Tuesday, July 2, 2013

Dia

senja berlalu, gradasi perbedaan warna menyatu
terpancar sinar keindahan dan kebahagiaan
setiap detik dan detak saat bersamamu, tak ada satu detikpun yang tak berkesan
banyak rinduku yang mati dalam pelukmu
lalu, aku dapat melihat dunia yang baru

biru dan orange saling menggegam
yaa, sekarang aku tahu fungsi ruas yang ada di jemariku
kekasih, atau siapapun kau mesti kupanggil
di dalam pikiranku, tak ada yang lebih indah selain menjadi tua bersamamu
mencintaimu.. itu nyata dalam diriku

JGB [25 Juni '13]

Friday, May 10, 2013

Pengalaman Berharga

Beberapa hari yang lalu, tepatnya (7/5) baru saja saya bertemu dengan Wendi Putranto, seorang Executive Editor Rolling Stone Magazine. Seorang jurnalis yang menginspirasi saya dengan cara pemikirannya. Kepentingan saya bertemu dengan dia adalah bertujuan untuk menjadikan dia sebagai narasumber film dokumenter yang sedang saya garap dengan tim tentang studio musik Lokananta. Pilihan saya jatuh kepada seorang Wendi Putranto karena dia merupakan seorang jurnalis musik yang berkecimpung sangat lama di dunia jurnalistik musik Indonesia.

Awal mula cerita, saya telah mempunyai konsep film dokumenter telah tersusun dengan rapih. Tapi saya hanya mengetahui dia lewat twitter. Dari sekian banyak followers twitter akun @wenzrawk, saya merupakan salah satu followers-nya. Ketika saya iseng membuka timeline dari @wenzrawk, kebetulan akun email dia waktu itu terdapat di dalam timeline-nya. Jadi saya tidak perlu lagi repot-repot untuk menanyakannya. Nah! Email sudah dapat. Langkah selanjutnya jelas saja saya langsung mengirimkan email yang bertujuan untuk membuat janji agar saya dan tim bisa melakukan peliputan. Bersyukur Mas Wend merupakan orang yang cukup responsif dengan email saya. Akhirnya ditentukanlah tanggal yang diatas saya sebutkan tadi.

Pertemuan saya dengan Mas Wend berlangsung tidak cukup lama. Saya tiba di kantor Rolling Stone tempat dia bekerja sekitar pukul 18:30 (padahal seharusnya saya janjian sekitar pukul 18:00. Hehe). Untung Mas Wend sangat memaklumi hal ini dan saya berharap semoga dia sedang sibuk pada jam tersebut. Setiba di kantor Rolling Stone, saya disapa hangat oleh satpam yang berjaga di kantor tersebut. Di persilahkan saya pada sebuah ruangan yang cukup tenang yang sesuai untuk standart pengambilan gambar. Tanpa buang waktu, saya langsung set kamera yang saya bawa. Melakukan uji coba pada kamera beberapa kali agar gambar yang dihasilkan cukup baik. Setelah sekitar 15 menit berselang, datanglah jurnalis inspirator saya. Wow! Saya sempat terdiam sejenak. Entah apa yang harus saya katakan. Saya hanya tersenyum sampai saya lupa untuk mengenalkan nama saya sendiri. Hehe. Sapaan hangat dari dia membuat saya sedikit tersadar. Tapi tetep rasa grogi dan deg-degan masih terasa sangat jelas. (ini pertama kalinya saya mewawancari seorang inspirator hidup saya). Obrolan-obrolan pembuka dilontarkan untuk mencairkan suasana. Minuman dingin dan ruangan AC membuat pikiran menjadi dingin. Setelah semuanya siap. Mulailah saya dalam sesi wawancara. Seperti yang saya ucapkan diawal. Jawaban yang terucap dari seorang Wendi Putranto lagi-lagi membuat saya cuma bisa membuat saya bengong dan berkata "wow". Itu terjadi karena jawaban dia yang luar biasa ngehek dan cerdas. Pemikiran-pemikiran aneh sang Jurnalis tertumpahkan hanya dalam hitungan detik seusai pertanyaan dilontarkan. Yaa, inilah yang membuat saya terinspirasi oleh dia. Pemikiran aneh yang nyeleneh tapi cerdas.

