seaktu-waktu aku terbangun dengan dunia yang gelap
dunia yang tak tampak sedikitpun cahaya, karena cahaya entah tertinggal dimana
tetapi walau tanpa cahaya, anehnya aku bisa menjalani hidup
menjalani hidup dengan dunia yang gelap seperti selayaknya manusia
dalam duniaku yang gelap
sesekali aku mengharapkan sosok Terang
tak henti aku terus mencari cahaya
dan mencoba menimbulkan cahaya dengan sendirinya
tapi tidak bisa!
tak jarang juga aku merasa lelah
dengan lelah, aku hanya bisa untuk menanti
tak ada yang lain!
selain menanti cahaya datang dan mengantar aku kepada Terang dengan sendirinya
hingga pada akhirnya aku menemukan Terang
terlihat setitik cahaya di dalam aku
tapi aku maih belum berani untuk mendekatinya
aku masih berdiam diri
membiarkan aku dan Terang untuk sama-sama mendekatkan diri
aku terus mengamati
memahami dan menelaah segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi
sementara cahaya semakin membesar, Terang semakin jalas terlihat
terang ramah membuat nyaman untuk duniaku
tapi entah bagaimana dengan Terang kepadaku?
apa dia merasakan hal sama dengan ku atau tidak
tapi memang didalam duniaku yang gelap
banyak kemisteriusan yang hinggap
mungkin ini yang membuat terang datang mendekat kedalam duniaku, ah tapi entahlah.
Libra yang melekat dalam diri senang sekali untuk menimbang-nimbang
tak jarang aku dibuatnya bimbang
keyakinan masih tampak malu
cukup membutuhkan waktu untuk aku meyakinkan aku
aku tahu, bahwa waktu yang dibutuhkan pasti tidak akan sebentar
tapi tetap aku harus pilih ini agar aku tidak salah dalam memilih
hari-hariku terus diikuti oleh cahaya
duniaku tidak segelap seperti sebelumnya
walau masih terluhat redup
aku merasa semakin menyayangi hidup
dengan cahaya aku seperti menemukan dunia yang baru
dunia yang belum pernah aku singgahi sebelumnya
disaat aku menanti yakin
terang seperti menanti kapan
cahaya semakin tak terkira
cahaya benar-benar menerangi duniaku menuju kepada Terang
Terang kebahagiaan semakin membuatku tenang
aku seolah takluk dalam peluk
hingga yakin datang dan berkata dengan lantang,
"Ya! Itu adalah cahaya yang sebenarnya, bukan serupa cahaya".
Terang itu kamu
disisa usiaku, aku persembahkan untuk kamu
walau memang di dunia ini semuanya adalah mungkin
setidaknya kita bisa saling menerangi dalam gelap
sama-sama saling menguatkan
menghidupi cahaya menjadi lebih banyak warna
bukan hanya sekadar menjalani dan berjalan dalam cahaya
maaf, aku tak mampu mengelak saat cahaya itu datang
semoga dalam kita, cahaya tak lekas hilang
No comments:
Post a Comment