Saturday, June 18, 2011

Pilihan dan Pilihan

Lagi-lagi harus di hadapkan dengan pilihan.

Ya, terkadang kita memang harus di hadapkan dengan pilihan-pilihan dan pertanyaan-pertanyaan. Dan sekarang saya sedang di posisikan untuk memilih sebuah pilihan. Dikarenakan hidup adalah pilihan. Pilihan adalah tuntutan dan terkadang memang sangat membingungkan sekaligus memusingkan. Hehe.

Waktu itu saya sempat bilang dan pernah saya tulis juga artikelnya di blog ini. Yang dimana saya harus di bingungkan dengan memilih SMA atau SMK pada saat saya lulus SMP. Silahkan baca artikel saya yang "'Beruntung Memilih SMK'. Dan sekarang saya lagi-lagi harus di bingungkan dengan memilih kuliah atau kerja. Ini memang pilihan yang sangat membingungkan dan saya yakin ada beberapa di antara kalian juga sempat di bingungkan dengan pilihan ini setelah kalian lulus dari SMA/SMK.

Antara kuliah atau kerja.

Pilihan ini sempat menghantui pikiran saya setiap hari. Di satu sisi saya menginginkan untuk kerja terlebih dahulu, agar bisa hidup lebih mandiri. Lagian saya takut kalau nanti kuliah yang ada malahan buang-buang uang. Berhubung saya sekolah aja gak bener. Walaupun memang nilai yang saya raih gak jelek-jelek amat. Hehe. Tapi di lain sisi orang tua menuntut saya untuk meneruskan dulu ke kuliah. Membingungkan? Memang.

Masalah ini sempat saya bicarakan kepada beberapa teman saya. "Ada teman saya yang bilang kalau belum mau kuliah mendingan nanti dulu aja. Daripada nantinya buang-buang uang". Nah, kalau yang ini sependapat dengan saya. Tapi, di lain sisi ada juga yang bilang. "Mendingan kuliah aja dulu. Kapan lagi ada kesempatan untuk kuliah. Lagian juga aku yakin kamu pasti bisa serius kok. Apalagi kan kamu cowo harus cepet berhasil nantinya kan bertanggung jawab untuk keluarga". WOW! Pernyataan ini cukup membuat saya tercengang. Tapi kalau di pikir-pikir memang bener juga pernyataannya.

Sebenernya sih kalau di bilang masalah kuliah saya gak keberatan. Selama kuliahnya juga masih di daerah Bogor. Tapi keadaannya sekarang saya harus kuliah di Jakarta. Memang ini kota kelahiran saya. Tapi pastinya saya merasa asing dengan suasana Jakarta. Ini dikarenakan saya yang memang besar di Bogor. Tapi ada bagusnya juga saya merasa asing di Jakarta, soalnya kalau menurut Sarah justru disini pointnya biar saya bisa bener-bener kuliahnya. Hehe.

Loh kok Sarah? Hehe, iya saya memang waktu itu meminta saran sama dia. Dan ternyata memang dapat membuat saya tercengang sekaligus tertantang mendengar nasihatnya. Dan sepertinya saya akan mencoba tantangan dari dia. Waktu itu saya juga sempat berjanji sama dia. Dan semoga aja saya bisa menepatinya dengan cepat. Sarah kamu inget janjinya? semoga aja inget ya. Hehe.

Jadi, inti dari tulisan saya adalah jika di hadapkan oleh pilihan alangkah baiknya untuk meminta pendapat kepada beberapa orang untuk meyakinkannya. Dan Sarah adalah orang yang bisa meyakinkan saya waktu itu. Hehe. Terimakasih ya Sarah :). Ehm, tapi ada di lain sisi juga. Kalau ternyata gak ada yang bisa ngeyakinin kalian. Ya, yakini sajalah apa yang kalian yakini. Selama kalian yakin sama pilihan yang kalian pilih. Ya, ada baiknya juga untuk di coba.

Sekali lagi bukan bermaksud untuk mengurui atau apapun. Ini saya hanya ingin berbagi pikiran saya aja sama kalian. Boleh setuju tapi boleh juga tidak. Terserah. Hehe.

Salam --

Friday, June 17, 2011

Lihatlah Pada Cermin


Bercerminlah ketika kamu membaca kalimat itu. Disaat aku tak ada di hadapanmu. Ya, itulah yang selalu ada di hatiku hanya untukmu. Dan tak mungkin aku mengatakannya kepada orang lain selain kamu.


Bercerminlah ketika kamu membaca kalimat ini. Karena kama pasti akan melakukan hal yang sama dengan kalimat yang aku tulis. Dan ternyata kamu lebih terlihat cantik jika tersenyum.


Thursday, June 16, 2011

Agustus Membisu

Pagi : Aku tak sempat bertemu denganmu.
Siang : Aku tak ingin berbicara padamu.
Malam : Aku tak mampu berkata di hadapanmu.

Saat waktu itu aku menjadi manusia bisu. Tak ada kata-kata yang ku ucapkan padamu. Di saat kau mencariku. Aku menghampirimu tapi aku tak ingin berbicara padamu. Di saat kau dalam situasi sulit. Aku dengan sendirinya menghampirimu tapi aku tak mampu berkata-kata di hadapanmu.

Bibirku membisu, mataku berkaca-kaca haru, dan sesekali mengeluarkan air mata karenamu. Tak berdayanya aku melihatmu. Aku menemanimu dan berada di dekatmu. Lalu, kau menyampaikan pesan padaku dengan sebuah isyarat. Dan aku mengerti apa makna yg tersirat.

Hingga akhirnya penyesalan dan rasa kehilangan yang ada di diriku. Setelah keesokan harinya, aku membaca papan kayu yang ada di hadapanku bertuliskan:
STANLEY ARIANTO BALZAR BIN MARTINUS FERDINAND BALZAR, wafat: Bogor, 8 Agustus 2008.

Ya, itulah makammu. Tempat peristirahatan terakhirmu. Aku sadar, ternyata kau telah meninggalkanku dan aku pasti akan menyusulmu. Pasti, suatu saat nanti!

Waktu terus bergulir.
Kita akan pergi dan ditinggal pergi.
Redalah tangis redalah tawa.
Tunas tunas muda bersemi.
(Iwan Fals - Satu-satu)

Tertanda: Aku 'JORDY GIOVANNI BALZAR'

Wednesday, June 15, 2011

Akhirnya Wisuda Juga

Wisuda apa? Ini wisuda saya di SMK. Sangat menyenangkan sekaligus mengharukan.

Menyanangkan kenapa?

Menyenagkan akhirnya saya tidak terlibat lagi di sekolahan tersebut. Soalnya saya cukup muak dengan pelajaran dan guru-guru yang ada di sekolah tersebut. heheh.

Mengharukan?

Mengharukan karena saya harus mulai berpisah dengan teman-teman sepermainan saya. Bisa di bilang soalnya yang ngangenin dari masa-masa sekolah itu bandelnya daripada rajinnya. Soalnya kalau sekolah gak ada bandelnya kurang asik saudara-saudara. hehe.

(Ini dia foto saya dengan memakai toga, cukup tampan tapi toga yang saya pakai kegedean)


Tepat pada tanggal 4 Juni 2011 saya resmi di wisuda dari sekolah saya belajar. Dimulai dari pukul 07.00 saya bergegas ke Gedung Megantara untuk menjadi Wisudawan. Pertama-tama memang membingungkan, soalnya saya gak ikut gladiresik pada sehari sebelumnya di karenakan malas. hehe.

Pada saat sampai di sana, saya bingung harus mengambil toga saya di mana, soalnya teman-teman saya yang lain sudah mendapatkan toga pada saat gladiresik tersebut. Karena panik, saya pun jadi sibuk sendiri cari sana sini, mundar mandir cari toga. Setelah bertanya sana sini ternyata toga ada di panitia. Saya minta toga saya, tapi ternyata toga untuk saya gak ada, toga yang seharusnya saya pakai ketuker oleh orang lain. Lagi-lagi karena panik, waktu juga udah mepet. Akhirnya saya putuskan untuk memakai toga yang ada/tersisa.

Berhubung saya gak ikut gladiresik sehari sebelumnya. Saya pikir semua toga itu sama. Ternyata saya dapet toga jurusan TKJ, sedangkan saya jurusam MM. Di mana begadanya? Toga MM itu seharusnya warna biru, sedangkan saya mendapat yang berwarna merah. Karena berbeda saya komplain ke panitia kalau ternyata toga yang saya dapet itu beda jurusan. Tapi, ini gak di gubris oleh panitia. Saya pikir saya udah tenang, ternyata harus di sibukan lagi dengan toga yang berbeda.

Tapi kok itu foto di atas berwarna biru? Berhubung saya gak PD pake toga yang berbeda warna dari teman-teman satu jurusan. Ya, saya berusaha untuk merayu dan membodoh-bodohi teman saya, ternyata berhasil. Akhirnya saya pun tukeran dengan toga teman saya. Padahal dia satu jurusan sama saya. Jahat? mungkin. hehe.

Saya gak mau banyak cerita, mungkin ini ada beberapa foto2 saya bersama teman-teman yang lain yang di ambil setelah acara:



(Ini foto saya bersama band MLM. Arwin, Hadi, Riki, dan saya)



(Ini foto saya bersama Olok-olok/teman sepermainan di kelas saya. Sebenarnya ada 2 orang lagi tapi pada saat itu dia sedang entah berada di mana. Ndaru, Angga, Alan, Saya, dan Aji)

(Ini foto saya bersama teman-teman saya yang lain, bisa di bilang namanya Laskar Petir. Sebenarnya masih banyak yang lain tapi entah mereka sedang berada di mana saat itu. Rivan, Agus, Saya, Denny, Tomi, dan Andri)

(Ini foto saya bersama Laskar Petir versi lebih banyak. Denny, Alan, Angga, Ndaru, Odoy, Saya, Agus, Mamay, dan Wais)

(Ini foto saya bersama Laskar Petir dan Pak Haji guru agama. Dialah salah satu guru favorite anak-anak. Mohon maaf namanya gak bisa saya sebutin satu persatu, soalnya terlalu banyak hehe)

(Ini foto saya bersama MLM dan adek-adek kelas saya. Pada saat ini saya baru selesai manggung, ternyata saya dikagetkan dengan di ajakin foto bareng mereka. Saya pikir mereka cuma mau foto sama personel dari MLM, tapi ternyata saya juga di ajak/mungkin di antara mereka ada yang ngefans sama saya. Hehe. Maaf saya gak bisa nyebutin namanya, soalnya saya gak terlalu kenal tau siapa aja. Nanti yang ada malahan salah sebut. Hehe)

Foto yang saya punya baru segitu, mungkin nanti kalau ada lagi saya edit artikel ini. Sekian!

Salam --