
ROCKET ROCKERS mungkin namanya tidak asing jika anda sering berada atau pecinta band indie lebel. Rocket Rocker sendiri berdiri di tahun 1998, saat itu belum bernama Rocket Rockers seperti yang kalian kenal seperti saat ini tapi nama band mereka adalah Immorality President. Immorality President saat itu dengan formasi awal Firman (vocal/guitar), Aska (vocal/guitar), Bisma (bass), Doni (drums).
Lalu di tahun 1999 mereka baru meresmikan namanya menjadi Rocket Rockers setelah Firman (vocal/guitar) keluar dari Immorality President. Setelah Firman (vocal/guitar) karena ada salah satu hal Immorality President merekrut Al a.k.a Ucay untuk gabung di Immorality President. Namun nama band itu tidak berlangsung lama, sampai akhirnya Ucay mengusulkan nama Rocket Rockers sebagai penggantinya.
Pada tahun 2000 rocket rockers mendapat giliran album komilasi pertamanya dari bonus CD majalah Fallen Angel bersama Poison The Well, Strung Out, Not Available, Step Forward. Setelah itu RORO mulai manggung di acara pensi SMA maupun acara kolektif.
Pada tahun 2001 Rocket Rockers menjadi salah satu band pembuka konser Skin Of Tears (band punk asal Jerman) di teater terbuka Dago Tea House bersama Kuro!, Stadium 12 dan No Label. Di tahun itu juga RORO mendapat kontrak endorsement dengan Volcom dan Electric Sun Glasses di saat itu pula RORO sering manggung di acara skate.
Di tahun 2002 RORO mengeluarkan album pertama mereka yang berjudul “Soundtrack For Your Life” di bawah naungan OffTheRecords. lbum tersebut mencapai penjualan 15.000 copies lebih. Sampai suatu saat, single lagu “Finishkan” menjadi No.1 beberapa minggu di chart indie Radio Prambors. Beberapa media masa juga memprekdiksikan RORO akan menjadi “The Next Big Thing” bersama SID, The White Stripes, The Hives dan The Vines.
Di tahun 2003 juga Rocket Rockers sempat menjadi cameo dan pengisi scoring di film “Cinta 24 Karat” karya Richard Buntario. Di tahun yang sama, Doni (drummer) keluar dari Rocket Rockers dan digantikan oleh Ozom.
Di Tahun 2004 Di awal tahun ini Rocket Rockers di kontrak oleh Sony Music dan melahirkan album ke 2 “Ras Bebas” di tahun 2004. Album tersebut laris 20.000 copies dibulan pertama edar. Rocket Rockers di tahun 2004 telah membuat 3 video klip yang tayang di MTV, diataranya: “Bangkit”, “K.L.A.S.S.I.X” dan “Pesta”.
Di tahun 2006 Rocket Rockers tahun ini berhasil membuat sejarah baru sebagai satu-satunya band Indonesia yang masuk ke dalam sebuah film dokumenter punk se-dunia “PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE: A Revolution 30 Years In the Making”. Film yang disutradarai oleh Susan Dynner tersebut menelusuri perkembangan dan eksistensi punk rockn selama 30 tahun. Susan Dynner dalam film tersebut mencoba untuk menggambarkann betapa besarnya kultur punk di dunia. Ide awalnya ketika Susan menonton sebuah acara reuni akbar band-band punk tua sampai yang muda dengan sponsor LEVI’S. Akhirnya tercetuslah ide untuk membuat PUNK’S NOT DEAD THE MOVIE. Film tersebut menuai pujian dari festival seperti The Copenhagen International Documentary Film Festival, Melbourne International Film Festival, Buenos Aires Film Festival, San Francisco International Film Fastival hingga Cannes Film Festival. Band-band dan artis yang terlibat didalamnya: NOFX, Sex Pistols, Minor Threat, Black Flag, The Ramones, Dead Kennedys, Rancid, Greenday hingga band-band masa kini seperti My Chemical Romance, The Used, Thrice, SUM 41, Good Charlotte, Story Of The Years. Juga interview beberapa tokoh penting punk lainnya. Rocket Rockers menjadi bagian dari rentetan band tersebut, adalah sesuatu yang sangat membanggakan. Di tahun ini juga RORO menggarap album ke 3 yang berjudul "Better Season". 3 lagu Rocket Rockers menyebar hand to hand, hardisk to hardisk diluar kuasa Rocket Rockers. Lagu yang menyebar masih hasil mixing dan belum di mastering. Entah siapa yang menyebarkannya. Alhasil, materi lagu Rocket Rockers sudah menyebar ke pelosok nusantara. Requestpun membludak di mana2.
Di tahun 2007 RORO memutuskan kontraknya pleh SONY-BMG dikarenakan tidak adaya lagi kerja sama yang menuntungkan. Sehingga RORO membuat lebel sendiri yang bernama Reach & Rich Records.
Dan di tahun 2008 RORO menjadi band yang memiliki fans club di friendster sekitar 50.000. RORO juga salah satu band rock Indonesia yang memiliki fans club terbanyak. Rocket Rockers Friend adalah sebuah nama fans club dari rocket rockers. Rocket Rockers Friends sendiri mempunyai situs yang bertujuan untuk kita dapat bertukar informasi tentang rocket rockers dari atribut, singel rocket rockers teranyar, maupun jadwal manggung rocket rockers sendiri. Dan di tahun 2008 ini RORO juga mendapatkan kesempatan muncul di stasuun TV nasional seperti sebut saja “Dahsyat” RCTI, “Klik” dan “Planet Remaja” ANTV, “On The Spot” Trans7 dan beberapa acara tv lokal.
The end
*odie balzar*
No comments:
Post a Comment