Tuesday, July 16, 2013

Cahaya Aku Terang

seaktu-waktu aku terbangun dengan dunia yang gelap
dunia yang tak tampak sedikitpun cahaya, karena cahaya entah tertinggal dimana 
tetapi walau tanpa cahaya, anehnya aku bisa menjalani hidup
menjalani hidup dengan dunia yang gelap seperti selayaknya manusia

dalam duniaku yang gelap
sesekali aku mengharapkan sosok Terang 
tak henti aku terus mencari cahaya
dan mencoba menimbulkan cahaya dengan sendirinya 
tapi tidak bisa!
tak jarang juga aku merasa lelah 
dengan lelah, aku hanya bisa untuk menanti 
tak ada yang lain! 
selain menanti cahaya datang dan mengantar aku kepada Terang dengan sendirinya

hingga pada akhirnya aku menemukan Terang 
terlihat setitik cahaya di dalam aku 
tapi aku maih belum berani untuk mendekatinya 
aku masih berdiam diri 
membiarkan aku dan Terang untuk sama-sama mendekatkan diri 
aku terus mengamati 
memahami dan menelaah segala sesuatu kemungkinan yang akan terjadi

sementara cahaya semakin membesar, Terang semakin jalas terlihat 
terang ramah membuat nyaman untuk duniaku 
tapi entah bagaimana dengan Terang kepadaku? 
apa dia merasakan hal sama dengan ku atau tidak 
tapi memang didalam duniaku yang gelap 
banyak kemisteriusan yang hinggap 
mungkin ini yang membuat terang datang mendekat kedalam duniaku, ah tapi entahlah.

Libra yang melekat dalam diri senang sekali untuk menimbang-nimbang
tak jarang aku dibuatnya bimbang 
keyakinan masih tampak malu 
cukup membutuhkan waktu untuk aku meyakinkan aku 
aku tahu, bahwa waktu yang dibutuhkan pasti tidak akan sebentar 
tapi tetap aku harus pilih ini agar aku tidak salah dalam memilih

hari-hariku terus diikuti oleh cahaya 
duniaku tidak segelap seperti sebelumnya 
walau masih terluhat redup 
aku merasa semakin menyayangi hidup
dengan cahaya aku seperti menemukan dunia yang baru 
dunia yang belum pernah aku singgahi sebelumnya 

disaat aku menanti yakin 
terang seperti menanti kapan 
cahaya semakin tak terkira 
cahaya benar-benar menerangi duniaku menuju kepada Terang 
Terang kebahagiaan semakin membuatku tenang 
aku seolah takluk dalam peluk 
hingga yakin datang dan berkata dengan lantang, 
"Ya! Itu adalah cahaya yang sebenarnya, bukan serupa cahaya". 

Terang itu kamu 
disisa usiaku, aku persembahkan untuk kamu 
walau memang di dunia ini semuanya adalah mungkin 
setidaknya kita bisa saling menerangi dalam gelap
sama-sama saling menguatkan 
menghidupi cahaya menjadi lebih banyak warna
bukan hanya sekadar menjalani dan berjalan dalam cahaya

maaf, aku tak mampu mengelak saat cahaya itu datang
semoga dalam kita, cahaya tak lekas hilang 

No comments: