Saturday, August 25, 2012
aku ingin mengingat
aku ingin meningat caramu, menyakitiku dengan pedih.
dengan (pernah) memilikimu, adalah kebahagiaan besar di hidupku.
aku ingin mengingat rasakan rindu, saat sunyi melenyapkan sepi.
dengan hati nanar, kau mengajari untuk aku agar tetap tegar dan ikhtiar.
aku senang kau datang, sesaat lalu pergi.
datanglah lagi dan lagi..,
aku ingin sekali lagi merasakan rasanya kau sakiti.
pergilah, pergi.., hingga pada akhirnya kamu kembali
kepada hatimu yang aku cintai.
kenangan, kapankah kamu dan aku bisa bertemu mata?
berbagi kata, dalam cerita kisah kita?
bila saja nanti kau tak kembali lagi, atau ternyata aku telah menyatu dengan bumi.
tolong kenang aku sempai usiamu menentang tubuhmu.
Friday, August 17, 2012
Begini Caraku Mengawetkan Cinta
Saya menulis kalimat sederhana
Tentang cinta yang (belum) pasti untuk siapa
Tentang kata yang pasti akan menjadi nyata
Puisi ini...
Akan saya tuliskan di belakang foto pernikahan nanti
Dan akan saya bacakan, ketika saya..
Sedang berada di dalam kemarahan atau sebaliknya.
Bahwa suatu saat nanti saya akan mengucapkan selamat tinggal
Begitu sebaiknya, juga sebaliknya
Karena di dunia ini tidak ada yang kekal.
Ini bukan karena perihal cinta kita yang kandas
Tapi ini karena cinta kita yang telah tuntas
Dengan kata-kata sederhana
Begini caraku mengawetkan cinta
Untuk itu ingatlah satu kalimat
Atau dua kata sederhana yang sengaja diawal kubuat
Bahkan kalau bisa catat!
Agar kamu bisa terus mengingat
Kini, usia puisi ini telah setengah abad
Dari saat pertama saya buat
Salah satu dari kita pasti akan wafat
Sungguh, pasti masing-masing dari kita akan berat
Untuk mengucapkan kalimat selamat tinggal sungguh sangat berat!
Tapi apa boleh buat, walau berat..
"Sekarang saatnya untuk kita mengucapkan; selamat tinggal".
[di tulis di Jakarta, 9 Agustus 2012]
Tentang cinta yang (belum) pasti untuk siapa
Tentang kata yang pasti akan menjadi nyata
Puisi ini...
Akan saya tuliskan di belakang foto pernikahan nanti
Dan akan saya bacakan, ketika saya..
Sedang berada di dalam kemarahan atau sebaliknya.
Bahwa suatu saat nanti saya akan mengucapkan selamat tinggal
Begitu sebaiknya, juga sebaliknya
Karena di dunia ini tidak ada yang kekal.
Ini bukan karena perihal cinta kita yang kandas
Tapi ini karena cinta kita yang telah tuntas
Dengan kata-kata sederhana
Begini caraku mengawetkan cinta
Untuk itu ingatlah satu kalimat
Atau dua kata sederhana yang sengaja diawal kubuat
Bahkan kalau bisa catat!
Agar kamu bisa terus mengingat
Kini, usia puisi ini telah setengah abad
Dari saat pertama saya buat
Salah satu dari kita pasti akan wafat
Sungguh, pasti masing-masing dari kita akan berat
Untuk mengucapkan kalimat selamat tinggal sungguh sangat berat!
Tapi apa boleh buat, walau berat..
"Sekarang saatnya untuk kita mengucapkan; selamat tinggal".
[di tulis di Jakarta, 9 Agustus 2012]
Thursday, June 28, 2012
Surat Cinta Tak Ganjil
1. Aku sudah tak bisa lagi untuk mencintaimu
2. Dengan sungguh-sungguh
3. Karena semuanya telah hilang
4. Kukatakan semua ini agar kau tahu
5. Kini tak ada lagi semuanya
6. Bahwa rasa cinta yang tumbuh perlahan
7. Kini lambat laun mulai memudar
8. Cinta yang besar dan tulus
9. Telah hilang dan tak berbekas. Kini yang ada rasa benci
10. Berkembang ketika aku melihat wajahmu
11. Sungguh ini sangat membosankan, sampai
12. Mengaliri otak, hati, dan sekujur tubuh.
13. Meninggalkan luka lebam yang mendalam.
14. Tak ku sangka semua bisa terjadi
15. Kau meninggalkan pedih dalam air mata
16. Kau membuat semuanya menjadi kisah
17. Dan takan bisa kulupakan semuanya. Karena sempat
18. Menjadi wanita yang mengisi hari-hariku lebih indah.
19. Sekarang tak usah lagi kau temui aku. Tak perlu lagi kamu
20. Membuat hari-hariku cerah. Sungguh aku ingin katakan
21. Aku tak peduli lagi padamu. Jangan kau berpikir
22. Aku sangat mencintaimu dan berharap kau menjadi kekasihku.
2. Dengan sungguh-sungguh
3. Karena semuanya telah hilang
4. Kukatakan semua ini agar kau tahu
5. Kini tak ada lagi semuanya
6. Bahwa rasa cinta yang tumbuh perlahan
7. Kini lambat laun mulai memudar
8. Cinta yang besar dan tulus
9. Telah hilang dan tak berbekas. Kini yang ada rasa benci
10. Berkembang ketika aku melihat wajahmu
11. Sungguh ini sangat membosankan, sampai
12. Mengaliri otak, hati, dan sekujur tubuh.
13. Meninggalkan luka lebam yang mendalam.
14. Tak ku sangka semua bisa terjadi
15. Kau meninggalkan pedih dalam air mata
16. Kau membuat semuanya menjadi kisah
17. Dan takan bisa kulupakan semuanya. Karena sempat
18. Menjadi wanita yang mengisi hari-hariku lebih indah.
19. Sekarang tak usah lagi kau temui aku. Tak perlu lagi kamu
20. Membuat hari-hariku cerah. Sungguh aku ingin katakan
21. Aku tak peduli lagi padamu. Jangan kau berpikir
22. Aku sangat mencintaimu dan berharap kau menjadi kekasihku.
nb: Aku menulis ini agar kau tahu. Bahwa ini adalah surat cinta sangat romantis yang ku tulis untukmu. Serta, aku sengaja memberikan angka di setiap baris. Agar kau bisa membedakan yang ganjil dan genap. Kamu hanya perlu membaca yang genap dan menghapus yang ganjil. Romantis bukan? :)
Monday, April 2, 2012
Teruntuk Masa Lalu
Hallo, kamu apa kabar? Baik-baik sajakah? Semoga selalu baik-baik saja ya. Aku juga ga lupa untuk selalu mendoakanmu kok. Oiya, kamu sekarang berjilbab ya. Pasti kamu terlihat lebih cantik ya. Hehe. Kabarku sekarang baik-baik saja. Aku masih sama seperti terakhir kita bertemu. Iya terakhir kita bertemu. Apa kamu ingat? Yang waktu itu kamu meminjam handphoneku. Lalu kamu gak mau kasih tau aku untuk apa kamu meminjam handphoneku. Ingat? Semoga saja ya..
Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).
Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.
Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.
Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.
Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.
Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..
Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.
Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--
Kamu sedang apa sekarang? Lagi sibuk ngurusin tugas-tugas kuliah yang banyak itukah? Atau lagi senang-senang bersama teman-teman kamu? Sekarang aku sudah ga tau lagi apa kegiatan kamu. Sebenarnya aku sendiri pengen banget untuk menanyakan hal-hal tersebut atau hanya sekedar menanyakan kabar kepadamu. Ah tapi untuk apa. Aku gak mau ganggu kamu yang mungkin sedang sibuk sama tugas-tugas kamu. Atau mungkin aku juga takut menggangu kamu yang sedang dalam proses melupakanku (ups, maaf kalau aku berlebihan).
Terkadang aku suka berkunjung ke jejaring sosialmu. Melihat postinganmu. Dengan tujuan agar aku tau apa saja keseharianmu. Ternyata kamu masih seperti yang dulu. Masih jarang untuk mengupdate jejaring sosialmu. Palingan hanya kata-kata motifasi yang sering kamu tulis. Tapi.. waktu itu aku pernah melihat sesekali kamu menuliskan bahwa ada seseorang yang tidak suka sama kamu. Siapa dia? Aku mau kok mendengarkan ceritamu. Ayo ceritalah.. Aku tunggu ya.
Oiya, pasti kamu bertanya kenapa aku menulis ini (semoga saja kamu membaca tulisanku ini ya. Syukur kalau membalasnya). Selain aku yang masih sering merindukanmu. Aku juga pengen mengingatkan kamu. Kalau sekarang tanggal 2 April. Ya, tanggal 2 April. Apa kamu ingat? Ini tanggal dimana kamu memutuskan untuk meninggalkanku satu tahun lalu. Sebenarnya aku sendiri belum begitu mengerti kenapa kamu melepasku begitu saja. Ah tapi sudahlah. Tak usah dibahas lagi.
