Thursday, April 9, 2009
Apa sih pop punk tuh??
Terlahirnya aliran pop punk sebenarnya lterjadi lewat 2 gelombang. Yang pertama terjadi dari suksesnya band-band amerika seperti Blink 182, Green Day, dan The Offspring. Dari semua band tersebut mereka memiliki kesamaan bermusik dari paduan suara gitar yang keras, lirik yang sederhana dan melodi yang disukai oleh semua kalangan.
Jika dalam genre lain harmoni teramat penting tapi tidak untuk genre musik pop punk ini. Bangunan dari genre musik ini terdiri dari banyaknya "gunung" dan "lembah", jadi para pendengar musik pop punk ini menjadi terhanyut dalam emotional.
Suasana musik ini yaitu pada bagian intro dan awal berharmoni lambat dan tenang tiba-tiba berubah menjadi beat cepat dan tidak karuan, lalu kembali menjadi bertempo lambat dan tenang dan seterusnya bagaimana kreativitas mereka bermusik saja dan sampai berhenti dan selesai lagu tersebut di nyanyikan.
Musik pop punk merupakan revitalisasi dari kekuatan jenis musik rock n roll, dan buat penggemarnya genre ini dapat menimbulkan energi tertentu.
Wednesday, April 8, 2009
Emo ??
Band-band luar negeri yang beraliran Emo sendir cukup banyak yaitu Story Of The Years, The Used, Rufio, Silverstein, Alesana, dan msh banya lagi ( males gweh ngebutinnya satu-satu mah ) hhehe. Tapi kebanyakan band tersebut tidak mau kalau bandnya beraliran Emo mereka lebih senang kalau band mereka beraliran pop punk, punk rok, atau rock alternative.
Band-band Emo sendiri biasanya benyak menggunakan suara-suara gitar yang lebih kompleks namun jaga ada dari mereka yag hanya menggunakan gitar akustik saja dalam lagu mereka. Kalau kita bandingkan dengan musik punk musik Emo lebih memiliki cir khas sendiri yaitu tempo yang lebih lambat dari pada musik punk, ciri khas yang lain juga yang ada di musik Emo adalah terdapat sedikit suara scream atau growl dari sang vokalis untuk lebih memunjukan soul emotional dalam musik atau lagu yang di bawakan oleh mereka.
Ada juga band yang beraliran Emocore pasti orang menyangka kalau aliran tersebut sama saja tapi ternyata aliran tersebut berbeda. Apa itu Emocore? Emocore adalah perpaduan antara musik punk dengan hardcore jadi Emocore. Dalam segi musikalitas juga memang sulit dibedakan antara keduanya karena jujur gweh sendiri juga bingung bagaimana cara membedakan antara Emo dengan Emocore. Mungkin anda dapat membedakannya sendiri !! Tidak hanya Emo dengan Emocore tetapi membedakan aliran musik antara Emo, punk rock, pop punk, dengan hardcore sendiri pun cukup sulit. Itu semua mungkin dari kebiasaan band tersebut yang tidak hanya membawakan satu aliran musik saja, tetapi mungkin karena band tersebut sudah terikat dengan image tersebut jadi jika dia membawakan aliran musik yang hampir sama jenis musiknya orang-orang pun mungkin di buat bingung dengan aliran musik yang dia mainkan. Salah satu contoh band luar negeri yang beraliran Emocore adalah Saosin dan A Static Lulaby, mereka adalah salah satu band dai sekian banyaknya band aliran Emocore yang ada di luar sana.
Apa ada band Emo di Indonesia? Ada, salah satunya adalah band asal bandung yaitu Disconnected dan Buckskin Bugle, dan di Bogor sendiri ada Full Of Envious dan masih banyak lagi band yang beraliran musik Emo di Indonesia ini. Biasanya band-band tersebut adalah band indie lebel yang masih kental dengan aliran Emo.
Style Emo sendiri sekarang telah menjadi Trend di remaja-remaja di Indonesia maupun Luar negeri seperti saja anak-anak di Amerika yang disebut emo fag, rata-rata dari mereka bilang kalau Emo telah menjadi gaya hidup mereka. Di Indonesia banyak yang meniru style dari band-band luar baik dari dandanan, rambut, pakaian, dll.
*odie balzar*
Tuesday, April 7, 2009
Alone At Last
Setelah dari RORO ( Rocket Rockers ) gweh di sini mau menceritakan band indie dari bandung juga yaitu Alone At Last..