Sekitar 45 menit wawancara selesai. Seluruh pertanyaan telah habis dilahap oleh Mas Wend. Diselang waktu, saya mencoba isi dengan diskusi kecil tentang musik Indonesia. Sementara teman saya mengemasi peralatan kamera satu demi satu. Hanya satu jam saya berhadapan dengan sang jurnalis ngehek inspirator saya itu. Sebentar memang. Tapi menurut saya itu merupakan momment yang cukup lama. Mungkin karena grogi dan ruangan AC membuat saya terasa membeku. Sebelum pamit saya mencoba mengabadikan momment dengan dia. Yeah! Ini hari yang istimewa.. Hehe.

Wednesday, April 3, 2013

Sendiri Itu Asik

Kemarin merupakan tanggal 2 April, berarti terhitung sudah 2 tahun saya menjadi jomblo. Sebenernya ini bukan sesuatu yang membanggakan yah? Hehe. Tapi yang ingin saya bahas saat ini bukan masalah kenapa saya menjadi jomblo, karena itu sudah pernah saya post di blog ini. Lagian juga yang udah berlalu ya biarin aja berlalu. Iya ga? Hehe.

Oke. Sekarang saya pengen sedikit berbagi aja, tanpa ada maksud untuk menggurui atau apapun itu. Pada awalnya, sendiri memang merupakan suatu hal yang ga enak. Saat harus berpisah dari orang yang dicintai rasanya memang sangat menyakitkan. Bener ga? Itu semua terjadi karena perpisahan itu merupakan suatu hal yang sama sekali tidak diharapkan. Apalagi hubungan yang dibangun terbilang belum lama. Pasti rasa sakit yang kita alami lebih besar ketimbang hubungan itu sudah terjalin bertahun-tahun. Atau malah sebaliknya? Ah tapi yang pasti setiap perpisahan itu menyakitkan. Mau perpisahan yang diputuskan secara bersama/sepihak ataupun perpisahan yang sudah di tentukan oleh Tuhan (kematian). Hehe. Lagian memang ga ada yang mengharapkan adanya sebuah perpisahan. Karena setiap orang pasti mengharapkan suatu hubungan terjalin dengan baik. Tapi tanpa bisa dipungkiri, setiap hubungan yang terjalin pasti ada sebuah perpisahan. Setiap pertemuan, pasti ada perpisahan. Lalu hubungan biar bisa terjalin dengan baik bagaimana?

Hubungan yang baik? Saya pernah sharing dengan seorang temen saya tentang ini. Saya tanya dia "apa sih yang penting dalam menjalin hubungan?", terus dia jawab "yang jujur, sayang, dan peduli", "oke terus", tapi ga ada yang sempurna kan?". Kalau saya simpulkan disini memang ga ada manusia yang bisa sempurna, tetapi jika kedua orang bisa saling mengisi, menurut saya kesepurnaan itu pasti ada. Oke, tapi bukan ini yang saya bahas.

Bukan maksud untuk menggurui atau apapun. Ini saya hanya sedikit berbagi pengalaman saya aja. Memang apa yang dibilang teman saya itu benar. Tapi menurut saya yang penting dalam menjalin suatu hubungan itu adalah adanya rasa saling toleransi, saling memahami dan saling mengerti diantara keduanya. Kenapa? Karena setiap orang itu pasti memiliki keinginan serta ego-nya sendiri. Dan keinginan setiap orang itu pasti berbeda-beda. Jika diantara kedua orang itu tidak ada toleransi, ya maka yang ada malah adu ego diantara mereka dan membuat suatu hubungan tersebut tidak terjalin secara baik. Ya, sekali lagi itu hanya pendapat saya, jadi jika setuju ya silahkan tetapi jikapun tidak ya ga apa-apa.

Itu sedikit pembahasan tentang suatu hubungan, selanjutnya saya ingin sedikit ngebahas tentang menjadi 'single'. Menurut saya, single itu hanya status. Single juga ternyata tidak seburuk apa yang dipikirkan. Jika hanya ingin kasih sayang, banyak kasih sayang yang bisa didapat. Mesikupun itu bukan dari seorang kekasih. Tapi kasih sayang dari keluarga dan orang-orang terdekat bisa membuat anda untuk tetap mendapatkan kasih sayang. Single juga bisa membuat anda lebih fokus untuk meraih mimpi-mimpi dan cita-cita yang diinginkan (apalagi kalau usia Anda masih terbilang muda). Malah saya sendiri aja sekarang lebih nyaman 'sendiri' jika dibanding saat memiliki pasangan yang sekiranya itu hanya sebagai 'status' saja. (Dalam kata lain biar dibilang engga jomblo).