Aku selalu mengingatmu di hari-hariku. Hatiku juga mengingatmu. Kamu yang dulu aku banggakan. Kamu yang menyenangkan. Kamu membuat hariku-hariku indah. Kamu yang aku rindukan setiap harinya. Kamu yang selalu mengingatkanku. Untuk tidak terlalu banyak merokok. Untuk tidak tidur terlalu malam. Kamu.. ya kamu.
Maaf kalau aku masih sering merindukanmu. Aku juga masih menjaga hatiku untuk kamu. Membuka ruang untukmu. Sesuai janjiku dulu. Iya janjiku. Janjiku yang aku katakan setelah kamu mengirimkan pesan perpisahan itu untukku. Ingat? Ehm andai saja sekarang aku dan kamu masih menjadi 'kita'. Pasti 'kita' masih bercanda bersama. Bertukar lirik lagu cinta lewan pesan. Bermain sajak yang sering aku buat untukmu. Ah aku suka berandai-andai. Hehe.
Kamu jaga diri kamu baik-baik. Kuliah yang serius biar kamu bisa meraih apa yang kamu inginkan itu. Membanggakan orang tuamu dengan nilai-nilai tinggi kamu. Jika tidak bisa. Carilah pria, pria yang bisa menyemangatimu. Yang benar-benar tulus mencintaimu. Ehm, atau jangan-jangan kamu sudah mempunyai sosok pria tersebut? Siapa? Teman kampusmu? Beri tau aku. hehe :p. Eh tapi jika tak ada pria yang seperti itu. Aku masih bersedia untuk hal itu. Hehe. Mungkin aku ga terlihat serius ya. Sesungguhnya aku serius untuk semua itu. Apalagi untuk hubungan kita. Ah sudahlah..
Jika saja nanti 'kita' bertemu suatu hari nanti. Aku harap 'kita' masih bisa merakit semuanya kembali. Memperbaikinya untuk menjadi lebih baik. Atau.. membiarkan rasa ini lenyap dan tak ada yang tersisa di antara 'kita'. Entahlah.
Tertanda aku, yang sejauh ini masih mencintaimu.
Salamku--
Monday, February 27, 2012
Liburan Ke Bali
Hallo blogspot..
Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.
Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.
Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.
Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.
Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.
Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.
Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.
Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.
Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.
Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh
Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.
Setelah sekian lama sebenarnya saya pengen banget nulis di blog ini. Dan akhirnya saya bisa juga nulis di blog ini. hehe.
Seperti janji saya, saya akan membahas tetntang liburan saya bersama teman-teman. Dan ini sungguh menjadi liburan saya yang sangat menakjubkan saudara-saudara. heheh.
Oke, jadi sebenernya ini merupakan liburan mendadak. Berawal dari omongan ngawur saya (atau mungkin bisa dibilang ide gila) pada saat ngumpul-ngumpul tengah malam di basecamp. Tiba-tiba saya terlintas pikiran untuk liburan ke Bali, tapi secara Backpaker. Dan ternyata teman-teman sayapun merespon dengan positif omongan ngawur saya. hehehe.
Akhirnya sayapun mencoba untuk browsing di internet tentang backpaker ke Bali. Dan ternyata banyak sekali artikel tentang backpeker ke Bali. Namun, yang cukup di sayangkan artikel mereka itu sudah cukup lama. Jadi, sayapun tak bisa memastikan berapa budged yang pas untuk backpeker ke Bali. Tapi, dengan bermodalkan tekad dan nekad. Akhirnya sayapun tetap memutuskan untuk berangkat ke Bali.
Saya ingin bercerita sedikit kejadian sebelum kepergian saya. Sangat di sayangkan juga ternyata. Niat dari awal yang ingin backpeker ternyata gagal pemirsah. Ini di sebabkan perjalanan awal yang seharusnya menaiki kereta ekonomi namun harus menjadi naik ke kereta bisnis (over budged). Semangat backpaker saya pun sedikit memudar. Namun, berhubung tiket sudah di beli oleh teman saya. Jadi apa boleh buat.
Alasan teman saya membeli tiket bisnis karena dia bilang tiket ekonomi habis semua. Padahal ada teman saya menaiki kereta 'Progo' dari pasar senen itu mendapatkan tiket. Terus apanya yang habis? Lantas saya pun tercengan mendengar cerita dari teman saya kalau dia bisa pergi menaiki kereta ekonomi. Padahal dia membeli tiket di hari yang sama dengan teman saya. Sebenernya saya sendiripun masih tidak mengerti kenapa teman saya membeli tiket bisnis. Apa dia ga mau naik kereta ekonomi karena gerah? atau karena dia banyak duit? atau juga dia gak ngerti dengan apa itu backpeker? tapi sudahlah semuanya sudah terjadi. Dan saya juga gak mau mempermasalahkan ini lebih lanjut. Tapi jujur rasa kesel masih ada sampai sekarang. Pelajaran penting untuk teman-teman yang ingin backpeker. Carilah teman yang sekiranya bisa di ajak untuk backpeker. Kalau memilih teman yang salah maka akan buyar semua rencana awal. hehe.
Oke. Tanggal 16 Febuari saya memulai perjalanan saya. Ingat bukan backpeker. Ini jalan-jalan biasa saja. Hehe ;p. Memulai perjalanan dari St Pasar Senen menaiki kereta bisnis Gajah Wong jurusan Jogja sekitar pukul 07:45. Lalu, sampai di St Tugu Jogja sekitar pukul 16:45. Berarti -/+ 10 Jam perjalanan menuju Jogja. Sampai di Jogja saya pun langsung bergegas menuju St Lempuyangan Jogja untuk membeli tiket menuju Banyuwangi besok pagi. Setelah tiket sudah di tangan. Sayapun langsung jalan-jalan di sekitar Malioboro dan pada akhirnya bermalam di Home Stay Muhammadiyah Jogja (berhubung teman saya keluarganya orang Muhammadiyah). Sampai di Home Staypun saya tidak lantas hanya berdiam diri di sana. Namu, sayapun ga mau ketinggalan untuk jalan-jalan mengelilingi kota Jogja. Tujuan saya ke Alun-alun selatan kota Jogja. Sebenernya saya penasaran dengan mitos beringin kembar. Teman-teman tau sendiri kan apa itu mitosnya? Ya, saya pun ikut untuk mencobanya. Ternyata mitos itu benar. Di percobaan pertama saya tidak bisa untuk berjalan lurus melewati kedua pohon tersebut. Tapi jangan menyerah. Saya dan yang lainpun mencoba lagi. Tapi di percobaan kedua ini saya berhasil melewati di antara dua beringin tersebut. Sementara teman saya tidak berhasil. Entah kenapa. Mungkin karena nasib saya sedang bagus saat itu. hehe. Waktu pun sudah semakin larut. Akhirnya saya kembali ke Home Stay dengan becak.
Setelah pagi menjelang. Saya beserta yang lainpun bersiap-siap untuk melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi. Ya, tepat pukul 7:30 kereta sayapun melaju menuju Banyuwangi dari St Lempuyangan. Sekitar pukul 21:30 saya tiba di St Banyuwangi. Ga pake lama langsung melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan ketapang. Cukup jalan kaki saja dari stasiun soalnya cukup dekat. Tiba di pelabuhan. Membeli tiket kapal seharga 6000 saja bisa menyebrang menggunakan Feri. Pukul 22:00 Feri pun bergerak menuju pelabuhan Gilimanuk, Bali. Penyebrangan di malam hari tidak lama. -/+ 1 Jam perjalanan saya sudah sampai di pelabuhan Gilimanuk, Bali. Yees, akhirnya sampai juga di Bali. Kata yang saya kata kan di dalam hati. Hehe.
Lanjut dari Pelabuhan Gilimanuk. Saya dan teman-teman mencari bis menuju Denpasar. Perjalanan menggunakan bis yang seharusnya bisa 25000 tapi saya membayar dengan harga 30000. Sebenernya ini harga yang mahal, tapi berhubung sudah malam jadi ya apa boleh buat. 3 Jam perjalanan menuju Terminal Ubung, Denpasar. Yap, satu lagi perjuangan kita. Soalnya kita harus menuju Jimbaran untuk menuju rumah singgah. Beruntung kami mendapatkan rumah singgah gratis. Hehe. Sekitar pukul 4:30 WIT sayapun sampai di Jimbaran dengan menyawa angkot 35000/orang. Setelah sampai di rumah. Saya dan yang lain langsung beberes pakaian dan istirahat sebelum melanjutkan jalan-jalan di Bali. Heheh.
Jadi, biaya perjalanan saya menuju Bali mengeluarkan uang sekitar:
Harga tiket kereta bisnis Gajah Wong: 125.000 (Kalau menaiki kereta Ekonomi 'Progo' sekitar 35.000)
Harga tiket kereta Sri Tanjung: 30.000
Nyebrang Feri: 6.000
Bis menuju Terminal Ubung: 30.000
Nyewa Angkot samapai ke Jimbaran: 35.000
Total biaya perjalanan: 226.000
Tapi, itu belum termasuk makan dan jalan-jalan di Jogja loh ya. Heheh
Oke untuk sementara segitu dulu yang saya share. Selebihnya nanti saya update lagi tentang jalan-jalan di Bali dan perjalanan pulang yang lebih mengesankan daripada perjalanan pergi. hehe.
Monday, January 30, 2012
Celoteh Tengah Malam
Hallo Blogspot..
Sudah lama sekali saya tidak menulis disini. Ini dikarenakan saya yang sibuk dengan jadwal kuliah dan tugas-tugas yang numpuk di kampus (maklum masih baru-baru jadi mahaswa). Selain itu sebenerya saya juga sudah kangen banget untuk menulis. Makanya selagi ada waktu untuk menulis, maka sekarang ga saya sia-siain kesempatan ini. Hehe.
Kali ini saya gak nulis tentang yang galau-galau atau tentang cinta-cintaan. Tapi kali ini saya akan coba menulis tentang kuliah dan liburan saya di Bogor (kota yang penuh dengan kenangaan ini) hehe.
Enam bulan menjadi mahasiswa teryata sungguh menyenangkan ya. Selain banyak teman-teman baru. Pelajaran baru. Serta pengalaman-pengalaman baru yang pastinya belum saya dapat sebelumnya. Semuanya menyenangkan. Dan benar apa kata orang-orang bijak bilang "kalau pekerjaan dilakukan dengan senang hati, maka akan terasa ringan". Meskipun tugas-tugas kuliah banyak, tapi saya mengerjakannya dengan enjoy dan merasa tak terbebani. Ini dikarenakan saya senang dengan tugas-tugas yang saya kerjai (walaupun ga semua tugas saya suka sih, ada lah beberapa yang bikin males) hehe.
Sekarang saya udah libur kuliah. Maka dari itu saya memilih untuk beristirahat sejenak dari kepenatan urusan kampus. Selain itu juga sambil nunggu pengumuman hasil UAS. Dan semoga saja dari hasil UAS kemaren saya bisa mendapatkan minimal IP 3. Amin ya Allah. Hehe.
Segitu dulu aja deh yah blogspot. Sebenernya masih banyak lagi rencana saya liburan sama teman-teman. Tapi kalau di omongin sekarang gak seru juga ya. Nanti aja kalau sudah terealisasikan baru saya tulis penuh tentang liburan saya. Hehe.
Oiya maaf ya kalau agak acak-acakan layoutnya, maklum nulis dari handphone. Hehe.
Salam--
Sudah lama sekali saya tidak menulis disini. Ini dikarenakan saya yang sibuk dengan jadwal kuliah dan tugas-tugas yang numpuk di kampus (maklum masih baru-baru jadi mahaswa). Selain itu sebenerya saya juga sudah kangen banget untuk menulis. Makanya selagi ada waktu untuk menulis, maka sekarang ga saya sia-siain kesempatan ini. Hehe.
Kali ini saya gak nulis tentang yang galau-galau atau tentang cinta-cintaan. Tapi kali ini saya akan coba menulis tentang kuliah dan liburan saya di Bogor (kota yang penuh dengan kenangaan ini) hehe.
Enam bulan menjadi mahasiswa teryata sungguh menyenangkan ya. Selain banyak teman-teman baru. Pelajaran baru. Serta pengalaman-pengalaman baru yang pastinya belum saya dapat sebelumnya. Semuanya menyenangkan. Dan benar apa kata orang-orang bijak bilang "kalau pekerjaan dilakukan dengan senang hati, maka akan terasa ringan". Meskipun tugas-tugas kuliah banyak, tapi saya mengerjakannya dengan enjoy dan merasa tak terbebani. Ini dikarenakan saya senang dengan tugas-tugas yang saya kerjai (walaupun ga semua tugas saya suka sih, ada lah beberapa yang bikin males) hehe.
Sekarang saya udah libur kuliah. Maka dari itu saya memilih untuk beristirahat sejenak dari kepenatan urusan kampus. Selain itu juga sambil nunggu pengumuman hasil UAS. Dan semoga saja dari hasil UAS kemaren saya bisa mendapatkan minimal IP 3. Amin ya Allah. Hehe.
Segitu dulu aja deh yah blogspot. Sebenernya masih banyak lagi rencana saya liburan sama teman-teman. Tapi kalau di omongin sekarang gak seru juga ya. Nanti aja kalau sudah terealisasikan baru saya tulis penuh tentang liburan saya. Hehe.
Oiya maaf ya kalau agak acak-acakan layoutnya, maklum nulis dari handphone. Hehe.
Salam--
Subscribe to:
Comments (Atom)