Monday, March 14, 2011

Kamu Cuma Satu – Naif

Kau yang paling setia, kau yang teristimewa
kau yang aku cinta, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara
dari semua wanita kau yang paling sejiwa

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku

kau satu-satunya dan tak ada dua
apalagi tiga, cuma engkau saja
dari semua pria aku yang juara (aku yang juara)
dari semua wanita kau yang paling sejiwa

denganmu semua air mata menjadi tawa suara ria
akankah kau selalu ada menemani dalam suka duka
denganmu aku bahagia, denganmu semua ceria
janganlah kau berpaling dariku karena kamu cuma satu untukku
untukku, untukku, untukku, untukku

Friday, March 11, 2011

You’re The One For Me

Hari ini tanggal 11.

Ya hari ini tanggal 11 dan itu merupakan tanggal jadian saya bersama pacar. Pertamanya saya gak sadar kalau hari ini tanggal 11. Mungkin ini di sebabkan karena saya kurang memperhatikan tanggalan. Bukan berarti saya gak punya tanggalan di rumah. Hehhe. Saya baru menyadarinya setelah beberapa jam bangun tidur lalu saya melihat jadwal UTS, dan ternyata saya libur hari ini. Untuk itu saya menyempatkan menulis ini.

Ya 2 Bulan saya berpacaran bersama Sarah Destia. Itulah nama sang kekasih. 2 Bulan memang waktu yang belum begitu lama. Masih panjang perjalanan saya dengannya. Semoga semuanya berjalan lancar dan baik2 saja. Kalau bisa sampai menikah, lalu tua. Hehe.

Pertama saya tahu dia itu waktu saya SD. Karena saya dengan dia satu SD waktu itu. Pertama mah sih biasa aja, gak ada kesan yang mendalam tentang dia. Tapi jujur saya sudah mengagguminya saat itu. Hehhe.

Hingga akhirnya saya bertemu kembali saat SMP, lagi-lagi saya satu sekolah sama dia. Entah secara kebetulan atau memang sudah ditakdirkan oleh Tuhan saya juga gak tau. Hehe. Tapi waktu pertama kali masuk SMP saya masih belum kenal dekat dengan dia. Hanya sekedar kenal dan tau saja.

"Cantik Juga Ternyata" pikir saya lagi.

Beberapa bulan sebelum saya jadian memang sudah pendekatan dengan dia, tapi saya lupa bagaimana proses pendekatan tersebut. Seingat saya kalau gak salah waktu itu saya jadian sama dia di masa SMP tanggal 15-07-07. Di sebuah bioskop sambil nonton Film. Entah film apa saya lupa. Ya waktu itu saya pastinya meminta dia jadi pacar saya, memang tak seindah yang direncanakan. Karena kata-kata manis yang sebelumnya sudah ada di kepala langsung hilang entah kemana, sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, di tengah-tengah menikmati Film dan ngalor ngidul, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy?"

Yang namanya waktu itu saya masih bocah SMP dan cintanya juga masih cinta-cintaan, hubungan ini gak berjalan lama. Hanya beberapa bulan saja. Saya gak tau tepatnya berapa bulan, karena saya lupa kejadiannya kapan saya putus dengan dia. Meskipun saya sudah putus dengannya tapi hubungan saya masih berjalan baik.

Setelah lulus SMP, kita masuk SMA yang berbeda. Saya lebih memilik SMK IT dan dia memilih SMA Swasta di Bogor. Saya kira saya akan satu sekolah lagi dengan dia tapi ternyata tidak. Hehe. Saat SMK saya gak begitu tertarik untuk berpacaran, di karenakan saya gak ada yang cocok menurut saya. Ini di karenakan sebenarnya saya masih ada perasaan sama dia. Saya berharap bisa kembali bersama dia. Komunikasi kita saat itu sempat putus, mungkin karena kesibukan masing-masing. Saya yang sibuk dengan dunia saya dan dia yang sibuk dengan dunia dia.

Tak di sangka dan tak di nyana. Setelah beberapa tahun gak berkomunikasi. Saya sempat SMSan sama dia tapi hanya sesaat saja. Gak berlebihan. Dan berhubung waktu itu bertepatan dengan ulang tahunnya, saya dengan sengaja mengirim ucapan ulang tahun untuknya di tengah malam. Ternyata responnya positif dari dia.

Alhasil, saya kembali pendekatan dengannya. Hingga akhirnya setelah beberapa bulan saya pendekatan. Tak perlu saya jelaskan bagaimana pendekatannya bagaimana. Karena sangat panjang dan penuh dengan lika liku. Hehe. Akhirnya, saya meminta dia untuk menjadi pacar saya lagi. Tepatnya pada 11-1-11. Seperti yang sebelumnya, tak seindah yang direncanakan. Rencana yang sudah saya rancang sidikit berantakan waktu itu. Entah karena apa. Saya berikan dia bunga dan Coklat. Karena sangkin deg-degan dan gugupnya. Akhirnya, setelah saya memberikan itu semua dan setelah ngalor-ngidul gak jelas lagi, yang keluar dari mulut hanyalah "Sarah, mau gak jadi pacar Jordy lagi?"

Sarah seorang penari. Dia ikut sanggar tari. Setahu saya tari yang dia pilih bukan Modern tapi Tradisional. Saya pernah melihat dia menari, memang bagus. Tapi saya bingung dia menari apa, karena saya gak ngerti dengan tarian dia. Hehe. Dan, ternyata dia bercita-cita menjadi Guru bukan penari. Setahu saya memang dia rajin sekali belajar. Ini berbeda dengan saya yang sangat malas untuk belajar.

Sarah juga menyukai RAN, dia menyukai salah satu personil dari RAN. Rayi, kalau saya gak salah. Yah, selera musik memang berbeda-beda. Dia yang lebih menyukai Jazz atau lagu-lagu slow. Saya sendiri lebih menyukai lagu-lagu Metal atau keras. Bukan berarti saya gak suka lagu-lagu Slow. Tapi saya gak tau dia suka Metal atau tidak. Menurut saya sih tidak. Hehe.

Kami jarang bertengkar, meskipun saya suka sedikit kesal kalau dia sedang bermain dengan teman-temannya lalu lama bales SMS saya. Ini disebabkan karena saya khawatir dengan dia. Tapi itu hanya kesel-kesel kecil yang hilang dengan sendirinya.

Saya kurang tahu tentang Keluarga dia karena saya belum pernah bertemu dengan keluarganya. Tapi, yang penting Sarah mau mengerti saya dan saya mengerti dia. Dia mengerti, bahwa saya sayang padanya, dan saya butuh di sayangi juga :p. Banyak pembelajaran hidup yang saya dapat dari dia. Mengutip lagu Maliq & D'Essentials "you’re the one for me".

Udah ah, ternyata lapar juga membuat artikel ini. Doakan kami biar terus berjalan lancar dan hubungan kami baik-baik saja.

Selamat 2 Bulanan ya, sayang :*

Wednesday, March 2, 2011

Diriku, Aku dan Kamu

Diriku adalah aku, yang menulis untuk membaca diriku sendiri.
Diriku adalah aku, yang selalu ingin melakukan sesuatu untukmu, agar kamu dapat tersenyum.
Diriku adalah aku, yang selalu terdapat dirimu di dalamnya.
Diriku adalah aku, yang bisa tahu bagaimana caranya yang benar untuk mengisi hariku, karena mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang dimana setiap hembusan nafasku itu menandakan aku mencintaimu. Sampai aku tak tau lg bagaimana caranya bernafas.
Diriku adalah aku, yang tak bisa untuk tidak mencintaimu.
Diriku adalah aku, yang mencintaimu dgn caraku sendiri.
Diriku adalah aku, yang telah berjanji kepada Tuhan untuk membuatmu bahagia.
Diriku adalah aku, yang selalu bersyukur kepada Tuhan karena telah menciptakanmu.
Diriku adalah aku, yang selalu mendoakan kebaikan dan keselamatanmu.
Aku Kamu yg saling mencinta, dgn cara saling menjaga, dalam setiap doa.
Kita adalah dua yang berada di dalam rasa yang sama.


: <-- Aku + ) <-- Kamu. Aku + Kamu = :) <-- Kita

Aku + Kamu = Kita = Satu

Tuesday, February 22, 2011

Ya Beginilah Saya

Sekitar jam 22.00. Nunggu pesan singkat dari pacar. Tapi, mata udah ngantuk. Pengen tidur. Tapi takut nanti tengah malam bangun. Di usahain biar gak tidur. Dengerin mp3. Eh gak taunya malah ketiduran.

Gak taunya bener. Tengah malam. Terbangun. Perut lapar. Kasak kusuk kedapur. Berharap ada makanan. Eh, ternyata ada bihun. Gak mikir panjang. Langsung aja dimakan. Dan sekarang udah kenyang. Pengen tidur lagi. Tapi gak bisa. Ambil sebatang. Nyalain korek. Stel tv. Eh ada green day. Nonton dulu ah.

Acara green day udah selesai. Bertepatan sama habisnya sebatang. Nyoba untuk tidur. Ternyata gak tidur2 juga. Nyari acra tv yg bagus. Tapi gak ada. Bingung mau ngapain. Saya twitteran. Bosen. Akhirnya, matiin tv. Pasang mp3 di hp. Semoga aja ketiduran.

Udah beberapa lagu. Ternyata belum juga bisa tidur. Liat jam. Udah jam 03.00. Iseng buka twitter lagi. Bosen lagi. Saya mengkhayal sebentar. Ahhirnya mata udah mulai ngantuk. Nyoba lagi buat tidur. Dan akhirnya ketiduran juga.

Pasti Anda bingung apa maksud dari tulisan saya? Sama, saya juga bingung dengan apa yang saya tulis. Tapi, ya beginilah yang saya lakukan di tengah malam tadi. Yang membuat saya sedikit kesal karena terbangun di tengah malam. Perut yang lapar cukup membuat saya bingung. Kenapa setiap kali saya lapar saya pasti terbangun di tengah malam? Padahal saya ingin sekali tidur pulas. Dan hal yang paling menyebalkan. Ialah di saat perut udah kenyang tapi masih aja gak bisa untuk ngelanjutin tidur. Padahal besoknya saya harus bangun pagi untuk sekolah.

