebih cantik ya. Hehe. Kabarku sekarang baik-baik saja. Aku masih sama seperti terakhir kita bertemu. Iya terakhir kita bertemu. Apa kamu ingat? Yang waktu itu kamu meminjam handphoneku. Lalu kamu gak mau kasih tau aku untuk apa kamu meminjam handphoneku. Ingat? Semoga saja ya..
Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).
Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.
Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.
Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.
Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.
Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..
Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.
Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--
Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).
Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.
Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.
Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.
Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.
Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..
Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.
Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--
2 comments:
hn.. apakah setiap cowo yang diputusin cewe itu selalu begini ya..
sebenernya sih ga harus kaya gini juga. ya tergantung dari orangnya :)
Post a Comment