Seperti
matahari yang terbit pada pagi hari dan terbenam pada petang hari, lalu
melahirkan gelap pada malam hari. Kita tidak bisa untuk memaksakan sesuatu hal
pun. Kita tidak bisa menahan matahari untuk terbit atau terbenam yang telah
berjalan sesuai dengan siklus waktu. Yang bisa kita lakukan hanya terus
berjalan dalam keadaan apapun. Melanjutkan perjalanan sesuai dengan
alamat yang kita tuju dengan segala resiko dan cobaan yang melintang. Dengan
segala kesenangan dan kepedihan yang menantang.
Jika katamu
berbagi kebahagiaan itu mudah, maka itu berlaku juga dengan kepedihan. Tetapi
tidak untuk melupakan. Matahari tidak pernah beranjak dari tempatnya. Dia tetap
berada di tempat yang sama. Bumilah yang mengelilinginya sesuai dengan hukum
tata surya. Di Bumi, yang tampak Matahari hanya sinar dan panasnya saja.
Sinarnya mampu menerangi seluruh semesta. Panasnya pun mampu untuk menembus
kulit bahkan tulang kita. Lalu memberikan cahaya untuk mata kita. Walau
jaraknya jauh ribuan kilometer dari tempat kita berada. Cinta akan tetap pada
tempatnya berasal. Dalam beranda diri manusia. Tempat yang paling nyaman untuk
disinggahi. Dan kamu telah singgah dalam relung berandaku.
Terimakasih
untuk segalanya. Terimakasih untuk tabah mencintaiku dalam gelap. Dalam
kepastian yang belum tentu pasti. Dengan mencintaimu aku dapat lebih mengenal
hidup. Mencintaimu dapat membuat aku untuk lebih mencintai diriku dan Tuhanku. Kita
hanya bisa untuk memutuskan, tetapi yang memastikan semuanya adalah Yang Maha Pasti. Jika memang
nyatanya kita telah berada dipersimpangan dan memilih jalan yang berbeda. Tidak
mungkin kita bisa mengelak jika nanti akan kembali dipertemukan untuk
dipersatukan pada persimpangan yang akan datang.
Kamu tetaplah
dengan rencanamu. Aku pun dengan rencanaku. Cita-cita menjadi Ibu Rumah Tangga
merupakan cita-cita paling mulia untuk seorang wanita. Sungguh beruntung Ayah
dari anak-anakmu, kelak. Jalani hidup dengan suluruh Kasih-Nya. Jangan
meremehkan dan berburuk sangka dengan-Nya. Sesungguhnya Tuhan itu Maha Baik.
Hanya itu pesanku. Katakan juga kepada Tuhanmu dan berterimakasihlah kepadanya,
karena cintamu telah sampai di genggaman tanganku.
No comments:
Post a Comment