Ini bukan yang pertama kali terjadi. Sebelumnya juga sudah pernah terjadi beberapa kali. Mungkin inilah salah satu sebabnya kalau saya itu suka males untuk bangun pagi. Atau mungkin karena saya sudah terbiasa begadang? Atau memang pada dasarnya saya itu orang yang di takdirkan untuk malas bangun pagi? Ah, bingung kalau di pikirkan. Dari pada saya nanti tambah bingung dan membuat anda juga bingung. Lebih baik, saya akhiri saja tulisan saya ini hehhe.

Saturday, February 19, 2011

Hari ini, Besok, Atau Mungkin Lusa

Apa di antara kalian ada yang mengetahui kapan ajal tiba? Bisa hari ini, besok, atau mungkin lusa.

Pasti di antara kalian gak ada yang tau kapan ajal tiba. Karena saya sendiri pun gak tau kapan saya akan meninggal nantinya. Karena semua ini sudah di tentukan oleh Yang Maha Kuasa. Hal ini selalalu menghantui di pikiran saya. Saya selalu berpikir kalau umur saya gak akan lama lagi, saya selalu berpikiran akan meninggal besok atau mungkin saja beberapa jam lagi. Pikiran seperti ini muncul setelah saya mengalami kejadian yang pastinya gak akan pernah saya lupakan dalam hidup saya.  

Kejadian ini sebenernya sudah cukup lama. Saya lupa pastinya kapan. Jadi pada saat itu saya dengan beberapa orang teman, berenang di salah satu tempat di Bogor. Yah gak usah saya sebut juga kan nama tempatnya apa, yang pasti tempat ini salah satu tempat rekreasi air yang sangat popular di Bogor. Sebenernya sih saat itu berenang cuman pengen iseng doang berhubung salah seorang teman saya Orang tuanya bekerja di tempat tersebut, jadi saya bisa masuk gratis ke tempat tersebut. Siapa yang gak mau sih yang di tawarin gratisan. Heehe. 

Jadi saat itu saat saya asik berenang, baru juga datang banget. Tiba-tiba ada seorang teman yang ngajakin saya untuk main Futsal. Kebetulan di tempat tersebut terdapat wahana Futsal air. Dari pada saya BT berenang sendirian gak ada temennya, ya ikutlah saya untuk main futsal. Pertama yang langsung saya pikirkan saat itu adalah licin. Kalau licin yang perlu di waspadai adalah jatuh. Soalnya dilapangan tersebut ada airnya. Ya iyalah namanya juga wahana rekreasi air jadi main futsalpun juga di lapangan yang ada airnya. Udah ah kok jadi ngawur. Hehhe.

Balik lagi ke cerita pengalaman buruk saya. Setelah cukup lama bermain saya berpikiran ternyata cukup aman juga saya main futsal di lapangan yang berair seperti ini. Tapi ternyata, beberapa menit kemudian saya berpikiran seperti itu, munculah hal buruk yang sebenernya sudah saya waspadai di awal tadi yaitu jatuh. Jatuh saya yang satu ini bukan jatuh yang biasa, saat itu saya jatuh dengan bokong terlebih dahulu. Sumpah sakitnya gak ketolongan. Dada saya sesak waktu itu, sulit sekali untuk bernafas. Bersyukurnya ternyata saya masih di kasih kesempatan untuk hidup. Cuma ada bagian di tulang punggung saya ada yang geser waktu itu. 

Nah, mulai dari situ saya mulai berpikiran yang macem-macem tentang hal yang namanya mati. Karena saat itu saya berpikiran kalau saya akan mati saat itu juga. Tentunya saya belum siap mati waktu itu, soalnya sulit untuk mempertanggung jawabkannya nanti. Sholat aja masih jarang-jarang, puasa wajib masih suka bolong, baca Al-quran udah hampir gak pernah, wah pokoknya banyak seklai kewajiban saya yang harus saya jalani di dunia ini dalam segi keyakinan saya. Kalau pada saat itu saya harus mati apa boleh buat. Karena malaikat gak ada pernah kompromi terlebih dahulu untuk mencabut nyawa seseorang. Iya kan? Tapi, kalau nanti saya mati tentunya saya ingin sekali di dampingi oleh orang yang sangat saya cintai dan sayangi. Agar tenang nantinya saya di alam sana. Hehhe.  

Berawal dari kejadian tersebut saya belajar, kalau ternyata ajal itu bisa kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Sama halnya seperti cinta yang bisa datang kapan saja, di mana saja, dan dengan cara apa saja. Ah, ngawur lagi deh saya. Hehhe.

Yah, kalau kata ustad yang pernah saya denger mah “Di dalam hidup ini kita harus selalu beribadah dan berserah diri kepada Tuhan, agar kelak kalau ajal tiba setidaknya kita telah punya simpanan untuk di pertanggung jawabkan di hadapan Tuhan” begitu ujarnya.

Udah ah, dari pada nanti saya ngawur gak jelas lagi nantinya. Heheh.