Wednesday, March 6, 2013

Atas Nama Kamu (Antara Kesetiaan dan Kebodohan)

"Banyak orang yang berkata bahwa aku bodoh, tetapi itu kata mereka dan bukan kataku. Lagian bukankah cinta membuat manusia menjadi terlihat bodoh?
Atas nama kamu, aku melakukan hal yang menurut orang lain anggap itu bodoh. Tapi bagiku itu tidak, yaitu menunggumu.
Atas nama kamu, aku melakukan pernyataan yang menurut orang lain anggap itu bodoh. Tapi bagiku itu tidak, yaitu aku masih mencintaimu.
Atas nama kamu, aku mempertanyakan pertanyaan yang menurut orang lain anggap itu bodoh. Tapi bagiku itu tidak, yaitu masihkah kamu mencintaiku?"
Saya rasa diantara kalian juga pernah merasakan sulitnya untuk meninggalkan. Puisi diatas dibuat dan terinspirasi dari seseorang yang menolak untuk pergi dari hati, sesorang yang selalu membuat isi kepala seakan-akan selalu penuh oleh dirinya. Ya, hanya dirinya seorang.
Dan puisi ini.. Entah sampai kapan puisi ini akan berlaku.
"Atas nama kamu, kusimpan sedikit kenangan. Dan kupendam beribu mimpi harapan".
[Nov, 2012]

Saturday, August 25, 2012

aku ingin mengingat


aku ingin meningat caramu, menyakitiku dengan pedih.
dengan (pernah) memilikimu, adalah kebahagiaan besar di hidupku.

aku ingin mengingat rasakan rindu, saat sunyi melenyapkan sepi.
dengan hati nanar, kau mengajari untuk aku agar tetap tegar dan ikhtiar.

aku senang kau datang, sesaat lalu pergi.
datanglah lagi dan lagi..,
aku ingin sekali lagi merasakan rasanya kau sakiti.
pergilah, pergi.., hingga pada akhirnya kamu kembali
kepada hatimu yang aku cintai.

kenangan, kapankah kamu dan aku bisa bertemu mata?
berbagi kata, dalam cerita kisah kita?

bila saja nanti kau tak kembali lagi, atau ternyata aku telah menyatu dengan bumi.
tolong kenang aku sempai usiamu menentang tubuhmu.

Friday, August 17, 2012

Begini Caraku Mengawetkan Cinta

Saya menulis kalimat sederhana
Tentang cinta yang (belum) pasti untuk siapa
Tentang kata yang pasti akan menjadi nyata

Puisi ini...
Akan saya tuliskan di belakang foto pernikahan nanti
Dan akan saya bacakan, ketika saya..
Sedang berada di dalam kemarahan atau sebaliknya.


Bahwa suatu saat nanti saya akan mengucapkan selamat tinggal
Begitu sebaiknya, juga sebaliknya
Karena di dunia ini tidak ada yang kekal.

Ini bukan karena perihal cinta kita yang kandas
Tapi ini karena cinta kita yang telah tuntas
Dengan kata-kata sederhana
Begini caraku mengawetkan cinta 

Untuk itu ingatlah satu kalimat
Atau dua kata sederhana yang sengaja diawal kubuat
Bahkan kalau bisa catat!
Agar kamu bisa terus mengingat

Kini, usia puisi ini telah setengah abad
Dari saat pertama saya buat
Salah satu dari kita pasti akan wafat
Sungguh, pasti masing-masing dari kita akan berat
Untuk mengucapkan kalimat selamat tinggal sungguh sangat berat!
Tapi apa boleh buat, walau berat..

"Sekarang saatnya untuk kita mengucapkan; selamat tinggal".


[di tulis di Jakarta, 9 Agustus 2012]
 

Thursday, June 28, 2012

Surat Cinta Tak Ganjil

1. Aku sudah tak bisa lagi untuk mencintaimu
2. Dengan sungguh-sungguh
3. Karena semuanya telah hilang
4. Kukatakan semua ini agar kau tahu
5. Kini tak ada lagi semuanya
6. Bahwa rasa cinta yang tumbuh perlahan
7. Kini lambat laun mulai memudar
8. Cinta yang besar dan tulus
9. Telah hilang dan tak berbekas. Kini yang ada rasa benci
10. Berkembang ketika aku melihat wajahmu
11. Sungguh ini sangat membosankan, sampai
12. Mengaliri otak, hati, dan sekujur tubuh.
13. Meninggalkan luka lebam yang mendalam.
14. Tak ku sangka semua bisa terjadi
15. Kau meninggalkan pedih dalam air mata
16. Kau membuat semuanya menjadi kisah
17. Dan takan bisa kulupakan semuanya. Karena sempat
18. Menjadi wanita yang mengisi hari-hariku lebih indah.
19. Sekarang tak usah lagi kau temui aku. Tak perlu lagi kamu
20. Membuat hari-hariku cerah. Sungguh aku ingin katakan
21. Aku tak peduli lagi padamu. Jangan kau berpikir
22. Aku sangat mencintaimu dan berharap kau menjadi kekasihku.

 nb: Aku menulis ini agar kau tahu. Bahwa ini adalah surat cinta sangat romantis yang ku tulis untukmu. Serta, aku sengaja memberikan angka di setiap baris. Agar kau bisa membedakan yang ganjil dan genap. Kamu hanya perlu membaca yang genap dan menghapus yang ganjil. Romantis bukan? :)

Monday, April 2, 2012

Teruntuk Masa Lalu

Hallo, kamu apa kabar? Baik-baik sajakah? Semoga selalu baik-baik saja ya. Aku juga ga lupa untuk selalu mendoakanmu kok. Oiya, kamu sekarang berjilbab ya. Pasti kamu terlihat lebih cantik ya. Hehe. Kabarku sekarang baik-baik saja. Aku masih sama seperti terakhir kita bertemu. Iya terakhir kita bertemu. Apa kamu ingat? Yang waktu itu kamu meminjam handphoneku. Lalu kamu gak mau kasih tau aku untuk apa kamu meminjam handphoneku. Ingat? Semoga saja ya..

Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).

Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.

Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.

Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.

Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.

Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..

Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.

Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--