Saya menulis kalimat sederhana
Tentang cinta yang (belum) pasti untuk siapa
Tentang kata yang pasti akan menjadi nyata
Puisi ini...
Akan saya tuliskan di belakang foto pernikahan nanti
Dan akan saya bacakan, ketika saya..
Sedang berada di dalam kemarahan atau sebaliknya.
Bahwa suatu saat nanti saya akan mengucapkan selamat tinggal
Begitu sebaiknya,
juga sebaliknya
Karena di dunia ini tidak ada yang kekal.
Ini bukan karena perihal cinta kita yang kandas
Tapi ini karena cinta
kita yang telah tuntas
Dengan kata-kata sederhana
Begini caraku mengawetkan cinta
Untuk itu ingatlah satu kalimat
Atau dua kata sederhana yang sengaja diawal
kubuat
Bahkan kalau bisa catat!
Agar kamu bisa terus mengingat
Kini, usia puisi ini telah setengah abad
Dari saat pertama saya buat
Salah satu dari kita pasti akan wafat
Sungguh, pasti masing-masing dari kita akan berat
Untuk mengucapkan kalimat selamat tinggal sungguh sangat berat!
Tapi apa boleh buat, walau berat..
"Sekarang saatnya untuk kita mengucapkan; selamat tinggal".
[di tulis di Jakarta, 9 Agustus 2012]
No comments:
Post a Comment