Alone At Last (AAL) adalah salah satu band indie yang cukup luar biasa karirnya, AAL adalah band punk rock yang telah menjelma menjadi band besar di bandung. AAL sendiri baru mengemas 1 EP dan 1 Album. Sebelumnya gweh akan memperkenalkan personel dari AAL itu sendiri yaitu sang vokalis mereka adalah Yas, di gitar ada Ucay, Ubey di bass, dan Athink di drum.
AAL sendiri didirikan pada tahun 2004 oleh Athink dan Bahe sang gitaris yang akhirnya mengundurkan diri di tahun 2007. AAL pun telah memiliki banyak fans pada saat itu, pada saat pertengahan 2006 AAL membuat EP perdananya yang berjudul "Sendiri VS Dunia" di EP tersebut AAL megisikan 6 buah lagu yang semuanya menjadi hits saat itu. Sebut aja Amarah, Senyum, dan Air Mata, Kisah Jejak Terhina, dan Mainstream of Love. Semua itu AAL berdiri di bawah naungan Absolute Records.
Dan di tahun 2007 AAL merilis album perdananya yang berjudul "Jiwa" berisikan 13 buah lagu. Singel pertama dari album tersebut adalah Muak untuk Memuja. Di album ini pula cukup banyak perubahan yang terdengar salah satunya adalah dari cara Yas bernyanyi dan melodi gitar yang cukup variatif yang dimainkan oleh sang gitaris. Album ini juga mengikut sertakan musisi lokal seperti Teguh dari Right Eighty Eight yang ikut bernyanyi di lagu Jiwa, dan Adi Gembel yang menyumbang screaming untuk lagu Gadis Kecil Berbisa.
Mungkin para penggemar AAL pun cukup puas dengan album perdananya ALL. Contohnya adalah dari 4000 kaset dan 2000 CD yang diproduksi oleh AAL, saat ini kesemuanya sudah ludes terjual alias sold out. Tapi buat para penggemar AAL yang blum kebagian gk usah khawatir soalnya AAL akan memproduksi lagi kaset maupun CD yang telah terjual ludes tadi.
Kapan yah AAL melakukan launching album perdananya? Kita liat aja nanti. oke.
*odie balzar*
Monday, April 6, 2009
Perjalanan Rocket Rockers

ROCKET ROCKERS mungkin namanya tidak asing jika anda sering berada atau pecinta band indie lebel. Rocket Rocker sendiri berdiri di tahun 1998, saat itu belum bernama Rocket Rockers seperti yang kalian kenal seperti saat ini tapi nama band mereka adalah Immorality President. Immorality President saat itu dengan formasi awal Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums).
Lalu di tahun 1999 mereka baru meresmikan namanya menjadi Rocket Rockers setelah Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President. Setelah Firman (vocal/guitar) karena ada salah satu hal Immorality President merekrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya.
Pada tahun 2000 rocket rockers mendapat giliran album komilasi pertamanya dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward. Setelah itu RORO mulai manggung di acara pensi SMA maupun acara kolektif.
Pada tahun 2001 Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun itu juga RORO mendapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses di saat itu pula RORO sering manggung di acara skate.
Di tahun 2002 RORO mengeluarkan album pertama mereka yang berjudul “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. lbum tersebut mencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Beberapa media masa juga memprekdiksikan RORO akan menjadi “The Next Big Thing” bersama SID, The White Stripes, The Hives dan The Vines.
Di tahun 2003 juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.
Di Tahun 2004 Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”.
Di tahun 2006 Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Years. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Di tahun ini juga RORO menggarap album ke 3 yang berjudul "Better Season". 3 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Requestpun membludak di mana2.
Di tahun 2007 RORO memutuskan kontraknya pleh SONY-BMG dikarenakan tidak adaya lagi kerja sama yang menuntungkan. Sehingga RORO membuat lebel sendiri yang bernama Reach & Rich Records.
Dan di tahun 2008 RORO menjadi band yang memiliki fans club di friendster sekitar 50.000. RORO juga salah satu band rock Indonesia yang memiliki fans club terbanyak. Rocket Rockers Friend adalah sebuah nama fans club dari rocket rockers. Rocket Rockers Friends sendiri mempunyai situs yang bertujuan untuk kita dapat bertukar informasi tentang rocket rockers dari atribut, singel rocket rockers teranyar, maupun jadwal manggung rocket rockers sendiri. Dan di tahun 2008 ini RORO juga mendapatkan kesempatan muncul di stasuun TV nasional seperti sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.
The end
*odie balzar*