Sendiri memang bisa membuat saya nyaman. Saya bisa melakukan kegiatan apa saja yang saya suka dengan teman-teman, melakukan apa saya inginkan tanpa dibatasi, meraih mimpi, cita-cita dan masa depan saya dengan fokus. Tanpa harus terbagi. (Sebab jika kita telah memutuskan untuk memiliki pasangan, kita harus membagi seluruh hidup dengan pasangan bukan? Mulai dari waktu, kebahagiaan, dan hal yang lainnya). Selain itu juga memang belum ada aja wanita yang tepat untuk saya atau memang belum ada wanita yang beruntung yang bisa mendapatkan saya? Hehe :p.

Sedikit sharing tentang diri saya. Saya memang orang yang punya sisi idealis tinggi, sistem pemikiran yang random, ya kalau bisa dibilang 'semau gue-lah'. Jadi engga gampang juga kalau ingin memahami dan menjalin hubungan dengan saya. Banyak memang yang sempet deket dengan saya, tapi itu akhirnya hanya sampai sebagai teman. Karena ga ada kecocokan, dan rasa menimbulkan rasa nyaman untuk saya maupun dia. Malah-malah saya dibilang 'raja PHP'. Sebenarnya sih engga ada niatan untuk bikin PHP. Tapi saya merupakan bukan tipe orang yang ga bisa dengan cepat memilih pasangan. Perlu waktu yang lama untuk saya memahami orang tersebut dan sampai akhirnya saya yakin. Sebab ada beberapa kriteria tersendiri dalam diri saya untuk memilih pasangan. Karena untuk mencari pasangan, saya engga mau itu hanya sekadar status. Makanya saya agak sedikit pemilih dengan hal ini. Hehe.

Itu aja sih yang ingin saya share. Jadi, sebelum memulai suatu hubungan. Yakini lagi dalam diri anda. Apakah itu sesungguhnya cinta, atau hanya serupa cinta? :)

Salam~

Saturday, March 9, 2013

Kehendak

Awan..
Suatu karya Tuhan yang sangat mengagumkan
Menghiasi langit untuk memberikan keindahan
Tidak bisa dibayangkan, jika langit tanpa awan
Pasti tidak akan ada kombinasi warna yang menakjubkan
Awan tercipta untuk hujan
Dia tidak pernah menanyakan untuk apa air itu turun
Dia tidak pernah menanyakan mengapa air itu turun
Dan dia juga tidak pernah menanyakan berapa banyak air itu turun
Dia selalu rela mengikuti hukumnya
Air yang dia jatuhkan mengalir sampai ke daratan
Dibawanya air tersebut melalui aliran sungai menuju lautan
Sesampai di lautan air tersebutpun kembali menjadi awan
Terus dan menerus seperti itu
Awan memang sering terlihat bersama hujan, tapi
Apa mungkin jika awan tidak akan melepaskan hujan?
Lalu hujan..
Dia tercipta karena awan
Dia mahluk Tuhan yang setia menunggu awan
Padahal hanya untuk dijatuhkan
Indah rintiknya pun selalu saja disalahkan
Disaat musim penghujan, dia banyak menjadi perbincangan
Dikala kemaraupun, dia juga menjadi omongan banyak orang
Padahal sebenarnya hujan turun bukan untuk disalahkan
Dia memberikan kesejukan dalam rintiknya
Bagaimana jadinya jika hujan tak ada?
Tapi kenapa dia menjadi yang selalu disalahkan?
Begitu juga pelangi
Dia adalah karya Agung Tuhan yang tak perlu ditanyakan keindahannya
Banyak orang yang mengaguminya
Dia hadir disaat selepas rintik hujan jatuh
Tapi keindahannya hanya terlihat sementara
Dia tidak seindah awan yang selalu terlihat disaat apapun
Kenapa?
Matahari..
Ya mataharilah sumbernya
Semua terjadi karena peran serta Matahari
Jika tak ada Matahari, air tak akan menguap menjadi awan
Hujan yang turunpun tak akan berhenti
Lalu bias sinar pelangi tak akan hadir selepas hujan reda
Mataharilah yang menentukan kehendaknya

Friday, March 8, 2013

Cinta Bukan Kita

awal kita tidak pernah menyangka bahwa ini adalah cinta
datang secara tiba-tiba tanpa pernah kita sangka
untuk merasakan kehadiran tanda-tanda cinta itu ada
getarannya dapat terasa melalui tatapan mata

lalu, kita sama-sama meyakini bahwa ini adalah cinta
menjatuhkan sebuah rasa atas nama cinta
cinta yang pada kenyataannya bukan cinta
cinta yang hanya serupa cinta
cinta itu bukan kita
cinta itu hanya cukup sebatas aku dan kamu